Sabtu, 22 Juni 2013

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU HAMIL DENGAN KEPATUHAN DALAM MENGKONSUMSI TABLET Fe DI BPS NY. SITI HASUNAH CANDI-SIDOARJO


ABSTRAK
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU HAMIL DENGAN KEPATUHAN DALAM MENGKONSUMSI
TABLET Fe DI BPS NY. SITI HASUNAH
CANDI-SIDOARJO

KULITA NUR AINI

Fe merupakan obat penambah darah yang dibutuhkan oleh ibu hamil. Haemoglobin berfungsi sebagai pengikat oksigen yang sangat dibutuhkan untuk metabolisme sel. Tablet Fe sangat dibutuhkan pada saat hamil, karena ibu hamil sangat memerlukan tambahan zat besi untuk meningkatkan jumlah sel darah merah dan membentuk sel darah merah janin dan plasenta. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan ibu hamil dengan kepatuhan dalam mengkonsumsi tablet Fe di BPS Ny. Siti Hasunah, Amd.Keb Candi Sidoarjo
Desain penelitian analitik – cross sectional. Populasi semua ibu hamil yang periksa di BPS Ny. “S” Desa Durung Bedug kec. Candi Kab. Sidoarjo yang berjumlah 40 orang dengan sampel sebanyak 40 orang, tehnik total sampling. Instrumen penelitian kuesioner. Variabel Independen tingkat pengetahuan ibu hamil dan Variabel dependen kepatuhan dalam mengkonsumsi tablet Fe. Analisa data uji statistik Chi square tingkat signifikan 0,05 menggunakan SPSS 16 for windows.
Hasil penelitian didapatkan bahwa dari 21 responden yang memiliki pengetahuan kurang, 19 (47,5%) diantaranya tidak patuh mengkonsumsi tablet Fe. terdapat 7 (17,5%) responden yang mempunyai pengetahuan baik patuh mengkonsumsi tablet Fe. Berdasarkan hasil uji chi square dengan SPSS 17 didapatkan bahwa x2 hitung > x2 table = 23,598 > 5,991 ditolak, artinya ada hubungan antara tingkat pengetahuan ibu hamil dengan kepatuhan dalam mengkonsumsi tablet Fe di BPS Ny. Siti Hasunah, Amd.Keb Candi Sidoarjo.
Diharapkan ibu hamil untuk lebih aktif menggali informasi tentang tablet Fe dengan cara bertanya pada tenaga kesehatan, membaca buku, menonton televisi dan sebagainya sehingga ibu hamil tahu dan mengerti akan pentingnya konsumsi tablet Fe.


Kata Kunci : Pengetahuan, Kepatuhan, Tablet Fe


ABSTRACT

THE CORRELATION BETWEEN LEVEL OF KNOWLEDGE PREGNANT MOTHER WITH COMPLIANCE IN CONSUMING TABLET Fe
IN BPS NY. SITI HASUNAH CANDI-SIDOARJO

KULITA NUR  AINI

Fe is blood adder drug required by pregnancy mother. Functioning haemoglobin as a real oxygen fastener required for cell metabolism. Tablet Fe hardly required at the time of pregnancy, because pregnant mother stood in need of addition of ferrum to increase red blood count and forms foetus red blood cell and placenta. Purpose of research to know relation between level of knowledge of pregnant mother with compliance in consuming tablet Fe in BPS Ny Siti Hasunah, Amd.Keb Candi Sidoarjo
Analytic research design - cross sectional. Population of all pregnancy mothers investigating in BPS Ny. "Siti Hasuna" Countryside Durung Bedug District. Temple Sub-Province. Sidoarjo which amounts to 40 with sample 40, technics totalized sampling. instrument of Questionaire research. Independent Variable level of knowledge of pregnant mother and Variabel dependent compliance in consuming tablet Fe. Statistic test file analysis Chi square level of signifikan 0,05 using SPSS 16 for windows
Result of research 21 responders has knowledge is less, 19 ( 47,5%) between it to disobey consumes tablet Fe. there is 7 ( 17,5%) responder having obedient good knowledge consumes tablet Fe. Based on test result chi square with SPSS 17 it is got that x2 calculate > x2 table = 23,598 > 5,991 refused, mean there is relation between level of knowledge of pregnant mother with compliance in consuming tablet Fe in BPS Ny Siti Hasunah, Amd.Keb Candi Sidoarjo.
Expected pregnant mother to be more active digs information about tablet Fe by the way of asking to health energy, reads book, watchs television etcetera so that pregnancy mother knows and understands for the importance of consumption of tablet Fe.

Keyword : Knowledge, Compliance, Tablet Fe

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar belakang
Fe merupakan obat penambah darah yang dibutuhkan oleh ibu hamil. Haemoglobin berfungsi sebagai pengikat oksigen yang sangat dibutuhkan untuk metabolisme sel. Jika ibu kekurangan Fe selama hamil, maka persediaan zat besi pada bayi saat dilahirkan pun tidak akan memadai, padahal zat besi sangat dibutuhkan untuk perkembangan otak bayi di awal kelahirannya. Kekurangan Fe sejak sebelum hamil bila tidak diatasi dapat mengakibatkan ibu hamil menderita anemia. Tablet Fe sangat dibutuhkan pada saat hamil, karena ibu hamil sangat memerlukan tambahan zat besi untuk meningkatkan jumlah sel darah merah dan membentuk sel darah merah janin dan plasenta. Masalah - masalah yang di hadapi bangsa Indonesia sekarang ini adalah masih tingginya angka kematian ibu.(Soekirman, 2000) Masalah gizi di Indonesia yang belum teratasi, salah satunya adalah anemia. Anemia masih merupakan masalah pada wanita indonesia sebagai akibat kekurangan Fe. Banyak wanita Indonesia tidak memperdulikan ataupun kurang memahami aspek kekurangan Fe. Di ukur dari ketepatan jumlah tablet yang di konsumsi ketepatan cara mengkonsumsi tablet Fe, frekuensi tablet perhari. Pemberian tablet Fe merupakan salah satu upaya penting dalam mencegah dan menanggulangi anemia khususnya zat besi. Sedangkan pengetahuan ibu juga sangat berpengaruh, khususnya tentang tablet Fe. Semakin ibu mengerti tentang fungsi tablet Fe maka ibu hamil akan mengkonsumsi tablet Fe secara teratur.

Badan kesehatan Indonesia kesehatan dunia  WHO bahwa prevalensi ibu-ibu hamil yang mengalami kekurangan Fe sekitar 35-75%, serta semakin meningkat seiring dengan pertambahan usia kehamilan. Di Indonesia prevalensi anemia pada kehamilan masih tinggi yaitu sekitar 40,1 % (SKRT 2003). Cakupan pemberian tablet Fe di Indonesia sebesar 69,14%. Sedangkan di propinsi jawa timur pada tahun 2006 cakupan pemberian tablet Fe sekitar 76,27% dari jumlah bumil 690,28, jumlah tersebut lebih tinggi di bandingkan dengan tahun 2005. Di Sidoarjo cakupan pemberian tablet Fe pada tahun 2006 sekitar 64,5%. (http/www.Dinkes jatim.co.id, 2007). Berdasarkan dari studi pendahuluan pada bulan  April  2010 di BPS Ny. Siti Hasunah Kecamatan Candi Kabupaten Sidoarjo didapatkan ibu hamil 30 orang sebanyak  25 orang (83%)  ibu hamil patuh dalam mengkonsumsi tablet Fe dan 5  orang (17%)  ibu hamil tidak patuh mengkonsumsi tablet Fe.
Salah satu dari beberapa faktor, tidak langsung penyebab kematian itu adalah kekurangan Fe, persalinan risiko kematian maternal, prematuritas, BBLR, dan post partum lebih sering di jumpai pada wanita yang kekurangan Fe. Jika persediaan Fe minimal, maka setiap  hemodilusi atau pengenceran dengan peningkatan volume 30% sampai 40% yang puncaknya pada kehamilan 32 sampai 34 minggu. Jumlah peningkatan sel darah 18% sampai 30 dan hemoglobin sekitar 19%.bila hemoglobin ibu sebelum sekitar 11 gr% maka fisiologis dan Hb ibu akan menjadi 9,5 sampai 10%. Akan tetapi dalam kenyataan tidak semua ibu hamil yang mendapatkan tablet Fe secara rutin, hal ini biasanya disebabkan karena faktor ketidaktahuan pentingnya tablet Fe untuk kehamilannya. Kurangnya pengetahuan ibu hamil tentang tablet Fe juga mengakibatkan ibu tidak mengkonsumsi Fe seacara rutin. Dampak yang diakibatkan minum tablet Fe penyerapan atau respon tubuh terhadap tablet zat besi kurang baik sehingga tidak terjadi peningkatan kadar Hb sesuai dengan yang diharapkan. Faktor ini yang berhubungan dengan anemia adalah adanya infeksi penyakit bakteri, parasit, usus seperti cacing tabang, malaria. Faktor sosial ekonomi yang rendah juga memang peranan penting kaitannya dengan asupan gizi ibu selama hamil (http:// www.bppsdm.depkes.go.id 2006).
Untuk memenuhi kebutuhan akan zat besi selama hamil, ibu harus mengkonsumsi  tablet Fe sekitar 45-50 mg sehari. Kebutuhan ini dapat terpenuhi dari makanan yang kaya akan zat besi, seperti daging berwarna merah, hati, kuning telur, sayuran berdaun hijau, kacang-kacangan, tempe, roti, dan sereal. Tetapi jika Bidan menemukan ibu hamil yang menunjukkan gejala anemia biasanya akan memberikan suplemen zat besi berupa tablet Fe, biasanya dikonsumsi satu kali dalam sehari. Suplemen tablet besi juga diberikan pada ibu hamil yang menganut pola makan vegetarian. Untuk penyerapan zat besi, ibu hamil vegetarian hanya cukup makan buah-buahan yang banyak mengandung vitamin C (Ridwanaminuddin 2007).      

1.2 Rumusan Masalah
Apakah ada hubungan tingkat pengetahuan ibu hamil dengan kepatuhan dalam mengkonsumsi tablet Fe di BPS Ny. “S” desa Durung bedug kecamatan Candi kabupaten Sidoarjo?


1.3  Tujuan Penelitian
1.3.1 Tujuan umum
 Mengetahui hubungan tingkat pengetahuan ibu hamil dengan kepatuhan dalam mengkonsumsi tablet Fe di BPS Ny. “S” desa Durung bedug kecamatan Candi kabupaten Sidoarjo.
1.3.2 Tujuan khusus
1.      Mengidentifikasi tingkat pengetahuan ibu  tentang tablet Fe di BPS Ny.”S” Desa Durung bedug kecamatan candi kabupaten Sidoarjo.
2.      Mengidentifikasi kepatuhan ibu tentang tablet Fe di BPS Ny.”S” Desa Durung bedug kecamatan candi kabupaten sidoarjo.
3.      Menganalisis hubungan tingkat pengetahuan ibu terhadap pemberian tablet Fe pada ibu hamil berdasarkan pendidikan di BPS Ny.”S” Desa Durung bedug kecamatan candi kabupaten sidoarjo.

1.4  Manfaat penelitian
1.4.1 Bagi responden
 Meningkatkan pengetahuan ibu hamil mengenai kepatuhan dalam mengkonsumsi tablet Fe sehingga agar tidak terjadi anemia pada kehamilan.

1.4.2 Bagi peneliti
Memperoleh informasi dan mengetahui secara langsung tentang tingkat pengetahuan ibu hamil dengan kepatuhan dalam mengkonsumsi tablet Fe.


1.4.3 Bagi profesi kebidanan
Sebagai acuan bidan dalam memberikan asuhan kebidanan pada ibu hamil   dalam menkonsumsi tablet Fe, serta meningkatkan mutu pelayanan kebidanan pada ibu hamil terutama dalam penberian tablet Fe.
1.4.4 Bagi penelitian selanjutnya
Bahan atau sumber ini dapat di jadikan bahan kajian untuk penelitian selanjutnya yang berkaitan dengan tablet Fe yang dapat mempengaruhi faktor-faktor kepatuhan dalam mengkonsumsi tablet Fe.

1.5 Batasan penelitian
Dalam penelitian ini, penelitian hanya meneliti tingkat pengetahuan ibu hamil tentang kepatuhan dalam mengkonsumsi tablet Fe berdasarkan tingkat pengetahuan dan tidak meneliti faktor yang mempengaruhi tingkat pengetahuan ibu seperti karakteristik, informasi, dan lingkungan.


 
BAB 4
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.1   Gambaran Lokasi Penelitian
BPS Ny. Siti Hasunah, Amd.Keb Candi Sidoarjo yang terletak di Desa Magersari Kecamatan Magersari Kabupaten Sidoarjo. Adapun batasan wilayah BPS Ny. Siti Hasunah, Amd.Keb Candi Sidoarjo meliputi:
Utara              : Desa Lebo
Selatan           : Desa Sudimoro
Barat              : Desa Modong
Timur              : Desa Jambangan

4.2  Hasil Penelitian
4.2.1    Data Umum
4.2.1.1 Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Umur
Tabel 4.1         Distribusi Frekuensi Umur Responden di BPS Ny. Siti Hasunah, Amd.Keb Candi Sidoarjo tanggal 3 – 24 Agustus 2010

No
Umur
Jumlah
Persentase (%)
1.
< 20 tahun
12
30,0
2.
20-35 tahun
23
57,5
3.
> 35 tahun
5
12,5

Total
40
100
Sumber Data: Primer, 2010
Berdasarkan Tabel 4.1 dapat diketahui bahwa lebih dari separuh responden berumur 20 – 35 tahun sejumlah 23 responden (57,5%).





29
 
 

4.2.1.2 Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Pendidikan
Tabel 4.2         Distribusi Frekuensi Pendidikan Responden di BPS Ny. Siti Hasunah, Amd.Keb Candi Sidoarjo tanggal 3 – 24 Agustus 2010

No
Pendidikan
Jumlah
Persentase (%)
1.
SD
14
35,0
2.
SLTP
17
42,5
3.
SLTA
6
15,0
4.
PT
3
7,5

Total
40
100
Sumber Data: Primer, 2010
Berdasarkan Tabel 4.2 dapat diketahui bahwa hampir setengah responden berpendidikan SLTP sejumlah 17 responden (42,5%).

4.2.1.3 Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Pekerjaan
Tabel 4.3         Distribusi Frekuensi Pekerjaan Ibu di BPS Ny. Siti Hasunah, Amd.Keb Candi Sidoarjo tanggal 3 – 24 Agustus 2010

No
Pekerjaan
Jumlah
Persentase (%)
1.
Petani
5
12,5
2.
3.
4.
5
Swasta
Wiraswasta
PNS
Tidak Bekerja
6
7
3
19
15,0
17,5
7,5
47,5

Total
40
100
Sumber Data: Primer, 2010
Berdasarkan Tabel 4.3 dapat diketahui bahwa hampir setengah responden tidak bekerja sejumlah 19 responden (47,5%).

4.2.1.4 Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Jumlah anak
Tabel 4.4 Distribusi Frekuensi Jumlah anak  Responden di BPS Ny. Siti Hasunah, Amd.Keb Candi Sidoarjo tanggal 3 – 24 Agustus 2010

No
Jumlah Anak
Jumlah
Persentase (%)
1.
1
23
57,5
2.
2
11
27,5
3.
3
4
10,0
3.
> 3
2
5,0

Total
40
100
Sumber Data: Primer, 2010
Berdasarkan Tabel 4.4 dapat diketahui bahwa lebih dari separuh  responden hamil yang pertama kali sejumlah 23 responden (57,5%).
4.2.2        Data Khusus
4.2.2.1 Pengetahuan Ibu Hamil tentang Tablet Fe di BPS Ny. Siti Hasunah, Amd.Keb Candi Sidoarjo
Tabel 4.5 Pengetahuan Ibu Hamil tentang Tablet Fe di BPS Ny. Siti Hasunah, Amd.Keb Candi Sidoarjo tanggal 3 – 24 Agustus 2010

No
Pengetahuan
Jumlah
Persentase (%)
1.
Baik
7
17,5
2.
Cukup
12
30,0
3.
Kurang
21
52,5

Total
40
100
Sumber Data: Primer, 2010
Berdasarkan Tabel 4.5 dapat diketahui bahwa lebih dari separuh responden mempunyai pengetahuan kurang tentang tablet Fe sebanyak 21 responden (52,5%).

4.2.2.2 Kepatuhan dalam Mengkonsumsi Tablet Fe
Tabel 4.6 Distribusi Frekuensi Kepatuhan dalam Mengkonsumsi Tablet Fe di BPS Ny. Siti Hasunah, Amd.Keb Candi Sidoarjo tanggal 3 – 24 Agustus 2010

No
Kepatuhan
Jumlah
Persentase (%)
1.
Patuh
18
45,0
2.
Tidak Patuh
22
55,0

Total
40
100
Sumber Data: Primer, 2010
Berdasarkan Tabel 4.6 dapat diketahui bahwa lebih dari separuh responden tidak patuh mengkonsumsi tablet Fe sebanyak 22 (55,0%).








4.2.2.3 Hubungan Tingkat Pengetahuan Ibu Hamil Dengan Kepatuhan dalam Mengkonsumsi Tablet Fe
Tabel 4.7         Tabulasi Silang Hubungan Pengetahuan Ibu Hamil Dengan Kepatuhan Dalam Mengkonsumsi Tablet Fe di BPS Ny. Siti Hasunah, Amd.Keb Candi Sidoarjo tanggal 3 – 24 Agustus 2010
Pengetahuan
Kepatuhan Mengkonsumsi Tablet Fe

Patuh
Tidak patuh
Total

%
%
%
Baik
7
17,5
0
0
7
17,5
Cukup
9
22,5
3
7,5
12
30,0
Kurang
2
5,0
19
47,5
21
52,5
Total
18
45,0
22
55,0
40
100








Sumber Data: Primer, 2010

Berdasarkan Tabel 4.7 didapatkan bahwa dari 21 responden yang memiliki pengetahuan kurang, 19 (47,5%) diantaranya tidak patuh mengkonsumsi tablet Fe. terdapat 7 (17,5%) responden yang mempunyai pengetahuan baik patuh mengkonsumsi tablet Fe. Sedangkan 12 responden yang berpengetahuan cukup, 9 (22,5%) diantaranya patuh mengkonsumsi tablet Fe.
Berdasarkan hasil uji chi square dengan SPSS 17 didapatkan bahwa ρ < α yaitu  0,000 < 0,05 maka H0 ditolak, artinya ada hubungan antara tingkat pengetahuan ibu hamil dengan kepatuhan dalam mengkonsumsi tablet Fe di BPS Ny. Siti Hasunah, Amd.Keb Candi Sidoarjo.

5.3  Pembahasan
5.3.1        Pengetahuan Ibu Hamil
Tabel 4.5 dapat diketahui bahwa lebih dari separuh responden mempunyai pengetahuan kurang tentang tablet Fe sebanyak 21 responden (52,5%).
Seseorang yang berpengetahuan kurang akan cenderung tidak patuh dalam mengkonsumsi tablet Fe, mereka menganggap bahwa konsumsi tablet Fe tidak akan bermanfaat apa-apa dan jika ibu tidak teratur mengkonsumsi tablet Fe tidak akan berefek yang buruk pada ibu maupun janin dalam kandungan.
Pengetahuan adalah berbagai gejala yang ditemui dan diperoleh manusia melalui pengamatan inderawi. Pengetahuan muncul ketika seseorang menggunakan indera atau akal budinya untuk mengenali benda atau kejadian tertentu yang belum pernah dilihat atau dirasakan sebelumnya. Misalnya ketika seseorang mencicipi masakan yang baru dikenalnya, ia akan mendapatkan pengetahuan tentang bentuk, rasa, dan aroma masakan tersebut (Meliono, 2008).
Pengetahuan dipengaruhi oleh umur. Tabel 4.1 menunjukkan bahwa lebih dari separuh responden berumur 20 – 35 tahun sejumlah 23 responden (57,5%) diantaranya mempunyai pengetahuan kurang tentang tablet Fe.
Umur yang produktif ini menyebabkan responden matang dalam memilih dan menyaring materi atau informasi yang diterima karena bertambahnya umur seseorang akan mempengaruhi kemampuan intelektual dalam menerima informasi. Sebaliknya ibu yang mempunyai umur yang masih muda atau < 20 tahun maka responden akan mempunyai sedikit kemampuan dalam menyaring informasi yang baru didapat sehubungan dengan tablet Fe. Walaupun responden berumur produktif, akan tetapi hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berpendidikan dasar yaitu SD dan SMP.
Menurut Notoatmodjo (2003) menyatakan bahwa semakin cukup umur, tingkat kematangan dan kekuatan seseorang akan lebih matang dalam berpikir dan bekerja.
Pengetahuan juga dipengaruhi oleh pendidikan, hal ini dilihat pada Tabel 4.2 didapatkan hampir setengah responden berpendidikan SLTP sejumlah 17 responden (42,5%) dan SD sebanyak 14 (35,0%) responden.
Rendahnya pendidikan akan berpengaruh terhadap daya serap atau penerimaan informasi yang masuk apalagi informasi yang bersifat baru dikenal responden termasuk perihal tablet Fe. Selain itu tingkat pendidikan seseorang akan mempengaruhi pandangannya terhadap sesuatu yang datang dari luar. Orang yang mempunyai pendidikan tinggi akan memberikan tanggapan yang lebih rasional dibandingkan dengan orang yang berpendidikan rendah atau tidak berpendidikan sama sekali. Informasi dapat diperoleh dari bangku sekolah, dan lingkungan sekitar semakin banyak informasi yang diperoleh ibu hamil tentang tablet FE maka pengetahuan yang dimiliki akan semakin meningkat.
Teori yang dikemukakan oleh Wipres (2007), menyatakan bahwa makin tinggi pendidikan seseorang makin mudah menerima informasi sehingga makin banyak pula pengetahuan yang dimiliki.
Pengetahuan yang kurang juga dipengaruhi oleh jumlah anak, Tabel 4.4 didapatkan bahwa lebih dari separuh responden hamil ke 1 sejumlah 23 responden (57,5%).
Responden yang belum mempunyai pengalaman kehamilan menyebabkan responden tidak mengetahui dan tidak mengerti tentang pentingnya mengkonsumsi tablet Fe.
Pengalaman merupakan sumber pengetahuan atau suatu cara untuk memperoleh kebenaran dan pengetahuan. Hal ini dilakukan dengan cara mengulang kembali pengalaman yang diperoleh dalam memecahkan masalah yang dihadapi di masa lalu. Orang yang memiliki pengalaman akan mempunyai pengetahuan yang baik dibandingkan dengan orang yang tidak memiliki pengalaman dalam segi apapun (Azwar, 2008).
Oleh karena itu penyampaian informasi pada waktu kehamilan khususnya tentang pentingnya mengkonsumsi tablet Fe sangat penting untuk dapat merubah perilaku masyarakat terutama pada ibu hamil. Pelatihan bagi tenaga kesehatan dan kader masyarakat tentang konseling tablet Fe sangat diperlukan guna menunjang peningkatan pengetahuan ibu hamil tentang tablet Fe.

5.3.2        Kepatuhan dalam Mengkonsumsi Tablet Fe
Tabel 4.6 dapat diketahui bahwa lebih dari separuh responden tidak patuh mengkonsumsi tablet Fe sebanyak 22 (55,0%). Kepatuhan ibu dalam mengkonsumsi tablet Fe dipengaruhi oleh pekerjaan, Tabel 4.3 didapatkan hampir setengah responden tidak bekerja sejumlah 19 responden (47,5%).
Ibu yang tidak bekerja menyebabkan ibu tidak mempunyai kesempatan untuk bertukar informasi dengan atasan dan rekan kerja yang mempunyai pengetahuan dan pengalaman berbeda dalam mengkonsusmsi tablet Fe. Fenomena yang ada dimasyarakat bahwasannya ibu hamil hanya menggunakan waktu luang di rumah untuk menonton televisi yaitu acara sinetron dan ibu tidak berusaha untuk menari informasi tentang tablet Fe seperti bertanya pada tenaga kesehatan dan ibu hamil lain.
Pekerjaan adalah serangkaian tugas atau kegiatan yang harus dilaksanakan atau diselesaikan oleh seseorang sesuai dengan jabatan atau profesi masing-masing. Status pekerjaan yang rendah sering mempengaruhi tingkat pengetahuan seseorang (Notoatmodjo, 2003).
Kepatuhan ibu hamil dalam mengkonsumsi tablet Fe dipengaruhi oleh jumlah anak, Tabel 4.4 didapatkan bahwa lebih dari separuh responden hamil ke 1 sejumlah 23 responden (57,5%).
Responden yang baru pertama kali hamil menyebabkan ibu tidak tahu dan tidak mengerti tentang cara mengkonsumsi tablet Fe. Kebanyakan ibu tidak mau mengkonsumsi tablet Fe disebabkan efek dari tablet Fe yaitu perasaan mual sehingga ibu malas untuk meminum tablet Fe. Hal ini dikarenakan ibu tidak mempunyai pengalaman kapan dan bagaimana cara mengkonsumsi tablet Fe agar ibu tidak merasakan mual.
Pengalaman merupakan batasan seseorang untuk melakukan sesuatu dengan mengulang kembali pengalaman yang dimiliki. Orang yang memiliki pengalaman akan mempunyai perilaku yang positif dibandingkan dengan perilaku sebelumnya (Azwar, 2008).

5.3.3        Hubungan Tingkat Pengetahuan Ibu Hamil Dengan Kepatuhan dalam Mengkonsumsi Tablet Fe
Berdasarkan Tabel 4.7 didapatkan bahwa dari 21 responden yang memiliki pengetahuan kurang, 19 (47,5%) diantaranya tidak patuh mengkonsumsi tablet Fe. terdapat 7 (17,5%) responden yang mempunyai pengetahuan baik patuh mengkonsumsi tablet Fe. Sedangkan 12 responden yang berpengetahuan cukup, 9 (22,5%) diantaranya patuh mengkonsumsi tablet Fe.
Berdasarkan hasil uji chi square dengan SPSS 17 didapatkan bahwa ρ < α yaitu  0,000 < 0,05 maka H0 ditolak, artinya ada hubungan antara tingkat pengetahuan ibu hamil dengan kepatuhan dalam mengkonsumsi tablet Fe di BPS Ny. Siti Hasunah, Amd.Keb Candi Sidoarjo.
Kepatuhan ibu hamil dalam mengkonsumsi tablet Fe ditentukan oleh pengetahuan, sikap, kepercayaan, tradisi, dan sebagainya dari orang atau masyarakat yang bersangkutan. Disamping itu ketersediaan fasilitas, sikap dan perilaku para petugas kesehatan terhadap pelayanan kesehatan juga akan mendukung dan memperkuat terbentuknya perilaku.
Seseorang tidak patuh mengkonsumsi tablet Fe disebabkan karena orang tersebut tidak atau belum mengetahui tentang manfaat tablet Fe dan dampak jika tidak teratur mengkonsumsi tablet Fe. Tetapi mungkin juga karena kurangnya dukungan dari suami dan keluarga dalam mengkonsumsi tablet Fe. Pengetahuan ibu hamil yang baik tentang tablet Fe maka cenderung patuh dalam mengkonsumsi tablet Fe. Sebaliknya ibu yang memiliki pengetahuan kurang tentang tablet Fe maka tidak patuh dalam mengkonsumsi tablet Fe.
Pengetahuan atau kognitif merupakan domain yang sangat penting untuk terbentuknya tindakan seseorang (overt behavior). Karena dari pengalaman dan penelitian ternyata perilaku yang didasari oleh pengetahuan akan lebih langgeng dibandingkan dengan perilaku yang tidak didasari oleh pengetahuan (Notoatmodjo, 2003).





 
BAB 5
KESIMPULAN DAN SARAN

5.1  Kesimpulan
1.    Pengetahuan ibu hamil tentang tablet Fe di BPS Ny. Siti Hasunah, Amd.Keb Candi Sidoarjo adalah kurang sebanyak
2.    Kepatuhan ibu hamil dalam mengkonsumsi tablet Fe di BPS Ny. Siti Hasunah, Amd.Keb Candi Sidoarjo adalah tidak patuh sebanyak
3.    Hasil uji chi square didapatkan bahwa x2 hitung > x2 table = 23,598 > 5,991 maka H0 ditolak, artinya ada hubungan antara tingkat pengetahuan ibu hamil dengan kepatuhan dalam mengkonsumsi tablet Fe di BPS Ny. Siti Hasunah, Amd.Keb Candi Sidoarjo.

5.2  Saran
5.2.1    Bagi Responden
Bagi ibu hamil untuk lebih aktif menggali informasi tentang tablet Fe dengan cara bertanya pada tenaga kesehatan, membaca buku, menonton televisi dan sebagainya sehingga ibu hamil tahu dan mengerti akan pentingnya konsumsi tablet Fe.
5.2.2    Bagi Peneliti
Mahasiswa lebih aktif dalam menggali sumber belajar tentang tablet Fe sehingga dapat meningkatkan pengetahuan dan pemahaman dalam mengaplikasikan teori di lapangan.

5.2.3        Bagi Profesi Kebidanan
Tenaga kesehatan khususnya bidan lebih meningkatkan mutu pelayanan dalam melakukan penyuluhan pada ibu hamil saat melakukan pemeriksaan kehamilan (antenatal care) sehingga ibu mengerti dan patuh mengkonsumsi tablet Fe.
5.2.4        Bagi Penelitian Selanjutnya
Dapat melakukan penelitian lanjutan mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan ibu hamil mengkonsumsi tablet Fe.


Hubungan Peran Asuh,Asih,dan Asah Ibu Single parent Dengan Tumbuh Kembang Anak Usia 4-6 Tahun di TK Pertiwi,Patianrowo,Nganjuk


ABSTRAK

Hubungan Peran Asuh,Asih,dan Asah Ibu Single parent  Dengan Tumbuh Kembang Anak Usia 4-6 Tahun di TK Pertiwi,Patianrowo,Nganjuk


Indah Kusumaning Wardhani


Peran ibu dalam tumbuh kembang anak adalah peran ibu dalam mendidik anak dalam upaya mengoptimalkan pertumbuhan dan perkembangan anak. Dalam hal ini peran yang dimaksud meliputi peran asuh, asih dan asah yaitu kebutuhan akan fisik, kasih sayang dan stimulasi mental. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis peran asuh, asih dan asah ibu single parent dengan tumbuh kembang anak usia 4-6 tahun di TK Pertiwi, Patianrowo Nganjuk.
Desain penelitian yang digunakan analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasinya yaitu 60 orang. Pemilihan sampel dengan menggunakan purposive sampling dengan sampel 35 orang. Metode pengumpulan data dengan kuesioner dan lembar observasi.
Dari hasil penelitian didapatkan sebesar 45,71% peran ibu tergolong cukup, pertumbuhan tergolong sedang sebanyak 57,14% sedangkan perkembangan sebanyak 74,29% yang tergolong normal.
Analisis pada penelitian ini menggunakan analisis spermank rank karena skala dari penelitian ini ordinal.
Pada hasil penelitian tentang peran asuh, asih dan asah ibu single parent dengan tumbuh kembang anak usia 4-6 tahun diharapkan para tenaga kesehatan memberikan penyuluhan tentang pentingnya peran ibu dengan tumbuh kembang anak usia 4-6 tahun.

Kata kunci : peran ibu, pertumbuhan, perkembangan.



ABSTRACT
Role relation Take care of the Asih and Sharpen Mother single parent growth is Flower of Age Child 4-6 Year in TK Pertiwi Patianrowo Nganjuk


Indah Kusumaning Wardhani


 Role of mother in growing child flower is role of mother in child  in the effort educating is optimal of growth and growth of child. In this case such role cover role take care of, asih, and sharpen that is requirement of physical, and affection of stimulasi bounce. Target of in this research [is] to analyse role take care of, asih, and sharpen mother of single parent growed age child flower 4 - 6 year [in] TK Pertiiwi Patianrowo Nganjuk.
 Analytic used Desain Research with approach of sectional cross. Its population that is 60 people. Election of sampel with by using sampling purposive with sampel 35 people. data collecting method with observation sheet and kuesioner.
 From result of research in getting equal to 45,71% role of mother pertained enough, growth pertained is counted 57,14% while growth counted 74,29% what pertained is normal
Analisis of research is shown from of sperman rank becous with ordinal scala.
 At result of research about role take care of, asih, and sharpen mother of singel parent growed age child flower 4 - 6 year in expecting all health energy give counselling about is important of him role of mother growed age child flower 4 - 6 year.

Keyword : role of mother, growth, development.


BAB 1
 PENDAHULUAN

a.             Latar Belakang
                        Peran ibu dalam pertumbuhan dan perkembangan adalah peran atau keterlibatan seorang ibu dalam mendidik anak dalam upaya mengoptimalkan pertumbuhan dan perkembangan anaknya. Peran seorang ibu dalam mendidik anaknya untuk proses pertumbuhan dan perkembangan haruslah memperhatikan asuh, asih, asah. Namun kenyataan yang ada di dalam masyarakat kebutuhan akan asuh, asih, asah pada anak tidak dapat terpenuhi secara optimal. Hal ini dapat di pengaruhi karena kurangnya antara pengetahuan dan waktu ibu bersama anaknya, terlebih lagi ibu yang single parent. Ibu single parent  di tuntut untuk pintar membagi waktu antara pekerjaan dan anaknya. Apalagi ibu single parent  yang masih mempunyai anak 4-6 tahun sangat memerlukan perhatian khusus dari orangtuanya terlebih lagi ibu. Karena pada usia ini keingintahuan anak akan sesuatu sangatlah tinggi. Anak akan banyak bertanya sehingga terkesan cerewet. Hal ini di sebabkan karena anak pada usia 4-6 tahun mereka mengalami pengembangan inisiatif / ide, sampai pada hal-hal yang berbau fantasi (www.infoanak.com).
                        Menurut hasil penelitian di Negara Filiphina ibu single parent  kira kira mencapai 50%. Sedangkan di Negara Indonesia, menurut Cahyu Dwi dan Titi Atmojo pelopor komunitas single parent  Indonesia pada November 2007 menyebutkan bahwa pada awal berdiri, milis hanya beranggotakan 40 orang saja.. Titi juga menambahkan, setelah 3 tahun berdiri anggota komunitas ini pun bertamabah menjadi hampir 150 orang (maria@mediaIndonesia.com dan Indosingleparent@yahoogroup.com). Sedangkan menurut data yang di peroleh jumlah ibu single parent  di kecamatan patiantrowo mencapai 30 orang. Namun hanya 15 orang ibu single parent  yang memberikan asuh,asih,asah secara optimal kepada anak-anaknya.
                        Dalam hal ini, masalah yang terjadi umumnya pada ibu yang pekerja. Karena peran ibu single parent  yang harus membiayai kebutuhan sehari-hari. Dengan demikian waktu untuk kontak dengan anak sendiri sangat kurang. Karena ibu lebih banyak menghabiskan waktu untuk bekerja. Pada dasarnya anak usia 4-6 tahun sangatlah membutuhkan pengawasan ekstra. Sebab dalam tahap ini mereka mengalami pengembangan inisiatif/ide sehingga anak akan cenderung banyak bertanya dalam semua hal. Apabila anak tersebut tidak mendapatkan jawaban yang tepat akibatnya anak tersebut akan salah persepsi dan anak akan melakukan apapun yang mereka inginkan tanpa adanya larangan.  Sehingga anak akan melakukan prilaku menyimpang misalnya anak akan salah pergaulan, anak nakal karena waktu untuk memperoleh asuh, asih, asah kurang. Oleh karena itu sebagian ibu haruslah mengerti tentang kebutuhan bagi anaknya walaupun ibu tersebut single parent.
Tumbuh kembang anaknya. Maka dari itu perlu dilakukan suatu penelitian guna untuk mengetahui seberapa besar peran asuh,asih,dan asah ibu single parent dengan tumbuh kembang anak usia 4-6 tahun.
1.2 Rumusan Masalah
            Bagaimana hubungan peran ibu single parent yang meliputi asuh, asih dan asah dengan tumbuh kembang anak usia 4-6 tahun di TK Pertiwi Patianrowo tahun 2010 ?
1.3 Tujuan Penelitian
1.3.1    Tujuan umum
            Mengetahui pengaruh peran asuh,asih,dan asah ibu single parent dengan tumbuh kembang anak usia 4-6 tahun di TK Pertiwi Patianrowo.
1.3.2    Tujuan khusus
1.   Mengidentifikasi peran asuh  di TK Pertiwi Patianrowo.
2.   Mengidentifikasi peran asih di TK Pertiwi Patianrowo.
3.   Mengidentifikasi peran asah di TK Pertiwi Patianrowo.
4.   Mengidentifikasi tumbuh kembang anak usia 4-6 tahun di TK Pertiwi Patianrowo.
5.   Menganalisis hubungan peran asuh,asih,dan asah ibu single parent dengan tumbuh kembang anak usia 4-6 tahun di TK Pertiwi Patianrowo.
1.4     Manfaat penelitian
1.4.1    Bagi Responden
                        Dengan diadakannya penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan pada ibu pentingnya peran asuh,asih,dan asah ibu single parent dengan tumbuh kembang anak usia 4-6 tahun.
1.4.2        Bagi Peneliti
                        Penelitian ini menambah pengetahuan bagi peneliti tentang seberapa besar peran asuh, asih, dan asah ibu single parent  dengan tumbuh kembang anak usia 4-6 tahun.
1.4.3        Bagi Profesi Kebidanan
                        Penelitian memberikan masukan bagi profesi dalam mengembangkan perencanaan kebidanan yang akan di lakukan tentang pentingnya peran asuh,,asih,dan asah ibu single parent dengan tumbuh kembang anak usia 4-6 tahun.
1.4.4        Bagi Penelitian Selanjutnya
                        Hasil penelitian ini dapat bermanfaat bagi peneliti selanjutnya dan peneliti selanjutnya dapat meneliti tentang pentingnya dukungan dan keikutsertaan suami terhadap asuh, asih, asah anak usia 4-6 tahun.
1.5. Batasan Penelitian
                        Peneliti hanya meneliti mengenai peran asuh,asih,dan asah ibu single parent dengan tumbuh kembang anak usia 4-6 tahun dan peneliti tidak meneliti tentang pentingnya dukungan dan keikutsertaan suami terhadap asuh, asah, asih terhadap anak usia 4-6 tahun.

BAB 4
HASIL DAN PEMBAHASAN

Pada bab ini akan disajikan hasil penelitian sesuai dengan tujuan penelitian yang ditetapkan, selanjutnya hasil penelitian ini dianalisis sesuai variabel yang diteliti.

4.1. Gambaran Lokasi
Penelitian ini dilakukan di TK Pertiwi Patianrowo Kabupaten Nganjuk yang terletak di barat Desa Sanggrahan, sebelah selatan dibatasi oleh Desa Pandantoyo, sebelah timur dibatasi oleh Desa Glagahan, dan disebelah utara dibatasi oleh Desa Pecuk. Dan menurut hasil penelitian, didapatkan 35 orang ibu single parent yang mempunyai anak usia 4 – 6 tahun. Penelitian ini dilakukan mulai pertengahan bulan Agustus.
Hasil penelitian akan dibagi dalam dua bagian meliputi data umum dan data khusus. Data umum berupa karakteristik responden yang meliputi umur, pendidikan dan pekerjaan. Data khusus yang meliputi peran asuh, asih dan asah ibu single parent dengan tumbuh kembang anak usia 4 – 6 tahun.

4.1.1 Data Umum
Data umum terdiri atas karakteristik responden yaitu :
1. Distribusi responden menurut umur
Tabel 4.1. Distribusi responden menurut umur di TK Pertiwi Patianrowo, Nganjuk bulan Agustus 2010.
No
Umur
Frekuensi
Prosentasi (%)
1
21 – 25 tahun
14
40
2
26 – 30 tahun
5
14,28
3
31 – 35 tahun
10
28,58
4
36 – 40 tahun
6
17,14

Jumlah
35
100
   Sumber: Data Primer 2010

2. Distribusi responden menurut tingkat pendidikan
Tabel 4.2. Distribusi responden menurut tingkat pendidikan di TK Pertiwi Patianrowo, Nganjuk bulan Agustus 2010.
No
Umur
Frekuensi
Prosentasi (%)
1
SD
5
14,3
2
SLTP
15
42,86
3
SLTA
13
37,14
4
PT
2
5,7

Jumlah
35
100
Sumber: Data Primer 2010


4.1.2. Data Khusus
1. Distribusi responden menurut tingkat peran asuh, asih dan asah ibu single parent dengan tumbuh kembang anak usia 4 – 6 tahun.
Tabel 4.3. Distribusi responden menurut tingkat peran asuh, asih dan asah ibu single parent dengan tumbuh kembang anak usia 4 – 6  tahun di TK Pertiwi Patianrowo, Nganjuk bulan Agustus 2010.
No
Tingkat Peran Asuh, Asih dan Asah Ibu Single Parent
Frekuensi
Prosentasi (%)
1
Baik
9
25,71
2
Cukup
16
45,71
3
Kurang
10
28,58

Jumlah
35
100
Sumber: Data Primer 2010

2. Distribusi balita menurut perkembangan anak
Tabel 4.4 Distribusi balita menurut perkembangan anak usia 4 – 6 tahun di TK Pertiwi Patianrowo, Nganjuk bulan Agustus 2010.
No
Jenis Perkembangan
Frekuensi
Prosentasi (%)
1
Normal
26
74,29
2
Meragukan
6
17,14
3
Abnormal
3
8,57
4
Tidak dapat di test
-
-

Jumlah
35
100
    Sumber: Data Primer 2010

3. Distribusi balita menurut pertumbuhan anak
Tabel 4.5. Distribusi balita menurut pertumbuhan anak usia 4 – 6 tahun di TK Pertiwi Patianrowo, Nganjuk bulan Agustus 2010.
No
Pertumbuhan
Frekuensi
Prosentasi (%)
1
Gemuk
5
14,28
2
Sedang
20
57,14
3
Kurus
10
28,58

Jumlah
35
100
Sumber: Data Primer 2010


4. Perhitungan data antara variabel independent dengan variabel dependent.
Perhitungan data hubungan antara peran Asuh, Asih dan Asah ibu single parent dengan tumbuh kembang anak usia 4 – 6 tahun dengan menggunakan uji statistik sperman Rank didapatkan hasil a = 0,05 keyakinan 95% maka Ho ditolak yang berarti ada hubungan antara peran Asuh, Asih, Asah ibu single parent dengan tumbuh kembang anak usia 4 – 6 tahun.
4.2. Pembahasan
4.2.1. Peran Asuh, Asih dan Asah single parent
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan terhadap 35 responden didapatkan sebagian besar responden memiliki peran baik 25,71 %, cukup 45%  dan kurang 28,58%. Peran yang diteliti dalam penelitian ini adalah keseluruhan paran ibu yaitu mencakup peran Asuh,Asih,dan Asah. Peran Asuh meliputi pemberian gizi atau pangan yang cukup,perawatan kesehatan,pemberian papan atau pemukiman yang layak,dan pemberian sandang, Peran Asih meliputi pemberian kasih sayang,dan pemberian perhatian sedangkan peran Asah meliputi pengembangan kreatifitas dan stimulasi mental ( keterampilan dan kreatifitas). Perbedaan tingkat peran tersebut bisa disebabkan oleh perbedaan umur. Tingkat pendidikan serta pengalaman. Perbedaan umur responden dapat mempengaruhi hasil evaluasi kuesioner, dari tabel distribusi menurut umur didapatkan sebagian besar berumur antara 21 – 25 tahun yaitu 40%.
Hal ini sesuai dengan pendapat Nursalam (2001) yang menyatakan bahwa umur sangat berpengaruh pada kesadaran seseorang, semakin cukup umur seseorang maka tingkat kematangan dan kekuatan seseorang akan lebih matang dalam berfikir dan bertindak. Pada usia 21 – 25 tahun merupakan usia yang labil dan tingkat pengetahuannya kurang tetapi hasil dari kuesioner menunjukkan tingkat peran ibu adalah cukup (45,71 %). Peran adalah pola, perilaku, nilai, dan tujuan yang di harapkan dari seseorang berdasarkan posisinya di masyarakat, peran yang diterapkan adalah peran di mana seseorang tidak punya pilihan (Nursalam). Peran ibu single parent tergolong cukup (45,71) disebabkan karena kurangnya pengalaman dalam hal pengasuhan anak, kurangnya pengalaman ini disebabkan usia mereka masih muda dan juga pada usia tersebut merupakan pengalaman pertama (anak pertama) dalam mengasuh anak. Semakin bertambahnya usia semakin bertambah pula pengalaman yang dimiliki, semakin cukup usia tingkat kematangan dan kekuatan akan lebih baik dalam berfikir dan bekerja selain itu peran ibu tergolong cukup karene salah satu indikator tidak terpenuhi secara maksimal yaitu  peran Asih karena ibu single parent tidak bisa secara maksimal memberikan perhatian dan kasih sayang yang penuh terhadap anaknya karena harus membagi waktu antara anak dengan pekerjaan.
Berdasarkan hasil penelitian di TK Pertiwi Patianrowo Kabupaten Nganjuk tahun 2010. Didapatkan data sebagai berikut : sebagian besar responden berpendidikan SLTP yaitu 42,86 %. Dari evaluasi kuesioner didapatkan bahwa peran Asuh, Asih, Asah tidak dapat diberikan secara maksimal. Para ibu tidak mengerti bahwa Asuh, Asih dan Asah sangat penting bagi perkembangan dan pertumbuhan anak. Nursalam (2001) menjelaskan bahwa makin tinggi pendidikan seseorang, maka makin mudah menerima informasi sehingga makin banyak pula pengetahuan yang dimiliki.
Menurut peneliti hal ini juga disebabkan karena belum adanya penyuluhan tentang peran Asuh, Asih dan Asah bagi anak, selain itu tingkat peran ibu juga dipengaruhi oleh kurangnya informasi baik dari media cetak maupun media-media lain yang membahasa tentang pentingnya peran ibu terhadap tumbuh kembang anak.
Maka dari itulah setiap ibu harus di beri penyuluhan tentang pentingnya peran ibu (Asuh,Asih,Asah) bagi tumbuh kembang anaknya agar anaknya dapat berkembang secara maksimal.
4.2.2. Perkembangan Anak
Berdasarkan hasil penelitian terhadap perkembangan anak yang dilakukan dengan test  DDST didapatkan sebagian besar anak menunjukkan perkembangan yang normal yaitu 74,29%, yang memiliki status perkembangan meragukan 17,14%, abnormal 8,57%.
Perkembangan (development) adalah bertambahnya kemampuan (skill) dalam struktur dan fungsi tubuh yang lebih kompleks dalam pola yang teratur dan dapat diramalkan sebagai hasil pematangan (www.infoanak.com).
Melihat dari tingkat peran ibu yang sebagian besar hasilnya cukup (45,71%) akan tetapi perkembangan anak yang normal mencapai 74,29% . Hal ini karena peran ibu single parent yang meliputi asuh,asih,dan asah sudah cukup dapat disalurkan pada anaknya. Dalam kesehariannya anak sudah dapat berkumpul, berkomunikasi, dan bermain dengan ibu dan teman-teman sebaya sehingga anak memperoleh stimulasi dengan sendirinya.
4.2.3. Pertumbuhan Anak
Berdasarkan hasil penelitian terhadap pertumbuhan anak yang dilakukan dengan mengukur BB didapatkan sebagian berat badan anak sedang yaitu 57,14%, yang memiliki berat badan gemuk 14,28, kurus 28,57%.
Pertumbuhan (growth) berkaitan degan masalah perubahan dalam besar,jumlah tingkat sel organ maupun individu yang bisa diukur dengan ukuran berat ( gram,pound,kg), ukuran panjang (cm,meter). Melihat dari tingkat peran ibu yang sebagian besar hasilnya cukup (45,71%) dan pertumbuhan anak tergolong sedang mencapai 57,14%.
 Hal ini dikarenakan peran ibu single parent memberikan konsumsi makanan yang seadanya. Karena para ibu single parent harus menyesuaikan dengan kebutuhan yang lain. Peran ibu single parent di sini selain sebagai ibu dari anak-anaknya juga sebagai kepala keluarga yang harus membiayai kebutuhan sehari-hari. Sehingga pembagian keuangan harus diatur disesuaikan dengan kebutuhan.
4.2.4. Hubungan antara peran Asuh, Asih dan Asah ibu single parent dengan tumbuh kembang anak usia 4-6 tahun.
Berdasarkan hasil dari penelitian diperoleh data sebagai berikut: peran : baik sebanyak 9 responden ( 25,71%), cukup sebanyak 16 responden ( 45,71), dan kurang sebanyak 10 responden ( 28,58%). Perkembangan anak : normal sebanyak 26 responden ( 74,29%),meragukan sebanyak 6 responden ( 17,14%), abnormal sebanyak 3 responden (8,57%). Pertumbuhan: Gemuk sebanyak 5 responden (14,28%), sedang sebanyak 20 responden ( 57,14 %),dan kurus sebanyak 10 responden (28,58%).
Dari data di atas maka dilakukan perhitungan untuk mengetahui apakah ada hubungan antara peran Asuh, Asih dan Asah ibu single parent dengan tumbuh kembang ana usia 4-6 tahun dengan menggunakan nilai tingkat kemaknaan a = 0,05, dari hasil perhitungan maka Ho ditolak hal ini menunjukkan adanya hubungan peran Asuh, Asih dan Asah dengan tumbuh kembang anak.

BAB 5
KESIMPULAN


5.1. Identifikasi Tujuan Khusus
a.      Sebagian besar peran Asuh, Asih, dan Asah ibu single parent dengan tumbuh kembang anak usia 4 – 6 tahun tergolong cukup yaitu 45,71%.
b.      Perkembangan anak usia 4 – 6 tahun di TKPertiwi Patianrowo tergolong normal yaitu 74,29%.
c.      Pertumbuhan anak usia 4 – 6 tahun di TK Pertiwi, Patianrowo tergolong sedang yaitu 57,14%.
5.2   Kesimpulan
Menurut hasil penelitian dengan menggunakan tingkat kemaknaan a = 0,05 di dapatkan hasil Ho ditolak maka artinya ada hubungan antara peran Asuh, Asih, dan Asah ibu single parent dengan tumbuh kembang anak usia 4 – 6 tahun di TK Pertiwi Patianrowo Nganjuk.

5.3. Saran
Dari kesimpulan diatas peneliti dapat memberikan saran yang berguna, yaitu :
5.3.1        Bagi Responden
Dengan diadakannya penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan pada ibu pentingnya peran Asuh,Asih,dan Asah ibu single parent dengan tumbuh kembang anak usia 4-6 tahun.

5.3.2        Bagi Peneliti
 Penelitian ini menanbah pengetahuan bagi peneliti tentang seberapa besar peran Asuh,Asih, dan Asah ibu single parent dengan tumbuh kembang anak usia 4-6 tahun.
5.3.2        Bagi Profesi Kebidanan
Penelitian memberikan masukan bagi profesi dalam mengembangkan perencanaan kebidanan yang akan di lakukan tentang pentingnya peran asuh,asih,dan asah ibu single parent dengan tumbuh kembang anak usia 4-6 tahun.