Minggu, 23 Juni 2013

HUBUNGAN MOTIVASI SUAMI DENGAN SIKAP PUS TENTANG DETEKSI DINI KANKER SERVIK DENGAN CARA IVA DI PUSKESMAS GAMBIRAN KEC. MOJOAGUNG KABUPATEN JOMBANG

ABSTRAK     

HUBUNGAN MOTIVASI SUAMI DENGAN SIKAP PUS TENTANG DETEKSI DINI KANKER SERVIK DENGAN CARA IVADI PUSKESMAS GAMBIRAN KEC. MOJOAGUNG 
KABUPATEN JOMBANG 



Fungsi dari peran suami tentu dipengaruhi oleh tuntutan kepentingan dan kebutuhan yang ada dalam keluarga suami sebagai kepala rumah tangga diwajibkan harus siap dengan tanggung jawab yang diembannya. Insiden kanker serviks menurut perkiraan Kementrian Kesehatan 100 per 100.000 penduduk pertahun, sedangkan data laboratorium pathologi anatomi seluruh Indonesia, frekuensi kanker serviks paling tinggi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan motivasi suami dengan sikap PUS pada Deteksi Dini Kanker servik dengan cara IVA di Puskesmas Gambiran Kecamatan Mojoagung Kabupaten Jombang tahun 2012.
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian Analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasinya adalah Semua PUS yang berkunjung di Poli KIA sebanyak 38 orang, pengambilan sampel dengan cara total sampling. Variabel bebasnya adalah Motivasi suami tentang Deteksi Dini Kanker servik dengan cara IVA, variabel tergantungnya sikap PUS tentang Deteksi Dini Kanker servik dengan cara IVA.  Analisis   data menggunakan Chi Square.Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar motivasi suami yang bersikap positif terhadap PUS pada Deteksi Dini Kanker servik dengan cara IVA sebanyak 23 orang (95,8%), sedangkan motivasi suami negatif sebagian kecil sikap PUS pada Deteksi Dini Kanker servik dengan cara IVA sebanyak  2 orang (14,3%). Hasil analisa data menggunakan uji chi square didapatkan bahwa hasil P= 403328E-07, Karena p (403328E-07) < 0,05   maka H0 ditolak dan H1 diterima, artinya ada hubungan yang bermakna antara motivasi suami dengan sikap PUS pada Deteksi Dini Kanker servik dengan cara. Dalam rangka menggugah kesadaran wanita dan suaminya, tenaga kesehatan memberikan motivasi untuk mengikuti pemeriksaan IVA dengan cara penyuluhan dan konseling.
 Kata Kunci : Motivasi Suami, Sikap PUS, Deteksi Dini Kanker servik  

ABSTRACT
THE RELATION OF HUSBAND MOTIVATION WITH PUS ATTITUDE ABOUT EARLY DETECTION OF CERVIX CANCER WITH IVA WAYIN PUSKESMAS GAMBIRAN MOJOAGUNG  SUB DISTRICT
JOMBANG REGENCY 



The function from husband role course be affected by interest demand and needs which there is in husband family as a leader of family required must ready with responsibility who borne. Cervix cancer incident according to health minister estimate 100 per 100.000 habitant a years, while anatomi pathologi laboratorium data all of Indonesia, frequency cervix cancer highest. The purpose of this research is to know the relation of husband motivation with PUS attitude on early detection of cervix cancer with IVA way in Puskesmas Gambiran Mojoagung Sub District Jombang Regency 2012.
This research using analytic type research with cross sectional approach. The population is all of PUS who visit in Poli KIA as much 38 people, sample intake with total sampling way. Independent variable is husband motivation about early detection of cervix cancer with IVA way, dependent variable is PUS attitude about early detection of cervix cancer with IVA way.  Analyze data using Chi Square.The result of research showed majority husband motivation who have a certain attitude positive against PUS on early detection of cervix cancer with IVA way as much 23 people (95,8%), while husband motivation negative minority PUS attitude on early detection of cervix cancer with IVA way as much 2 people (14,3%). The result of analyze data using chi square test obtain that result P= 403328E-07, because p (403328E-07) < 0,05  then H0 refused and H1 accepted, which means there is meaningful relationship between husband motivation with PUS attitude on early detection cervix cancer with IVA way. In order to arouse women conscious and her husband, health worker give motivation to follow check IVA with counseling.
 Key word: Husband Motivation, PUS Attitude, Early Detection of Cervix Cancer


BAB I

PENDAHULAN

 
1.1  Latar Belakang

Di Negara berkembang, penyakit kanker banyak jumlahnya seiring dengan makin tingginya usia harapan hidup. Kanker merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat di dunia maupun di Indonesia. Kanker serviks atau kanker leher rahim diberitakan sebagai penyebab kematian pada wanita nomor satu di Indonesia. Setiap dua menit satu orang di dunia yang meninggal karena kanker serviks. Hal ini karena mereka datang periksa dalam keadaan stadium lanjut. Keterlambatan itu disebabkan oleh rendahnya pengetahuan, kemiskinan, sosial ekonomi dan pada stadium dini kanker ini tidak menimbulkan gejala atau rasa sakit (FK UNAIR – RSUD Dr. Soetomo, 2008). Pengelolaan lesi prakanker dimaksudkan untuk deteksi penyakit pada stadium dini, salah satunya dengan cara inspeksi visual dengan asam asetat (Iskandar, 2009). Fungsi dari peran suami tentu dipengaruhi oleh tuntutan kepentingan dan kebutuhan yang ada dalam keluarga suami sebagai kepala rumah tangga diwajibkan harus siap dengan tanggung jawab yang diembannya ( Kurniawan, 2008 ).
Insiden kanker serviks menurut perkiraan Kementrian Kesehatan 100 per 100.000 penduduk pertahun, sedangkan data laboratorium pathologi anatomi seluruh Indonesia, frekuensi kanker serviks paling tingmagi. Penyebarannya terlihat bahwa 92,4 terakumulasi di Jawa dan Bali (Romauli, 2009). Hasil deteksi dini atau skrining 2007-2010 sebanyak 291.473 perempuan usia (30-50) tahun telah diskrining, dengan jumlah IVA positif yang ditemukan 4,3%; suspek kanker leher rahim 0,27%, dan tumor payudara 0,47% (Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, 2011). Di Kabupaten Jombang pada tahun 2011 jumlah PUS yang memperoleh awareness sebanyak 1056 orang sedangkan yang mengikuti skrining IVA sebanyak 146 orang. Sedangkan di Puskesmas Gambiran Kecamatan Mojoagung jumlah PUS yang memperoleh awareness sebanyak 286, yang melaksanakan pemeriksaan IVA sebanyak 80 orang  (Laporan tribulan Dinas Kesehatan Jombang, bulan April – Juni 2011). Studi pendahuluan di Puskesmas Gambiran Kecamatan Mojoagung tanggal 6 April 2012 dengan cara wawancara bidan, pada 10 orang wanita usia subur, diperoleh data 7  orang mengatakan pernah mengikuti penyuluhan di Puskesmas tentang IVA dan 3 orang belum pernah mengikuti penyuluhan di Puskesmas tentang IVA. Dari 7 orang wanita yang pernah mengikuti penyuluhan di Puskesmas tentang IVA tersebut, 2 orang mengatakan memperoleh dukungan suami untuk mengikuti pemeriksaan IVA dan 5 orang mengatakan suami tidak mengetahui tentang pemeriksaan IVA, juga ibu takut dan malu mengikuti pemeriksaan IVA.
Berkembangnya Infeksi virus HPV menjadi kanker serviks memerlukan waktu bertahun-tahun, bahkan lebih dari 10 tahun. Pada tahap awal infeksi virus akan menyebabkan perubahan sel-sel epitel pada mulut rahim, sel-sel menjadi tidak terkendali perkembangannya dan bila berlanjut akan menjadi kanker. Infeksi virus HPV sebelum menjadi kanker didahului oleh adanya lesi prakanker yang disebut Cervical Intraepthelial Neoplasia (CIN) atau Neoplasia Intraepitel Serviks (NIS). Lesi prakanker ini berlangsung cukup lama yaitu memakan waktu antara 10 -­ 20 tahun. Setiap wanita bisa terinfeksi HPV, infeksi HPV ditularkan melalui kontak kelamin, bukan hanya melalui hubungan seks. Infeksi ini mudah menular sehingga semua wanita yang sudah melakukan hubungan seks berisiko terkena kanker leher rahim. Resiko menderita kanker leher rahim meningkat pada wanita perokok, berganti-ganti pasangan seksual, menikah usia muda dan penderita dengan penurunan kekebalan tubuh/HIV+ (AIDS) (Iskandar, 2009). IVA (Inspeksi Visual Asam Asetat) tes merupakan alternatif skrining untuk kanker serviks (Sidohutomo, 2008). Rendahnya pengetahuan mengenai kesehatan merupakan faktor predisposisi dari perilaku kesehatan yang mengarah kepada timbulnya penyakit. (Budiharto, 2008). Dampak bila PUS tidak mengikuti sosialisasi IVA, tidak mengetahui informasi tentang deteksi dini kanker servik, wanita tidak melakukan pemeriksaan IVA, hampir 70% datang ke rumah sakit sudah dalam keadaan stadium lanjut. Ini berarti telah lebih dari stadium IIb. Pada stadium ini, efektivitas pengobatan yang lengkap sekalipun hasilnya masih belum memuaskan dan mortalitas yang diakibatkannya tinggi.
Upaya pencegahan dilakukan melalui penyusunan pedoman, kampanye dan promosi (komunikasi, informasi, edukasi/KIE). Dalam rangka menggugah kesadaran wanita dan suaminya, tenaga kesehatan memberikan motivasi untuk mengikuti pemeriksaan IVA dengan cara penyuluhan dan konseling. Mengikut sertakan suami dalam pelaksanaan penyuluhan atau sosialisasi tentang deteksi dini kanker servik. Menyebarkan leaflet tentang penyakit kanker servik dan deteksi dini kanker servik pada masyarakat, bekerja sama dengan organisasi masyarakat dalam rangka penyebaran informasi tentang IVA, meminta dukungan tokoh masyarakat, kader kesehatan dan tokoh agama ( Iskandar,2009 ).
 Berdasarkan fenomena tersebut maka peneliti ingin melakukan penelitian Hubungan Motivasi suami dengan sikap PUS pada Deteksi Dini Kanker servik dengan cara IVA di Puskesmas Gambiran Kecamatan Mojoagung Kabupaten Jombang tahun 2012.
1.2         Rumusan Masalah
Berdasarkan identifikasi masalah, maka rumusan masalah penelitian ini adalah “Apakah ada Hubungan Motivasi suami dengan sikap PUS pada Deteksi Dini Kanker servik dengan cara IVA di Puskesmas Gambiran Kecamatan Mojoagung Kabupaten Jombang tahun 2012?”
1.3         Tujuan Penelitian
1.3.1  Tujuan Umum
Mengetahui Hubungan Motivasi suami dengan sikap PUS tentang Deteksi Dini Kanker servik dengan cara IVA di Puskesmas Gambiran Kecamatan Mojoagung Kabupaten Jombang tahun 2012.
1.3.2  Tujuan Khusus
1.   Mengidentifikasi motivasi suami tentang deteksi dini kanker servik dengan cara IVA
2.   Mengidentifikasi sikap PUS tentang deteksi dini kanker servik dengan cara IVA
3.   Menganalisis hubungan motivasi suami dengan sikap PUS tentang Deteksi Dini Kanker servik dengan cara IVA di Puskesmas Gambiran Kecamatan Mojoagung Kabupaten Jombang tahun 2012
1.4         Manfaat Penelitian
1.4.1     Bagi Responden
               Hasil penelitian ini dapat menjadi bahan informasi tentang deteksi dini kanker serviks dengan cara IVA sebagai salah satu cara untuk mengetahui gejala kanker servik.
1.4.2     Bagi Peneliti
          Hasil penelitian ini dapat menambah wawasan dan menambah pengetahuan dalam penerapan teori penelitian yang telah diterima agar lebih mendalam khususnya tentang sikap PUS tentang deteksi dini kanker servik dengan cara IVA.
1.4.3        Bagi Profesi Kebidanan
            Hasil penelitian ini dapat memberikan gambaran pencapaian dan cakupan peserta deteksi dini kanker servik dengan menggunakan pemeriksaan IVA sehingga dapat digunakan sebagai bahan masukan dalam menentukan rencana tindak lanjut yang tepat.
1.4.4        Bagi Penelitian Selanjutnya
Hasil penelitian ini dapat menambah kepustakaan bagi yang membutuhkan referensi mengenai sikap PUS  pada deteksi dini kanker serviks dengan cara IVA.
1.5      Batasan Penelitian
Penelitian ini di batasi hanya pada hubungan motivasi suami dengan sikap PUS pada deteksi dini kanke servik dengan cara IVA di puskesmas gambiran kec. Mojoagung Kabupaten Jombang, sedangkan faktor- faktor yang mempengaruhi motivasi suami dan sikap PUS tidak di teliti.




BAB 4
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Bab ini menguraikan hasil penelitian yang dilaksanakan pada bulan Agustus  tahun 2012 dengan responden PUS sejumlah 38 orang, dengan cara menyearkan kuesioner pada responden. Hasil penelitian terdiri dari data umum dan data khusus kemudian dilakukan pembahasan.
4.1        Gambaran Umum Tempat Penelitian 
Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus 2012 di Puskesmas Gambiran Kecamatan Mojoagung Kabupaten Jombang. Luas wilayahnya 2380 ha terdiri dari 8 desa dan 36 posyandu, dengan jumlah kelas ibu hamil 8 kelas, dan jumlah penduduk 30292 jiwa yang meliputi laki-laki 14.521 jiwa dan wanita 15.771 jiwa.
Puskesmas Gambiran Kecamatan Mojoagung Kabupaten Jombang memberikan pelayanan kesehatan pada seluruh lapisan masyarakat di wilayah kerjanya, meliputi pemeriksaan kesehatan umum dan pengobatan dasar, pemeriksaan kesehatan ibu dan anak (pemeriksaan kehamilan, masa nifas, KB, imunisasi, MTBS, dan SDIDTK), konsultasi KRR (Kesehatan Reproduksi Remaja), konsultasi gizi, pemeriksaan laboratorium sederhana, dan melaksanakan rujukan. Terdiri dari 1 ruang untuk pendaftaran, 1 ruang pemeriksaan umum dengan 2 tempat tidur, 1 ruang pemeriksaan kesehatan ibu dengan 1 tempat tidur dan 1 tempat pemeriksaan ginecology, 1 ruang konsultasi gizi, 1 ruang pemeriksaan kesehatan gigi, 1 ruang pelayanan obat, 1 ruang imunisasi, 1 ruang administrasi, dan 1 ruang laboratorium.

Batas utara      :
Desa Seketi Kecamatan MojoagungBatas wilayah Puskesmas Gambiran Kabupaten Jombang adalah :
Batas timur      : Desa Kademangan Kecamatan Mojoagung
Batas selatan   : Desa Gayam Kecamatan Mojowarno
Batas barat      : Desa Sumberjo Kecamatan Sumobito
4.2     Hasil Penelitian
Selama penelitian ini berlangsung, peneliti menemukan banyak fakta tentang data umum yang meliputi umur, pendidikan, pekerjaan, dan paritas serta data khusus meliputi Motivasi suami, sikap PUS pada Deteksi Dini Kanker servik dengan cara IVA dan hubungan Motivasi suami dengan sikap PUS pada Deteksi Dini Kanker servik dengan cara IVA.
4.2.1     Data Umum
1.      Karakteristik Responden berdasarkan umur  
Tabel 4.1 Karakteristik responden berdasarkan umur di Puskesmas Gambiran Kecamatan Mojoagung Kabupaten Jombang pada bulan Agustus tahun 2012
No
Umur
Jumlah
Persentase (%)
1.
<20  tahun
2
5,3
2
20-35 tahun
22
57,9
3
> 35 tahun
14
36,8

Total
38
100
Sumber : Data Primer 2012

Tabel 4.1 menunjukkan bahwa karakteristik responden berdasarkan umur di Puskesmas Gambiran Kabupaten Jombang sebagian besar berusia 20-35 tahun sebanyak 22 orang (57,9%).

2.      Karakteristik Responden berdasarkan pendidikan
Tabel 4.2   Karakteristik responden berdasarkan pendidikan di Puskesmas Gambiran Kecamatan Mojoagung Kabupaten Jombang pada bulan Agustus tahun 2012
No
Pendidikan
Jumlah
Persentase (%)
1
SD
7
18,4
2.
SMP
20
52,6
3.
SMA
8
21,1
4.
Akademi/PT
3
7,9

Total
38
100
Sumber : Data Primer 2012

Tabel 4.2 menunjukkan bahwa karakteristik responden berdasarkan pendidikan di Puskesmas Gambiran Kabupaten Jombang sebagian besar berpendidikan SMP sebanyak 20 orang (52,6%).
      3.    Karakteristik Responden Berdasarkan Pekerjaan

Tabel 4.3 Karakteristik responden berdasarkan pekerjaan di Puskesmas Gambiran Kecamatan Mojoagung Kabupaten Jombang pada bulan Agustus tahun 2012
No
Pekerjaan
Jumlah
Persentase (%)
1.
Bekerja
24
63,2
2.
Tidak Bekerja
14
36,8

Total
38
100
Sumber : Data Primer 2012

Tabel 4.3 menunjukkan bahwa karakteristik responden berdasarkan pekerjaan di Puskesmas Gambiran Kabupaten Jombang sebagian besar tidak bekerja yaitu sebanyak 14 orang (36,8%).
4.   Karakteristik Responden Berdasarkan Paritas

Tabel 4.4 Karakteristik responden berdasarkan paritas di Puskesmas Gambiran Kecamatan Mojoagung Kabupaten Jombang pada bulan Agustus tahun 2012
No
Paritas
Jumlah
Persentase (%)
1.
Primipara
11
28,9
2.
Multipara 
21
55,3
3.
Grandemultipara
6
15,8

Total
38
100
Sumber : Data Primer 2012
Tabel 4.4 menunjukkan bahwa karakteristik responden berdasarkan paritas di Puskesmas Gambiran Kabupaten Jombang sebagian besar multipara yaitu sebanyak 21 orang (55,3%).
4.2.2     Data Khusus
1.      Motivasi suami
Tabel 4.5   Distribusi Frekuensi responden berdasarkan Motivasi suami di Puskesmas Gambiran Kecamatan Mojoagung Kabupaten Jombang pada bulan Agustus tahun 2012

No
Motivasi
Frekuensi
Prosentase (%)
1
Positif
24
63,2
2
Negatif  
14
36,8

Jumlah
38
100
Sumber : Data Primer 2012
Berdasarkan tabel 4.5 menunjukkan bahwa motivasi suami di Puskesmas Gambiran Kabupaten Jombang sebagian besar positif yaitu sebanyak 24 orang (63,2%).
2.      Sikap PUS pada Deteksi Dini Kanker servik dengan cara IVA
Tabel 4.6  Distribusi Frekuensi responden berdasarkan sikap PUS pada Deteksi Dini Kanker servik dengan cara IVA di Puskesmas Gambiran Kecamatan Mojoagung Kabupaten Jombang pada bulan Agustus tahun 2012
No
Sikap
Frekuensi
Prosentase
1
Positif
25
65,8
2
Negatif
13
34,2

Jumlah
38
100

Berdasarkan tabel 4.6 menunjukkan bahwa sikap PUS pada Deteksi Dini Kanker servik dengan cara IVA di Puskesmas Gambiran Kecamatan Mojoagung Kabupaten Jombang pada bulan Agustus tahun 2012 sebagian besar positif yaitu sebanyak 25 orang (65,8%).

3.Hubungan Motivasi suami dengan sikap PUS pada Deteksi Dini Kanker       servik dengan cara IVA

Tabel 4.7 Tabel silang hubungan Motivasi suami dengan sikap PUS pada Deteksi Dini Kanker servik dengan cara IVA di Puskesmas Gambiran Kecamatan Mojoagung Kabupaten Jombang pada bulan Agustus tahun 2012.

No
Motivasi suami
Sikap PUS
Jumlah (%)
Positif
Negatif
1
Positif
23 (95,8%)
1 (4,2%)
24 (100%)
2
Negatif
2 (14,3%)
12 (85,7%)
14 (100%)

Jumlah
25 (65,8%)
13 (34,2%)
38 (100%)

Berdasarkan tabel 4.7 menunjukkan bahwa motivasi suami positif sebagian besar sikap PUS pada Deteksi Dini Kanker servik dengan cara IVA positif yaitu sebanyak 23 orang (95,8%), sedangkan motivasi suami negatif sebagian kecil sikap PUS pada Deteksi Dini Kanker servik dengan cara IVA positif yaitu sebanyak  2 orang (14,3%)
Hasil analisa data menggunakan uji chi square didapatkan bahwa P= 403328E-07, Karena p (403328E-07) < 0,05  maka H0 ditolak dan H1 diterima, artinya ada hubungan yang bermakna antara motivasi suami dengan sikap PUS pada Deteksi Dini Kanker servik dengan cara IVA di Puskesmas Gambiran Kecamatan Mojoagung Kabupaten Jombang pada bulan Agustus tahun 2012.
4.3 Pembahasan
4.3.1  Motivasi Suami
Berdasarkan tabel 4.5 menunjukkan bahwa motivasi suami di Puskesmas Gambiran Kabupaten Jombang sebagian besar positif yaitu sebanyak 24 orang (63,2%).
Fungsi dari peran suami tentu dipengaruhi oleh tuntutan kepentingan dan kebutuhan yang ada dalam keluarga suami sebagai kepala rumah tangga diwajibkan harus siap dengan tanggung jawab yang diembannya (Kurniawan, 2008). Motivasi adalah serangkaian usaha untuk menyediakan kondisi – kondisi tertentu sehingga individu mau melakukan tindakan dalam mencapai tujuan (Setiawati, 2008). Salah satu yang mempengaruhi motivasi adalah kegiatan (program) yaitu motivasi yang timbul atas dorongan dalam diri seseorang/pihak lain yang didasari dengan adanya kegiatan (program) rutin dengan tujuan tertentu.
Dari hasil penelitian ternyata banyak suami yang memberikan motivasi positif pada istrinya, hal ini karena sosialisasi tentang kanker servik dan pemeriksaan IVA telah dapat diterima oleh suami dengan baik, namun sebagian masih ada suami yang mempunyai motivasi negatif, ini dapat dimungkinkan karena suami belum pernah memperoleh sosialisasi tentang IVA, atau memang karakter suami yang cuek terhadap kesehatan, khususnya kesehatan istrinya, tipe suami yang selalu menyerahkan semua keputusannya pada istrinya.
4.3.2  Sikap PUS pada Deteksi Dini Kanker servik dengan cara IVA
Berdasarkan tabel 4.6 menunjukkan bahwa sikap PUS pada Deteksi Dini Kanker servik dengan cara IVA di Puskesmas Gambiran Kecamatan Mojoagung Kabupaten Jombang pada bulan Agustus tahun 2012 sebagian besar positif yaitu sebanyak 25 orang (65,8%).
Sikap merupakan reaksi atau respons yang masih tertutup dari seseorang terhadap suatu stimulus atau objek. Manifestasi sikap itu tidak dapat langsung dilihat, tetapi hanya dapat ditafsirkan terlebih dahulu dari perilaku tertutup. Sikap belum merupakan suatu tindakan atau aktivitas, akan tetapi merupakan predisposisi tindakan suatu perilaku. Sikap itu masih merupakan reaksi tertutup, bukan merupakan reaksi terbuka atau tingkah laku terbuka. Sikap merupakan kesiapan untuk bereaksi terhadap obyek di lingkungan tertentu sebagai suatu penghayatan terhadap obyek. (Notoatmodjo, 2007). IVA (Inspeksi Visual Asam Asetat) tes merupakan alternatif skrining untuk kanker serviks (Sidohutomo, 2008). sikap secara nyata menunjukkan konotasi adanya kesesuaian reaksi terhadap stimulus tertentu yang dalam kehidupan sehari – hari merupakan reaksi yang bersifat emosional terhadap stimulus social (Notoadmodjo, 2007).
Hasil penelitian sebagian besar memiliki sikap positif, hal ini karena sudah banyak wanita menyadari tentang deteksi dini kanker servik, yang dianggap penyakit mematikan yang belum ada obatnya, bila telah terkena penyakit ini membutuhkan biaya besar untuk pengobatannya. Meskipun masih ada sebagian PUS yang bersikap negatif, hal ini dapat dikarenakan mereka masih belum pernak mengikuti sosialisasi tentang pemeriksaan lesi pra kanker dengan cara IVA, atau takut bila dilakukan pemeriksaan diperoleh hasil positif, sehingga lebih baik tidak mengetahui dan tidak mengikuti pemeriksaan IVA.
Faktor yang mempengaruhi sikap PUS pada Deteksi Dini Kanker servik dengan cara IVA dalam penelitian ini antara lain adalah faktor umur, pendidikan, pekerjaan dan paritas. Tabel 4.1 menunjukkan bahwa karakteristik responden berdasarkan umur di Puskesmas Gambiran Kabupaten Jombang sebagian besar berusia 20-35 tahun sebanyak 23 orang (60,5%). Usia individu yang terhitung mulai saat orang dilahirkan sampai saat beberapa tahun. Semakin cukup umur tingkat kematangan dan kekuatan seseorang akan lebih matang dalam berpikir dan bekerja. Dari segi kepercayaan masyarakat yang lebih dewasa akan lebih dipercaya dari pada orang yang belum cukup tinggi kedewasaannya (Notoatmodjo, 2007). Karena hasil penelitian ini sebagian besar usmur responden 20 – 35 tahun maka memiliki respon besar terhadap kesehatan reproduksinya, hal ini menyebabkan kesadaran untuk sehat juga lebih tinggi dan mendukung PUS bersikap positif pada deteksi dini kanker servik dengan cara IVA. Meskipun masih ada sebagian yang masih bersikap negatif yang disebabkan karena alas an tertentu,
Tabel 4.2 menunjukkan bahwa karakteristik responden berdasarkan pendidikan di Puskesmas Gambiran Kabupaten Jombang sebagian besar berpendidikan SMP sebanyak 20 orang (52,6%). Pendidikan adalah seluruh proses dimana seseorang mengembangkan kemampuan sikap dan bentuk perilaku yang mengandung nilai positif dalam masyarakat tempat hidup (Nursalam, 2008). Tingkat pendidikan responden meskipun hanya SMP ternyata sudah mampu memberikan kontribusi pada sikap PUS dalam merespon kesehatan, khususnya dalam hal ini adalah kesadaran PUS pada deteksi dini kanker servik dengan cara IVA, hal ini karena sosialisasi tentang IVA sering disampaikan bidan pada pasiennya, maka meskipun pendidikannya SMP bila telah menerima informasi berulang – ulang mampu memberikan respon positif.
Tabel 4.3 menunjukkan bahwa karakteristik responden berdasarkan pekerjaan di Puskesmas Gambiran Kabupaten Jombang sebagian besar tidak bekerja yaitu sebanyak 14 orang (36,8%). Pekerjaan adalah kebutuhan yang harus dilakukan terutama untuk menunjang kehidupan seseorang dan keluarganya. (Nursalam, 2008). Karena sebagian besar responden tidak bekerja, mereka memiliki banyak waktu luang untuk mengikuti sosialisasi tentang IVA di wilayahnya, hal ini menyebabkan responden memiliki sikap positif karena menerima informasi langsung dari tenaga kesehatan yang dipercayainya.
Tabel 4.4 menunjukkan bahwa karakteristik responden berdasarkan paritas di Puskesmas Gambiran Kabupaten Jombang sebagian besar multipara yaitu sebanyak 21 orang (55,3%). Paritas adalah keadaan seorang wanita  berkaitan dengan memiliki bayi yang lahir viable (Tiran, 2006). Dalam penelitian ini sebagian besar memiliki anak lebih dari 1, dengan jumlah anak lebih dari 1 tersebut seorang ibu sering dan lebih lama kontak dengan tenaga kesehatan berhubungan dengan kesehatannya, maka informasi tentan deteksi dini kanker servik pun sering didengar dan diperoleh saat mereka mengikuti kelompok penyuluhan maupun konseling, hal ini menunjang responden lebih memiliki kesadaran yang positif.
4.3.3  Hubungan Motivasi suami dengan sikap PUS pada Deteksi Dini Kanker servik dengan cara IVA

Berdasarkan tabel 4.7 menunjukkan bahwa motivasi suami positif sebagian besar sikap PUS pada Deteksi Dini Kanker servik dengan cara IVA positif yaitu sebanyak 23 orang (95,8%), sedangkan motivasi suami negatif sebagian kecil sikap PUS pada Deteksi Dini Kanker servik dengan cara IVA positif yaitu sebanyak  2 orang (14,3%). Hasil analisa data menggunakan uji chi square didapatkan bahwa hasil P= 403328E-07, Karena p (403328E-07) < 0,05  maka H0 ditolak dan H1 diterima, artinya ada hubungan yang bermakna antara motivasi suami dengan sikap PUS pada Deteksi Dini Kanker servik dengan cara IVA di Puskesmas Gambiran Kecamatan Mojoagung Kabupaten Jombang pada bulan Agustus tahun 2012.
IVA (Inspeksi Visual Asam Asetat) tes merupakan alternatif skrining untuk kanker serviks (Sidohutomo, 2008). sikap secara nyata menunjukkan konotasi adanya kesesuaian reaksi terhadap stimulus tertentu yang dalam kehidupan sehari – hari merupakan reaksi yang bersifat emosional terhadap stimulus social (Notoadmodjo, 2007). Sosialisasi deteksi dini resiko kanker serviks dengan pemeriksaan IVA adalah upaya untuk menggugah kesadaran dan memfasilitasi perubahan perilaku kesehatan individu, masyarakat, organisasi lain dan lingkungannya (Setiawati, 2008). Rendahnya pengetahuan mengenai kesehatan merupakan faktor predisposisi dari perilaku kesehatan yang mengarah kepada timbulnya penyakit. Pengetahuan ini sarat kaitannya dengan sikap seseorang tentang penyakit dan upaya pencegahannya (Budiharto, 2008). Dampak bila WUS tidak mengikuti sosialisasi IVA, tidak mengetahui informasi tentang deteksi dini kanker servik, wanita tidak melakukan pemeriksaan IVA, hampir 70% datang ke rumah sakit sudah dalam keadaan stadium lanjut. Ini berarti telah lebih dari stadium IIb. Pada stadium ini, efektivitas pengobatan yang lengkap sekalipun hasilnya masih belum memuaskan dan mortalitas yang diakibatkannya tinggi.
Motivasi suami yang positif memiliki kencenderungan yang sangat besar untuk bersikap positif bagi PUS dalam mengikuti pemeriksaan deteksi dini kanker serviks dengan cara IVA, meskipun masih ada PUS yang bersikap negatif, hal ini dimungkinkan karena PUS merasa takut dan belum sepenuhnya menyadari dan membutuhkan pemeriksaan ini. Sosialisasi deteksi dini kanker serviks ini masih kurang melibatkan banyak anggota masyarakat khususnya pasangan usia subur. Berbagai keterbatasan dan hambatan dalam penyebaran informasi tentang pemeriksaan IVA menyebabkan materi ini tidak dapat diserap oleh pasangan usia subur dan masyarakat. Ketidak tahuan ini menyebabkan wanita enggan memeriksakan diri dalam rangka mendeteksi kanker serviks sejak dini.
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa motivasi suami yang kuat  dapat memberikan kontribusu pada sikap positif PUS pada deteksi dini kanker servik dengan cara IVA. Sebaliknya  bila motivasi suami kurang maka sikap PUS cenderung negatif. Oleh karena itu maka saat pelaksanaan sosialisasi tentan IVA diharapkan melibatkan suami  sehingga suami juga memahami tentang IVA dan memberikan dukungan serta motivasi pada istrinya.

BAB 5
KESIMPULAN DAN SARAN

5.1  Kesimpulan
1.      Sebagian besar motivasi suami Puskesmas Gambiran Kabupaten Jombang yang bersikap positif sebanyak 24 orang (63,2%).
2.      Sebagian besar Sikap PUS dengan cara IVA di Puskesmas Gambiran Kecamatan Mojoagung Kabupaten Jombang yang bersikap positif sebanyak 25 orang (65,8%).
3.      Ada hubungan yang bermakna antara motivasi suami dengan sikap PUS pada Deteksi Dini Kanker servik dengan cara IVA di Puskesmas Gambiran Kecamatan Mojoagung Kabupaten Jombang pada bulan Agustus tahun 2012.
5.2  Saran
5.2.1     Bagi Responden
Mengikuti kegiatan penyuluhan dan sosialisasi pemeriksaan deteksi dini kanker servik dengan cara IVA mengajak pasangan atau keluarga lainnya untuk ikut serta dalam sosialisasi tersebut. Mengikuti pemeriksaan IVA secara periodic sesuai anjuran tenaga kesehatan.
5.2.2   Bagi peneliti
Menambah bahan pustaka sebagai refrensi untuk meningkatkan pengetahuan dan wawasan. Mengembangkan penelitian pada faktor – faktor yang terkait dengan motivasi suami dan sikap PUS tentang IVA di masa yang akan datang.
5.2.3     Bagi Profesi Kebidanan
Meningkatkan kompetensi bidan dalam melaksanakan konseling dan penyuluhan sehingga dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya deteksi dini kanker serviks.
5.2.4     Bagi Penelitian selanjutnya
Mengembangkan jenis penelitian yang sama di tempat yang berbeda dengan jumlah responden lebih banyak dan melibatkan faktor yang mungkin mempengaruhi motivasi dan sikap PUS pada pemeriksaan IVA.






0 komentar:

Poskan Komentar