Minggu, 23 Juni 2013

HUBUNGAN PERAWATAN PAYUDARA DENGAN KELANCARAN PRODUKSI ASI PADA IBU NIFAS DI POLINDES FLAMBOYAN “NY. MIFTAKHUL JANNNAH, Amd.Keb” DESA CEPOKOLIMO KECAMATAN PACET KABUPATEN MOJOKERTO

ABSTRAK


HUBUNGAN PERAWATAN PAYUDARA DENGAN KELANCARAN PRODUKSI ASI PADA IBU NIFAS DI POLINDES FLAMBOYAN “NY. MIFTAKHUL JANNNAH, Amd.Keb” DESA CEPOKOLIMO KECAMATAN PACET
KABUPATEN MOJOKERTOB

YULI AINUR ROHMA


            Perawatan payudara adalah suatu tindakan untuk merawat payudara terutama pada masa nifas (masa menyusui) untuk memperlancarkan pengeluaran ASI. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan di Polindes Flamboyan “Ny. Miftakhul Jannah, Amd.Keb” Desa Cepokolimo Kecamatan Pacet Kabupaten Mojokerto ternyata masih banyak ibu nifas yang melakukan perawatan payudara kurang baik sehingga produksi ASI juga banyak yang tidak lancar. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan perawatan payudara dengan kelancaran produksi ASI pada ibu nifas di Polindes Flamboyan “Ny. Miftakhul Jannah, Amd.Keb” Desa Cepokolimo Kecamatan Pacet Kabupaten Mojokerto.
Desain penelitian ini adalah survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasinya adalah semua ibu nifas hari ke 4-10 sebanyak 21 orang, dengan menggunakan teknik random sampling, maka besar sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 20 orang. Variabel independennya adalah perawatan payudara dan variabel dependennya adalah kelancaran produksi ASI. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah check list dan lembar observasi. Dianalisis dengan menggunakan uji eksak fisher dengan α = 0,05.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa 10 responden (50%) perawatan payudara kurang baik dan produksi ASI yang tidak lancar ada 14 responden (70%). Setelah dianalisis, maka diperoleh p= 0,003 dengan derajat kemaknaan  (α= 0,05). Sehingga didapatkan hasil bahwa p<α, berarti H1 di terima artinya ada hubungan antara perawatan payudara dengan kelancaran produksi ASI pada ibu nifas di Polindes Flamboyan “Ny. Miftakhul Jannah, Amd.Keb” Desa Cepokolimo Kecamatan Pacet Kabupaten Mojokerto.
Oleh karena itu saran peneliti karena ada hubungan perawatan payudara dengan kelancaran produksi ASI, maka perawatan payudara perlu ditingkatkan agar produksi ASI berjalan dengan lancar.



Kata kunci : Perawatan Payudara, Kelancaran Produksi ASI























ABSTRACT

THE RELATION OF MAMMAE’S CARING WITH SMOOTHNESS PRODUCTION IN CHILDBED MOTHER AT POLINDES
FLAMBOYAN “NY. MIFTAKHUL JANNAH, Amd.Keb”
DESA CEPOKOLIMO KECAMATAN PACET
KABUPATEN MOJOKERTO

YULI AINUR ROHMA


Mammae’s caring is an action to caring mammae, especially in childbed (in suckle) for smoothness of ASI. Based on research which done at Polindes Flamboyan “Ny. Miftakhul Jannah, Amd.Keb” Desa Cepokolimo Kecamatan Pacet Kabupaten Mojokerto, appear still more childbed mother that do mammae’s caring not good so that ASI’s production not smoothness too. As for purpose this research is to know relation between mammae’s caring and the smoothness of ASI’s production at Polindes Flamboyan “Ny. Miftakhul Jannah, Amd.Keb” Desa Cepokolimo Kecamatan Pacet Kabupaten Mojokerto.
Design of this research is analytic survey with approximation cross sectional. The population are all childbed mother in day 4 – 10 as much as 21 persons, use random sampling technical, therefore sample which used in this reseach are 20 persons. The independence variable is mammae’s caring and dependence variable is the smoothness of ASI’s production. Instrument which used in this research are check list and observation sheet. Analyzed which use exact fisher test with α = 0,005.
The result of research show that 10 persons (50%) mammae’s caring is not good and there are ASI’s production isn’t smoothness 14 persons (70%). After analyzed, obtained p=0,003 with meaning degree (α=0,05). So that obtained result if p<α, mean H1 received, and the meaning is there are relation between mammae’s caring with smoothness of ASI’s production in childbed mother at Polindes Flamboyan “Ny. Miftakhul Jannah, Amd.Keb” Desa Cepokolimo Kecamatan Pacet Kabupaten Mojokerto.
Therefore, we are suggestion to increase mammae’s caring because thereare relation between mammae’s caring and smoothness of ASI’s production, so that ASI’s production can go out with smooth.


Keyword : Mammae’s caring, smoothness of ASI’s production



 
BAB 1
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Perawatan payudara pada masa nifas merupakan suatu usaha yang dilakukan agar kondisi payudara baik, demi mencapai keberhasilan menyusui. Perawatan payudara pada masa nifas bertujuan memperbanyak atau memperlancar produksi  ASI. Perawatan payudara bermanfaat merangsang payudara dan mempengaruhi hipofise untuk mengeluarkan hormon prolaktin dan oksitosin. Hormon prolaktin mempengaruhi jumlah produksi ASI, sedangkan hormon oksitosin mempengaruhi proses pengeluaran ASI (www.ask.com: 2010). ASI tersebut diproduksi oleh alveoli yang merupakan bagian hulu  dari pembuluh kecil air susu. ASI merupakan makanan yang paling cocok bagi bayi karena mempunyai nilai gizi yang paling tinggi dibandingkan dengan makanan bayi yang dibuat oleh manusia ataupun susu yang berasal dari hewan seperti susu sapi, susu kerbau, atau susu kambing. Pemberian ASI secara penuh sangat dianjurkan oleh ahli gizi di seluruh dunia. Tidak satupun susu buatan manusia (susu formula) dapat menggantikan perlindungan kekebalan tubuh seorang bayi, seperti yang diperoleh dari susu kolostrum (www.indomedia.com: 2010).
Berdasarkan survei yang dilakukan oleh badan penelitian dan pengembangan di bidang kesehatan, pada tahun 2002 didapatkan 46% ketidaklancaran ASI terjadi akibat perawatan payudara yang kurang, 25% akibat frekuensi menyusui yang kurang dari 8x/hari, 14% akibat BBLR, 10% akibat prematur, dan 5% akibat penyakit akut maupun kronis (www.litbang.depkes.com: 2010). Berdasarkan data yang diperoleh di Polindes Flamboyan “Ny. Miftakhul Jannah, Amd.Keb” Desa Cepokolimo Kecamatan Pacet Kabupaten Mojokerto pada tanggal 1-31 Maret 2010, ditemukan ibu nifas sebanyak 32 orang. Masing-masing tersebut didapatkan 25 orang ibu nifas yang mengalami ketidaklancaran ASI, meliputi: 5 orang (20%) akibat frekuensi menyusui yang kurang dari 8x/hari, 3 orang (12%) akibat BBLR, 2 orang (8%) akibat premature, 1 orang (4%) akibat penyakit akut (Mastitis), dan 14 orang (56%) akibat perawatan payudara yang kurang.
Dalam beberapa kasus, muncul dimana ASI tidak dapat keluar lancar sehingga tidak dapat menyusui bayinya. Hal ini biasanya disebabkan oleh berbagai faktor, seperti: Frekuensi menyusui yang kurang, BBLR, Prematur, adanya penyakit akut/kronik, dan perawatan payudara yang kurang (www.breastfeed.com: 2010). Berdasarkan data di atas dapat diketahui bahwa ketidaklancaran ASI banyak dipengaruhi oleh perawatan payudara yang kurang. Oleh karena itu, perawatan payudara sangat penting dilakukan bagi ibu yang telah melahirkan utuk mencegah masalah-masalah yang timbul selama laktasi, seperti: pembengkakkan payudara, penyumbatan saluran ASI, radang payudara dan sebagainya (www.ask.com: 2010).
Untuk mengatasi permasalahan diatas, lakukan perawatan payudara selama menyusui. Untuk mengurangi sakit pada payudara maka lakukan pengurutan payudara secara perlahan, kompres air hangat sebelum bayi menyusui karena panas dapat merangsang aliran ASI kemudian kompres air dingin setelah menyusui untuk mengurangi rasa sakit dan pembengkakan. Sehingga dengan pengurutan payudara secara perlahan, mengopres air hangat dan air dingin pada payudara, serta membersihkan puting secara benar dan teratur diharapkan ASI dapat keluar lancar dan proses laktasi pun berjalan lancar (www.melindahospital.com: 2010)
1.2 Rumusan Masalah
Adakah hubungan perawatan payudara dengan kelancaran produksi ASI pada ibu nifas di Polindes Flamboyan “Ny. Miftakhul Jannah, Amd.Keb” Desa Cepokolimo kecamatan Pacet Kabupaten Mojokerto?
1.3 Tujuan Penelitian
1.3.1 Tujuan Umum
Menganalisis hubungan perawatan payudara dengan kelancaran produksi ASI pada ibu nifas di Polindes Flamboyan “Ny. Miftakhul Jannah, Amd.Keb” Desa Cepokolimo kecamatan Pacet Kabupaten Mojokerto.
1.3.2 Tujuan Khusus
1.  Mengidentifikasi perawatan payudara pada ibu nifas di Polindes Flamboyan “Ny. Miftakhul Jannah, Amd.Keb” Desa Cepokolimo kecamatan Pacet Kabupaten Mojokerto.
2. Mengidentifikasi kelancaran produksi ASI pada ibu nifas di Polindes Flamboyan “Ny. Miftakhul Jannah, Amd.Keb” Desa Cepokolimo kecamatan Pacet Kabupaten Mojokerto.
3.  Menganalisis hubungan perawatan payudara dengan kelancaran produksi ASI pada ibu nifas di Polindes Flamboyan “Ny. Miftakhul Jannah, Amd.Keb” Desa Cepokolimo kecamatan Pacet Kabupaten Mojokerto

1.4 Manfaat Penelitian
1.4.1 Bagi Responden
Menambah pengetahuan ibu nifas mengenai pentingnya perawatan payudara untuk kelancaran produksi ASI.
1.4.2 Bagi Peneliti
Mengetahui secara langsung hubungan perawatan payudara terhadap kelancaran produksi ASI pada ibu nifas.
1.4.3 Bagi Profesi Kebidanan
Sebagai acuhan bidan untuk mendeteksi secara dini ketidaklancaran produksi ASI yang terjadi pada ibu nifas akibat tidak melakukan perawatan payudara.
1.4.4 Bagi Penelitian Selanjutnya
Dapat digunakan sebagai bahan untuk penelitian selanjutnya, khususnya yang berkaitan dengan penyebab ketidaklancaran produksi ASI pada ibu nifas.
1.5 Batasan Penelitian
Penelitian ini hanya meneliti salah satu sebab terjadinya ketidaklancaran produksi ASI pada ibu nifas akibat perawatan payudara yang kurang. Sedangkan penyebab lain terjadinya ketidaklancaran ASI pada ibu nifas tidak diteliti.

BAB 4
HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil Penelitian
4.1.1 Gambaran Umum Wilayah Tempat Penelitian
            Desa Cepokolimo merupakan wilayah bagian dari kecamatan Pacet Kabupaten Mojokerto dengan luas wilayah ± 89.070 ha. Desa Cepokolimo memiliki batas – batas wilayah yaitu sebelah Utara berbatasan dengan Desa Soso, sebelah Barat berbatasan dengan Desa Kambengan, Sebelah Selatan berbatasan dengan Desa Baraan, Sebelah Timur berbatasan dengan Desa Pasinan. Sebagian besar wilayah Desa Cepokolimo untuk untuk area persawahan. Antara dusun yang satu dengan dusun yang lain dihubungkan dengan jalan beraspal dan jalan berbatu. Saran transportasi yang digunakan adalah sepeda roda dua, sepeda motor, dan mobil. Di Desa Cepokolimo terdapat 2 Masjid, 4 Mushollah, 1 sekolah SD, 1 Sekolah MI, 1 Sekolah MTS. Di Desa Cepokolimo terdapat Polindes dengan tenaga kesehatan yaitu 1 Bidan dan ada 1 Perawat.
4.1.2  Data Umum
  1. Karakteristik Responden Berdasarkan Umur
Tabel 4.1 Distribusi frekuensi berdasarkan umur responden di Polindes Flamboyan “NY. Miftakhul Jannah, Amd.Keb” Desa Cepokolimo Kecamatan Pacet Kabupaten Mojokerto pada bulan September 2010

No
Umur
Frekuensi
Presentasi (%)
1
2
3
19-24 tahun
25-30tahun
31-36 tahun
3
16
1
15
80
5

Total
20
100
Sumber : Data Primer pada bulan September 2010

Berdasarkan tabel 4.1 diatas menunjukkan bahwa hampir seluruhnya responden berusia antara 25-30 tahun sebanyak 16 responden (80%).
  1. Karakteristik Responden Berdasarkan Pendidkan Terakhir
Tabel 4.2  Distribusi frekuensi berdasarkan pendidikan terakhir responden di Polindes Flamboyan “NY. Miftakhul Jannah, Amd.Keb” Desa Cepokolimo Kecamatan Pacet Kabupaten Mojokerto pada bulan September 2010

No
Pendidikan terakhir
Frekuensi
Presentasi (%)
1
2
3
4
SD
SMP
SMA
PERGURUAN TINGGI
2
10
7
1
10
50
35
5

Total
20
100
Sumber : Data Primer pada bulan September 2010

Berdasarkan tabel 4.2 di atas menunjukkan bahwa setengahnya responden yang berpendidikan SMP yaitu sebanyak 10 responden (50%).
  1. Karakteristik Responden Berdasarkan Pekerjaan
Tabel 4.3 Distribusi pekerjaan responden di Polindes Flamboyan “NY. Miftakhul Jannah, Amd.Keb” Desa Cepokolimo Kecamatan Pacet Kabupaten Mojokerto pada bulan September 2010

No
Pekerjaan
Frekuensi
Presentasi (%)
1
2
3
4
swasta
wiraswasta
Petani
IRT
2
2
4
12
10
10
20
60

Total
20
100
Sumber : Data Primer pada bulan September 2010

Berdasarkan tabel 4.3 diatas menunjukkan bahwa sebagian besar dari responden tidak bekerja (IRT) yaitu sebanyak 12 responden (60%).

4.1.3  Data Khusus
1.Perawatan payudara
Tabel 4.4 Distribusi perawatan payudara di Polindes Flamboyan “NY. Miftakhul Jannah, Amd.Keb” Desa Cepokolimo Kecamatan Pacet Kabupaten Mojokerto pada bulan September 2010

No.
Perawatan Payudara
Frekuensi
Presentasi (%)
1.
2.
3.
Baik
Cukup
Kurang
5
5
10
25
25
50

Total
20
100

Berdasarkan tabel di atas menunjukkan bahwa setengahnya dari langkah perawatan payudara yang kurang baik yaitu sebanyak 10 responden (50%).
2.   Kelancaran Produksi ASI
Tabel 4.5 Distribusi kelancaran produksi ASI di Polindes Flamboyan “NY. Miftakhul Jannah, Amd.Keb” Desa Cepokolimo Kecamatan Pacet Kabupaten Mojokerto pada bulan September 2010

No.
Kelancaran Produksi ASI
Frekuensi
Presentasi (%)
1.
2.
Lancar
Tidak lancar
6
14
30
70

Total
20
100

Berdasarkan tabel di atas menunjukkan bahwa sebagian besar produksi ASI yang tidak lancar yaitu sebanyak 14 responden (70%).
3.   Hubungan Perawatan Payudara Dengan Kelancaran Produksi ASI
Tabel 4.6  Distribusi responden berdasarkan hubungan antara perawatan payudara dengan kelancaran produksi ASI pada ibu nifas di Polindes Flamboyan “NY. Miftakhul Jannah, Amd.Keb” Desa Cepokolimo Kecamatan Pacet Kabupaten Mojokerto pada bulan September 2010


Perawatan
 
Lancar
Tidak Lancar
Total
Baik
4 (66,67%)
1 (7,14%)
5 (100%)
Cukup
2 (33,33%)
3 (21,43%)
5 (100%)
Kurang
0(0%)
10 (71,43%)
10 (100%)
Total
6
14
20 (100%)
p= 0,003

Dari data di atas diperoleh p= 0,003 dengan derajat kemaknaan  (α= 0,05). Sehingga didapatkan hasil bahwa p<α, berarti H1 di terima artinya ada hubungan antara perawatan payudara dengan kelancaran produksi ASI pada ibu nifas di Polindes Flamboyan “Ny. Miftakhul Jannah, Amd.Keb” Desa Cepokolimo Kecamatan Pacet Kabupaten Mojokerto.
4.2        Pembahasan
4.2.1  Perawatan Payudara Pada ibu Nifas
         Berdasarkan hasil penelitian (lihat tabel 4.4) menunjukan bahwa sebanyak 10 responden (50%) melakukan perawatan payudara yang kurang baik dan hanya ada 5 responden (25%) yang mampu melakukan perawatan payudara dengan baik. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain: sebanyak 4 responden (40%) malas melakukan perawatan payudara dan 6 responden (60%) menganggap bahwa langkah-langkah dalam perawatan payudara terlalu rumit. Perawatan payudara yang kurang baik tersebut banyak terjadi akibat adanya kesalahan dalam melakukan pengurutan pada payudara, karena antara langkah pengurutan yang satu dengan yang lainnya hampir sama sehingga responden terkadang sulit membedakan.
         Pada ibu nifas sebaiknya melakukan perawatan payudara secara teratur karena selain untuk memelihara kebersihan puting, perawatan payudara juga dapat memperlancar produksi ASI. Langkah-langkah dalam melakukan perawatan payudara hendaknya dilakukan secara berurutan.
         Perawatan payudara tersebut merupakan suatu tindakan untuk merawat payudara terutama pada masa nifas (masa menyusui) untuk memperlancar pengeluaran ASI. Apabila perawatan payudara dapat dilakukan dengan baik, maka produksi ASI akan berjalan dengan lancar. Sedangkan pada perawatan payudara yang dilakukan kurang baik, maka produksi ASI tidak akan berjalan lancar. Adapun langkah-langkah dalam melakukan perawatan payudara yang baik, yaitu: mengompres kedua puting dengan baby oil selama 2-3 menit, membersihkan puting, melakukan pengurutan dengan gerakan memutar sebanyak 20-30 kali pada tiap payudara, pengurutan dengan mengunakan sisi kelingking sebanyak 20-30 kali pada tiap payudara, pengurutan dengan posisi tangan mengepal sebanyak 20-30 kali pada tiap payudara, dan kompres dengan air hangat lalu air dingin kemudian keringkan dengan handuk kering (Weny Kristiyansari, 2009: 63).
         Untuk mengatasi masalah di atas, maka pada ibu nifas yang malas melakukan perawatan payudara sebaiknya diberikan motivasi mengenai pentingnya perawatan payudara dan pada tiap kali kunjungan ibu nifas dianjurkan untuk menerapkan langkah perawatan payudara. Selain itu, bagi ibu nifas yang menganggap bahwa langkah-langkah dalam perawatan payudara teralu rumit maka sebaiknya mengajarkan pada ibu nifas tiap-tiap langkah dalam melakukan perawatan payudara sampai ibu nifas benar-benar mengerti, memahami dan mampu melakukan perawatan payudara secara mandiri.
4.2.2 Kelancaran Produksi ASI
         Berdasarkan hasil penelitian (lihat tabel 4.5) menunjukan bahwa sebagian besar  responden sebanyak 14 responden (70%) yaitu mengalami ketidakancaran produksi ASI. Ketidaklancaran produksi ASI ini terjadi banyak terjadi akibat dari perawatan payudara yang dilakukan kurang baik.
         Ketidaklancaran produksi yang terjadi tersebut dapat diketahui dari tanda-tanda ASI yang tidak lancar, seperti: ASI tidak dapat keluar secara spontan dan memerlukan alat bantu, sebelum disusukan payudara terasa lembek, bayi kencing kurang dari 8x/hari, dan berat bayi tidak mengalami kenaikan yang sesuai dengan umur.
         Adapun hal-hal yang dapat mempengaruhi kelancaran produksi ASI tersebut, antara lain: perawatan payudara, makanan, faktor isapan anak atau frekuensi penyusuan, berat lahir bayi, umur kehamilan saat melahirkan, stress dan penyakit. Perawatan payudara yang dilakukan tersebut bermanfaat mempengaruhi hipofise untuk mengeluarkan hormon prolaktin dan oksitosin, hormon prolaktin mempengaruhi jumlah produksi ASI dan hormon oksitosin mempengaruhi pengeluaran ASI. Makanan yang dikonsumsi ibu menyusui sangat berpengaruh terhadap produksi ASI, apabila makanan yang ibu makan cukup akan gizi dan pola makan teratur maka produksi ASI akan berjalan dengan lancar. Pada faktor isapan  anak atau frekuensi penyusuan ini maka paling sedikit bayi disusui 8x/hari, karena semakin sering bayi menyusu pada payudara ibu maka produksi dan pengeluaran ASI akan semakin lancer. Berat lahir bayi pada BBLR mempunyai kemampuan menghisap ASI yang lebih rendah di banding dengan bayi yang berat lahirnya normal, karena perbedaan berat tersebut mempengaruhi stimulasi hormon prolaktin dan oksitosin dalam memproduksi ASI. Umur kehamilan saat melahirkan mempengaruhi kemampuan menghisap bayi sehingga produksi ASI yang dihasilkan tidak optimal. Stres dan penyakit dapat mengganggu produksi ASI sehingga dalam hal ini ibu sebaiknya dalam kondisi yang rileks dan nyaman (Weny Kristiyansari, 2009: 63).
         Untuk mengatasi masalah ketidaklancaran produksi ASI, maka anjurkan pada ibu nifas untuk makan makanan yang bergizi sehingga kebutuhan nutrisinya dapat terpenuhi dengan baik, anjurkan ibu nifas  minum air putih yang banyak agar ibu nifas tidak mengalami dehidrasi sehingga suplai ASI dapat berjalan lancar dan ibu nifas harus banyak istirahat agar kondisinya tetap terjaga dengan baik.
4.2.3        Hubungan Perawatan Payudara Dengan Kelancaran Produksi ASI Pada Ibu Nifas
         Hubungan perawatan payudara dengan kelancaran produksi ASI pada ibu nifas diukur dengan menggunakan perhitungan nilai uji Eksak Fisher, menunjukan bahwa p=0,033 dan α= 0,05. Karena p< α, maka H1 di terima yang artinya ada hubungan antara perawatan payudara dengan kelancaran produksi ASI pada ibu nifas di Polindes Flamboyan “Ny. Miftakhul Jannah, Amd.Keb” Desa Cepokolimo Kecamatan Pacet Kabupaten Mojokerto.
         Pada ibu nifas sebaiknya melakukan perawatan payudara secara teratur karena selain untuk memelihara kebersihan puting, perawatan payudara juga dapat memperlancar produksi ASI. Langkah-langkah dalam melakukan perawatan payudara hendaknya dilakukan secara berurutan. Pada ketidaklancaran produksi yang terjadi tersebut dapat diketahui dari tanda-tanda ASI yang tidak lancar, seperti: ASI tidak dapat keluar secara spontan dan memerlukan alat Bantu, sebelum disusukan payudara tersa lembek, bayi kencing kurang dari 8x/hari, dan berat bayi tidak mengalami kenaikan yang sesuai dengan umur.
         Perawatan payudara merupakan suatu usaha yang dilakukan agar kondisi payudara baik, demi mencapai keberhasilan menyusui. Perawatan payudara sebaiknya dilakukan dua kali sehari pada waktu mandi pagi dan sore hari. Untuk mengurangi rasa sakit pada payudara maka lakukan pengurutan payudara secara perlahan, kompres air hangat sebelum menyusui bayi karena panas dapat merangsang aliran ASI kemudian kompres air dingin setelah menyusui untuk mengurangi rasa sakit dan pembengkakan. Perawatan payudara tersebut bermanfaat untuk merangsang payudara dan mempengaruhi hipofise untuk mengeluarkan hormon prolaktin dan oksitosin. Hormon prolaktin mempengaruhi jumlah produksi ASI, sedangkan hormon oksitosin mempengaruhi proses pengeluaran ASI (www.indomedia.com: 2010). Adapun kriteria untuk mengetahui lancarnya produksi ASI pada ibu nifas, antara lain: ASI yang banyak merembes keluar melalui puting, ASI keluar secara spontan tanpa penggunaan alat bantu, Sebelum disusukan payudara terasa tegang, Bayi kencing sering sekitar 8x sehari, Berat bayi naik sesuai dengan umur, dan jika ASI cukup bayi akan tertidur selama 3-4 jam (www.Blogspot.com: 2010). Selain itu beberapa makanan yang di sinyalir dapat mengganggu produksi ASI yaitu: produk olahan yang berbahan susu, biji-bijian dan kacang-kacangan, makanan pedas dan makanan yang mengandung gas. Kandungan protein alergenik pada produk-produk olahan berbahan susu dapat masuk ke ASI dan menghasilkan gejala-gejala sakit perut pada bayi. Pada biji-bijian yang paling alergenik adalah gandum, jagung dan kacang tanah. ASI akan terasa berbeda setelah ibu mengkonsumsi makanan pedas, sehingga dapat menimbulkan protes dari lambung bayi atau sakit perut. Makanan yang mengandung gas dapat membuat bayi banyak mengeluarkan gas pula (www.ask.com: 2010).
         Untuk mengatasi masalah perawatan payudara yang kurang tersebut, maka pada ibu nifas yang malas melakukan perawatan payudara sebaiknya diberikan motivasi mengenai pentingnya perawatan payudara dan pada tiap kali kunjungan ibu nifas dianjurkan untuk menerapkan langkah perawatan payudara. Bagi ibu nifas yang menganggap bahwa langkah-langkah dalam perawatan payudara teralu rumit maka sebaiknya mengajarkan tiap-tiap langkah dalam melakukan perawatan payudara sampai ibu nifas benar-benar mengerti, memahami dan mampu melakukan perawatan payudara secara mandiri. Sedangkan untuk mengatasi masalah ketidaklancaran produksi ASI, maka anjurkan pada ibu nifas untuk makan makanan yang bergizi sehingga kebutuhan nutrisinya dapat terpenuhi dengan baik, anjurkan ibu nifas  minum air putih yang banyak agar ibu nifas tidak mengalami dehidrasi sehingga suplai ASI dapat berjalan lancar dan ibu nifas harus banyak istirahat agar kondisinya tetap terjaga dengan baik.


 
BAB 5
KESIMPULAN DAN SARAN

5.1     Kesimpulan
1.  Perawatan payudara pada ibu nifas di Polindes Flamboyan “Ny. Miftakhul Jannah, Amd.Keb” Desa Cepokolimo Kecamatan Pacet Kabupaten Mojokerto yang kurang yaitu sejumlah 50% (10 Responden) dari 20 Responden.
2.  Kelancaran produksi ASI pada ibu nifas di Polindes Flamboyan “Ny. Miftakhul Jannah, Amd.Keb” Desa Cepokolimo Kecamatan Pacet Kabupaten Mojokerto yang tidak lancar yaitu sejumlah 60% (12 Responden) dari 20 Responden.
3.  Ada hubungan perawatan payudara dengan kelancaran produksi ASI pada ibu nifas.
5.2     Saran
5.2.1        Bagi Responden
      Diharapkan masyarakat terutama bagi ibu nifas mampu melakukan perawatan payudara secara benar sehingga produksi ASI lancar dan proses laktasi juga berjalan dengan lancar pula.
5.2.2        Bagi Peneliti
Diharapkan peneliti mampu mengetahui penyebab ketidaklancaran produksi ASI dan mampu memberi solusi dalam mengatasi ketidaklancaran produksi ASI pada ibu nifas.
5.2.3    Bagi Profesi Kebidanan
      Diharapkan petugas kesehatan dapat memberikan pelatihan tentang langkah-langkah dalam melakukan perawatan payudara secara benar.
5.2.3        Bagi Peneliti Selanjutnya
Hasil penelitian ini merupakan data dasar yang dapat digunakan sebagai bahan masukan didalam melaksanakan penelitian lanjutan bagi peneliti yang tertarik, berkaitan tentang hubungan perawatan payudara dengan kelancaran produksi ASI pada ibu nifas.




0 komentar:

Poskan Komentar