Minggu, 23 Juni 2013

HUBUNGAN STATUS GIZI DENGAN PERKEMBANGAN ASPEK BAHASA PADA ANAK USIA 4-6 BULAN DI POLINDES PURWOJATI KECAMATAN NGORO KABUPATEN MOJOKERTO

ABSTRACT
CORRELATION STUDY OF NUTRITIONAL STATUS WITH ASPECTS OF LANGUAGE DEVELOPMENT IN CHILDREN AGES 4-6 MONTHS
IN POLINDES PURWOJATI SUBDISTRICT
NGORO MOJOKERTO

AGNES AYU PRATIWI

            Nutritional status is a state of the body as a result of food consumption and utilization of nutrients. Children 4-6 months of age is the age of a vulnerable time for mothers to give solid food to the child, at which age the baby's digestive is not ready for solid food so that the absorption of nutrients impaired and cause growth retardation . Where physical growth is the basis of the progress of development. The purpose of this study was to determine whether there is a correlation with the nutritional status of the language development of children aged 4-6 months.
This research uses analytic calculation of Spearman Rank. The population was all children aged 4-6 months in Polindes Purwojati Subdistrict Ngoro Mojokerto many as 30 children with the overall sample of the population that is 30 respondents. Sampling using total sampling.
From the research conducted, showed the nutritional status of children aged 4-6 months the nutritional status obest 3%, 54% good nutritional status, medium nutritional status 20%, 13% less nutritional status, poor nutritional status of 10%. While the development of the language obtained results are normal development 57%, suspect 20%, 23% untestable.
Spearman rank test results found that rhoxy count = 0.989> Spearman rho = 0.364 so H0 is rejected and H1 accepted.
In this study it can be concluded that there is a correlation among  nutritional status of the language development of children aged 4-6 months in polindes Purwojati subdistric Ngoro Mojokerto . Efforts to overcome the problem of nutritional status and child language development needs to be considered in accordance with the nutrition and parenting needs of both parents.


Keywords: infant nutrition, nutritional status of children 4-6 months, language development


BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Upaya peningkatan status gizi untuk membangun sumber daya manusia yang berkualitas pada hakikatnya harus dimulai sedini mungkin, yaitu sejak manusia itu dalam kandungan. Pada bayi dan anak, kurang gizi akan menimbulkan gangguan pertumbuhan dan perkembangan bayi dan anak yang apabila tidak diatasi secara dini akan berlanjut hingga dewasa. Riset medis mengatakan bahwa ASI eksklusif membuat bayi berkembang dengan baik pada 6 bulan pertama bahkan pada usia lebih dari 6 bulan. Sebelum mampu berbicara  umumnya anak memiliki perilaku untuk mengeluarkan suara-suara yang bersifat sederhana kemudian berkembang secara komplek dan  mengandung arti. Misalnya seorang anak menangis (crying), mendekut (cooing), mengoceh (babling), kemudian ia akan menirukan kata-kata yang didengar dari orang tua atau lingkungan sekitarnya (papalia, 2004/www.episentrum.com). Usia 4-6 bulan adalah tahap bayi mengenali suaranya sendiri. Ia akan mengeluarkan suara-suara barunya saat berceloteh, karena pada tahap itu, dia membuat suara untuk kesenangannya sendiri sambil mencoba mengenalinya. Walau ia belum bisa menyebut ‘ma’ atau ‘pa’ dan belum bisa diajak ngobrol dengan baik, namun berbicara dengan bayi pada tahap ini bisa membantu perkembangan bicaranya. (http://www.clubnutricia.co.id, 2009)
Studi Cocharane terakhir telah melaporkan data keterlambatan bicara, bahasa dan gabungan keduanya pada anak usia prasekolah dan usia sekolah. Prevalensi keterlambatan perkembangan bahasa dan bicara pada anak usia 2 sampai 4,5 tahun adalah 5-8%, prevalensi keterlambatan bahasa adalah 2,3-19%. Sebagian besar studi melaporkan prevalensi dari 40% sampai 60%. Prevalensi keterlambatan perkembangan berbahasa di Indonesia belum diteliti secara luas. Kendalanya dalam menentukan kriteria keterlambatan perkembangan berbahasa. Data di Departemen Rehabilitasi Medik RSCM tahun 2006, dari 1125 jumlah kunjungan pasien anak terdapat 10,13% anak terdiagnosis keterlambatan bicara dan bahasa (www.wordpress.com, 2009). Berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan di Polindes Purwojati pada tanggal 20 april 2012, didapatkan 10 anak usia 4-6 bulan. Dari ke 10 anak tersebut, 2 anak mengalami keterlambatan bahasa dengan status gizi cukup dan 8 anak dengan status gizi yang baik tidak ada masalah dengan perkembangan bahasanya.
Faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan ada 2 yaitu faktor internal (perbedaan ras/bangsa, keluarga, umur, jenis kelamin, kelainan genetik, kelainan kromosom) dan faktor eksternal/lingkungan (gizi, infeksi, toksin, psikologi ibu, lingkungan fisis dan kimia, sosio ekonomi, stimulasi dan obat-obatan). Salah satu faktor yang mempengaruhi perkembangan anak adalah nutrisi (status gizi). Gizi merupakan modal dasar agar anak dapat mengembangkan potensi genetiknya secara optimal. Pada anak dengan status gizi buruk cenderung mengalami gangguan maupun keterlambatan dalam perkembangannya. Karena dalam perkembangan menyangkut adanya proses diferensiasi sel-sel tubuh, jaringan tubuh, organ-organ dan sistem organ yang berkembang sedemikian rupa sehingga masing-masing dapat memenuhi fungsinya secara normal. Sedangkan menurut profil Dinkes Magetan 2004, gizi merupakan salah satu faktor penentu utama kualitas sumber daya manusia. Gizi kurang tidak hanya meningkatkan angka kesakitan dan kematian, tapi juga menurunkan produktivitas. Keterlambatan bahasa dapat menimbulkan berbagai masalah dalam prosesbelajar di usia sekolah.  anak yang mengalami keterlambatan bicara dan bahasa beresiko mengalami kesulitan belajar, kesulitan membaca dan menulis, dan akan menyebabkan pencapaian akademik yang kurang serta menyeluruh, hal ini berlanjut sampai usia dewasa muda. Selanjutnya orang dewasa dengan pencapaian akademik yang rendah akibat keterlambatan bicara dan bahasa akan mengalami masalah perilaku dan penyesuaian psikososial.
 Melihat sedemikian besar dampak yang timbul akibat perkembangan bahasa anak usia prasekolah maka deteksi dini adalah tindakan terpenting untuk menilai tingkat perkembangan anak. Asupan nutrisi juga perlu untuk diperhatikan dikarenakan nutrisi  sangat berperan penting dalam proses pertumbuhan dan perkembangan anak, maka diharapkan kepada ibu untuk memperhatikan asupan nutrisi bayi pada 6 bulan pertama dengan  memberikan ASI eksklusif untuk menunjang perkembangan bahasa anak. Berdasarkan adanya hubungan antara status gizi dengan perkembangan bahasa, peneliti merasa tertarik untuk meneliti keterkaitan antara dua hal tersebut. Peneliti memandang hal tersebut penting untuk diperhatikan lebih serius dengan harapan semua anak dapat mengembangkan kemampuan berbicaranya secara maksimal sejak dini sehingga kualitas sumber daya manusia bangsa ini akan menjadi lebih baik di masa mendatang.

1.2    Rumusan Masalah
Adakah hubungan antara status gizi dengan tingkat perkembangan aspek bahasa pada anak usia 4-6 bulan di Polindes Purwojati Kecamatan Ngoro Kabupaten Mojokerto tahun 2012?
1.3  Tujuan Penelitian
1.3.1 Tujuan Umum
Mengetahui hubungan antara status gizi dan perkembangan aspek bahasa pada anak usia 4-6 bulan.
1.3.2  Tujuan Khusus
1.   Mengidentifikasi status gizi anak usia 4-6 bulan.
2.   Mengidentifikasi tingkat perkembangan aspek bahasa anak usia 4-6 bulan.
3.   Menganalisis hubungan antara status gizi dengan perkembangan aspek bahasa anak usia 4-6 bulan.
1.4  Manfaat Penelitian
1.4.1 Bagi Responden
Diharapkan ibu bisa mempelajari apa yang perlu diantisipasi saat bayi ibu tumbuh dan berkembang terutama dalam periode usia bayi
1.4.2  Bagi Peneliti
Sebagai pengalaman bagi peneliti dalam menerapkan ilmu pengetahuan dan informasi yang diperoleh.
1.4.3  Bagi Profesi Kebidanan
Sebagai materi edukasi dalam meningkatkan pelayanan kesehatan terhadap masyarakat yang memiliki bayi atau balita mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan bahasa anak.
1.4.4 Bagi Peneliti Selanjutnya
Diharapkan dari hasil penelitian ini dapat menambah referensi dalam memperkaya ilmu pengetahuan dan dapat dijadikan salah satu bahan bacaan bagi peneliti selanjutnya.
1.5 Batasan Penelitian
Mengingat banyak faktor yang mempengaruhi perkembangan anak pada aspek bahasa, maka peneliti membatasi penelitian pada hubungan status gizi dengan perkembangan aspek bahasa. Sedangkan faktor lainnya tidak diteliti.


BAB 4
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil Penelitian
4.1.1 Gambaran Umum Lokasi Penelitian
            Penelitian dengan judul hubungan status gizi dengan perkembangan aspek bahasa pada anak usia 4-6 bulan di Polindes Purwojati Kecamatan Ngoro Kabupaten Mojokerto dilaksanakan di Polindes Purwojati Desa Purwojati Kecamatan Ngoro Kabupaten Mojokerto dibawah pengawasan Bidan Wiwit Mustikowati, Amd.keb di Polindes Purwojati yang mempunyai 40 anak yang berusia 4-6 bulan.
            Batas-batas wilayah polindes Purwojati Desa Purwojati Kecamatan Ngoro Kabupaten Mojokerto antara lain:
Sebelah utara   : Desa Jasem
Sebelah timur  : Desa Polaman
Sebelah selatan: Desa Sukojati
Sebelah barat   : Dusun Sirno
           
                                                                          

4.1.2 Data Umum Ibu Responden
1.  Karakteristik Ibu Responden Berdasarkan Umur
Gambar 4.1  Distribusi Frekuensi Karakteristik ibu respondn berdasarkan umur di Polindes Purwojati Kecamatan Ngoro Kabupaten Mojokerto tanggal 21-28 Agustus 2012.

            Berdasarkan gambar 4.1 diatas menunjukkan karakteristik ibu responden berdasarkan umur dari 30 ibu responden adalah umur 31-40 tahun sebanyak 13 orang dengan persentase 43%.
2. Karakteristik Ibu Responden Berdasarkan Tingkat Pendidikan
Gambar 4.2 Distribusi frekuensi karakteristik ibu responden berdasarkan tingkat pendidikan di Polindes Purwojati Kecamatan Ngoro Kabupaten Mojokerto tanggal 21-28 Agustus 2012.

            Berdasarkan gambar 4.2 di atas menunjukkan karakteristik ibu responden berdasarkan tingkat pendidikan dari 30 ibu responden adalah tingkat pendidikan SMP sebanyak 10 orang dengan persentase 33%.

3. Karakteristik Ibu Responden Berdasarkan pekerjaan
Gambar 4.3 Distribusi frekuensi karakteristik ibu responden berdasarkan pekerjaan di Polindes Purwojati Kecamatan Ngoro Kabupaten Mojokerto tanggal 21-28 Agustus 2012.

            Berdasarkan gambar 4.3 di atas menunjukkan karakteristik ibu responden berdasarkan pekerjaan dari 30 ibu responden adalah sebagai IRT (Ibu Rumah Tangga) sebanyak 20 orang dengan persentase 67%.
4.1.3 Data Umum  Anak Usia 4-6 bulan
1. Karakteristik Responden Anak Usia 4-6 bulan Berdasarkan Umur
Gambar 4.4 Distribusi frekuensi karakteristik responden anak usia 4-6 bulan berdasarkan umur di Polindes Purwojati Kecamatan Ngoro Kabupaten Mojokerto tanggal 21-28 Agustus 2012.

            Berdasarkan gambar 4.4 di atas menunjukkan karakteristik responden berdasarkan umur dari 30 responden adalah umur 4 bulan sebanyak 10 anak dengan persentase 34%.
2. Karakteristik  Responden Anak Usia 4-6 bulan Berdasarkan Jenis Kelamin
Gambar 4.5 Distribusi frekuensi karakteristik responden anak usia 4-6 bulan berdasarkan jenis kelamin di Polindes Purwojati Kecamatan Ngoro Kabupaten Mojokerto tanggal 21-28 Agustus 2012.

            Berdasarkan gambar 4.5 di atas menunjukkan karakteristuk responden berdasarkan jenis kelamin dari 30 responden adalah jenis kelamin Perempuan sebanyak 16 orang dengan persentase 53%.
3. Karakteristik Responden Anak Usia 4-6 bulan Berdasarkan Pengasuh
Gambar 4.6 Distribusi frekuensi karakteristik responden anak usia 4-6 bulan berdasarkan pengasuh di Polindes Purwojati Kecamatan Ngoro Kabupaten Mojokerto tanggal 21-28 Agustus 2012.

            Berdasarkan gambar 4.6 di atas menunjukkan karakteristik responden berdasarkan pengasuh dari 30 responden sebanyak 22 anak dengan persentase 73% diasuh oleh orang tuanya sendiri.

4. Karakteristik Responden Anak Usia 4-6 bulan Berdasarkan Pemberian Makanan Tambahan
Gambar 4.7 Distribusi frekuensi karakteristik responden anak usia 4-6 bulan berdasarkan pemberian makanan tambahan di Polindes Purwojati Kecamatan Ngoro Kabupaten Mojokerto tanggal 21-28 Agustus 2012.

            Berdasarkan gambar 4.7 di atas  menunjukkan karakteristik responden berdasarkan pemberian makanan tambahan dari 30 responden sebanyak 17 anak dengan persentase 57% diberi makanan tambahan setelah berumur > 6 bulan.
4.1.4 Data Khusus Anak Usia 4-6 bulan
1. Karakteristik Responden Anak Usia 4-6 bulan Berdasarkan Status Gizi dan Menurut BB/U
Gambar 4.8 Distribusi frekuensi karakteristik responden anak usia 4-6 bulan berdasarkan status gizi dan pertumbuhan menurut BB/U di Polindes Purwojati Kecamatan Ngoro Kabbupaten Mojokerto tanggal 21-28 Agustus 2012.

            Berdasarkan gambar 4.8 di atas menunjukkan karakteristik responden berdasarkan status gizi dan pertumbuhan menurut BB/U sebanyak 16 anak dengan persentase 54% menunjukkan status gizi baik.
2. Karakteristik Responden Anak Usia 4-6 bulan Berdasarkan Perkembangan Bahasa
Gambar 4.9 Distribusi frekuensi karakteristik responden anak usia 4-6 bulan berdasarkan perkembangan bahasa di Polindes Purwojati Kecamatan Ngoro Kabupaten Mojokertotanggal 21-28 Agustus 2012

            Berdasarkan gambar 4.9 di atas menunjukkan karakteristik responden berdasarkan perkembangan bahasa dari 30 responden sebanyak 17 anak dengan persentase 57% menunjukkan perkembangan Normal.
4.1.5 Hubungan Status Gizi dengan Perkembangan Aspek Bahasa anak Usia 4-6 bulan
Tabel 4.1 Pengaruh status gizi terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak usia 4-6 bulan di Polindes Purwojati Kecamatan Ngoro Kabupaten Mojokerto.
Status Gizi
Perkembangan Bahasa
Total
Normal
Suspect
Untestable
Lebih
1
3 %
0
0 %
0
0 %
1
3 %
Baik
16
54 %
0
0 %
0
0 %
16
54 %
Sedang
0
0 %
0
0 %
6
20 %
6
20 %
Kurang
0
0 %
3
10 %
1
3 %
4
13 %
Buruk
0
0 %
3
10 %
0
0 %
3
10 %
Total
17
57 %
6
20 %
7
23 %
30
100 %
Dari tabel di atas didapatkan :
∑ D = 28
∑ D2 = 48
Kemudian dimasukkan ke dalam rumus rho spearman
Rhoxy   = 1 -  6  ∑D2 
                      N (N2-1)

            = 1 -  6 (48)
                    30 (302-1)

            = 1 -  288
                     30 (900-1)

            = 1 -  288
                      30 (899)

            = 1 -   288
                       26.970
            = 1 -  0,010678
            = 0,989322
            = 0,989
            Dari hasil rhoxy didapatkan hasil 0,989 setelah dibandingkan pada tabel harga rho spearman pada 30 responden, dengan interval kepercayaan 99% adalah 0,478. Jika harga kritis dari rho spearman 0,478 maka kurang dari nilai rhoxy 0,989. Jadi H0 ditolak, Hi diterima atau ada pengaruh status gizi terhadap perkembangan bahasa anak usia 4-6 bulan di Polindes Purwojati Kecamatan Ngoro Kabupaten Mojokerto.

4.2 Pembahasan
4.2.1 Status Gizi Anak Usia 4-6 bulan
            Dari hasil penelitian yang telah dilaksanakan terhadap status gizi anak usia 4-6 bulan dari 30 responden didapatkan anak dengan status gizi lebih 1 responden (3%), status gizi baik 16 responden (54%), status gizi sedang 6 responden (20%), status gizi kurang 4 responden (13%), status gizi buruk 3 responden (10%) (gambar 4.8). Dari data di atas sebagian besar anak usia 4-6 bulan dengan asupan gizi yang baik adalah 54%.
Hal tersebut di atas dilihat dari lembar pemeriksaan yang dicocokkan dengan angka baku status gizi WHO-NCHS yang dikatakan baik apabila nilainya diantara 80% - 120% dan juga penambahan yang dicatat dalam KMS yang dikatakan baik bila garis pertumbuhannya naik mengikuti salah satu pita warna atau garis pertumbuhannya naik dan pindah ke pita warna di atasnya. Status gizi yang baik didapat karena pemberian ASI eksklusif kepada bayi, dan juga dipengaruhi oleh tingkat pendidikan orang tua.
Dengan menggunakan KMS akan mempermudah para ibu untuk menjaga dan memperhatikan kecukupan gizi pada anaknya supaya pertumbuhan dan perkembangannya normal (Suhardjo, 2005: 120). Status gizi anak usia 4-6 bulan juga dipengaruhi oleh tingkat pendidikan orang tua karena dengan pendidikan yang baik diharapkan dapat dengan mudah menerima informasi tentang gizi. karena semakin tinggi pendidikan seseorang akan mempermudah dalam menerima informasi (Notoatmodjo, 2005: 23). Pemberian makanan yang terlalu dini atau sebelum organ pencernaan bayi siap menerima makanan padat, akan mengganggu  proses penyerapan zat-zat gizi yang dibutuhkan oleh bayi. Sehingga akan mempengaruhi status gizi bayi tersebut (Arsad, 2010).
            Dalam menjaga agar kecukupan gizi pada anak usia 4-6 bulan tetap baik adalah dengan cara tidak merubah asupan gizi yang sudah diberikan dan harus diperhatikan dalam pemberian makanan sesuai dengan kebutuhan pada tahapan usianya.
4.2.2 Perkembangan Bahasa Anak anak usia 4-6 bulan
            Dari penelitian yang telah dilaksanakan tentang hubungan status gizi dengan perkembangan bahasa anak usia 4-6 bulan dari 30 responden didapatkan data tentang perkembangan bahasa normal sebanyak 17 responden (57%), perkembangan bahasa suspect sebanyak 6 responden (20%), dan perkembangan bahasa tidak dapat diuji sebanyak 7 responden (23%) (gambar 4.9). Dari data di atas sebagian besar anak usia 4-6 bulan dengan perkembangan bahasa normal 57%.
Hal tersebut dapat dipengaruhi oleh pola asuh yang baik dari orang tua dan juga dari lingkungan disekitarnya. Komunikasi yang baik antara orang tua dengan anak akan memberikan stimulus yang baik bagi bayi untuk belajar hal baru.
Pertumbuhan fisik merupakan dasar dari perkembangan berikutnya. yang mana pola asuh orang tua dilatar belakangi oleh pengaruh budaya dan lingkungan, anak yang menerima contoh berbahasa yang tidak adekuat dari keluarga, yang tidak memiliki pasangan komunikasi yang cukup dan juga yang kurang memiliki kesempatan untuk berinteraksi akan memiliki kemampuan bahasa yang rendah. Jumlah dan posisi anak dalam keluarga juga mempengaruhi perkembangan bahasa seorang anak, suatu keluarga yang memiliki banyak anggota keluarga akan mempengaruhi perkembangan bahasa anak lebih cepat, karena terjadi komunikasi yang bervariasi dibandingkan dengan yang hanya memiliki anak tunggal dan tidak ada anggota lain selain keluarga inti (www.wordpress.com,2010). Pendidikan orang tua juga sangat mempengaruhi  perkembangan bahasa anak karena dengan pendidikan yang baik, maka diharapkan orang tua dapat terbuka dengan berbagai informasi yang ada, selain itu tingkat pendidikan orang tua yang rendah merupakan faktor resiko keterlambatan bahasa pada anaknya. karena semakin tinggi tingkat pendidikan seseorang akan memudahkan dalam menerima informasi (Notoatmodjo, 2005: 23). Selain  hal di atas perkembangan yang baik pada anak juga dipengaruhi oleh faktor usia orang tua dimana biasanya orang tua yang terlalu muda belum siap menerima keadaannya dan menyerahkan semua tanggung jawab pada ibunya (nenek), bahkan sebaliknya jika terlalu tua anak bisa tidak terurus dengan baik. Menjadi orang tua diperlukan kesiapan fisik dan psikis, rentang usia tertentu adalah baik untuk menjadi orang tua apabila terlalu muda dan terlalu tua mungkin tidak dapat menjalankan peran tersebut secara optimal (Supartini, 2005:36)
            Dalam mempertahankan agar perkembangan bahasa anak ataupun perkembangan lainnya tetap berjalan normal perlu diperhatikan pola pengasuhan dari orang tua dan asupan gizi yang sesuai dengan kebutuhannya, Untuk membantu perkembangannya orang tua dapat membantu memberikan stimulasi yang disesuaikan dengan keunikan masing-masing anak.


4.2.4 Hubungan Status Gizi dengan Perkembangan Aspek Bahasa Anak Usia 4-6 Bulan
            Dari hasil penelitian didapatkan status gizi lebih dengan perkembangan bahasa yang normal sebanyak 3%, status gizi baik dengan perkembaangan bahasa normal sebanyak 54 %, status gizi sedang dengan perkembangan bahasa tidak dapat diuji sebanyak 20%, status gizi kurang dengan perkembangan bahasa suspect sebanyak 10% dan perkembangan bahasa tidak dapat diuji sebanyak 3%, status gizi buruk dengan perkembangan bahasa suspect sebanyak 10% (Tabel 4.1). sebagian besar status gizi yang baik juga diikuti perkembangan bahasa yang normal.
            Hal tersebut dikarenakan anak yang mendapatkan gizi yang cukup dan pola asuh yang baik akan mempengaruhi status gizi anak dan tingkat perkembangan bahasanya. gizi merupakan modal dasar bagi tubuh untuk tumbuh dan berkembang secara optimal. Selain itu, pengetahuan ibu yang baik akan membawa dampak pada pertumbuhan serta perkembangan anak yang baik pula.
Perkembangan bahasa pada anak didukung oleh kematangan alat-alat bicara misalnya tenggorokan, langit-langit, lebar rongga mulut, dll., kesiapan berbicara juga dipengaruhi oleh kesiapan mental anak yang sangat bergantung pada pertumbuhan dan kematangan otak. gizi yang cukup dan baik akan membantu proses pematangan sel-sel tubuh, jaringan tubuh, organ-organ dan sistem organ yang akan berkembang sedemikian rupa, sehingga masing-masing dapat memenuhi fungsinya secara normal (Ade Suryani, 2010).
            Dalam mempertahankan agar status gizi dan perkembangan tetap baik dan normal dengan cara tetap memperhatikan asupan gizi yang baik dan pola asuh yang diterapkan orang tua sesuai dengan tahapan usianya.

0 komentar:

Poskan Komentar