Minggu, 23 Juni 2013

HUBUNGAN PENGETAHUAN ORANG TUA DENGAN KEPATUHAN PEMBERIAN IMUNISASI PADA BALITA USIA 0-12 BULAN DI BPS NY.TUTIK SRI PRATIWI A.md.keb DESA PADANG ASRI KECAMATAN JATIREJO MOJOKERTO

ABSTRAK

Hubungan Pengetahuan Orang Tua Dengan Kepatuhan Pemberian Imunisasi Pada Balita Usai 0-12 Bulan Di BPS Ny.Tutik Sri Pratiwi A.md.keb Desa Padang Asri Kecamatan Jatirejo Mojokerto.

Farahatin zakiya

Pemberian imunisasi yang tidak tepat dapat menimbulkan berbagai masalah dan penyebab terjadinya suatu penyakit atau kematian pada bayi.Imunisasi adalah suatu upaya untuk mendapatkan kekebalan terhadap suatu penyakit dengan cara memasukkan kuman atau produk kuman yang sudah di lemahkan atau di matikan ke dalam tubuh.
            Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan pengetahuan orang tua dengan kepatuhan pemberian imunisasi pada bayi di desa padang asri kecamatan jatirejo kabupaten mojokerto.
            Metode rancangan penelitian ini adalah analitik dengan pendekatan cross sectional .Populasinya adalah 82 orang tua yang mempunyai bayi yang berusia 0-12 bulan di kecamatan jatirejo mojokerto dan besar sampel 68 responden.pengumpulan data di lakukan dengan ceklist dan dokumentasi serta analisis datanya menggunakan korelasi sperman rank dengan program SPSS dengan tingkat kemaknaan α = 0,05.
            Hasil penelitian menunjukkan pengetahuan orang tua tentang imunisasi cukup (45,6%).Hasil uji statistik pada faktor pengetahuan nilai P = 0,289 < α = 0,05 yang berarti faktor pengetahuan mempengaruhi pemberian imunisasi pada bayi di bps nyi tutik sri pratiwi Amd.keb desa  padang asri kecamatan jatirejo kabupaten mojokerto.sedangkan untuk faktor kepatuhan nilai p = 0,017 < α = 0,05 yang berarti faktor kepatuhan mempengaruhi pemberian imunisasi pada bayi di bps ny.tutik sri pratiwi Amd.keb desa  padang asri kecamatan jatirejo kabupaten mojokerto.
             Jadi dapat di simpulkan bahwa semakin baik pengetahuan orang tua dan kepatuhan orang tua maka semakin lengkap pemberian imunisasi pada bayi.Hendaknya orang tua lebih memperhatikan pemberian imunisasi kepada bayinya yaitu tentang jadwal akan kelengkapan imunisasi yang di berikan kepada bayinya.

Kata kunci : pengetahuan dan kepatuhan


ABSTRAK

Relation of Parent Knowledge of With The Gift Compliance Immunize At Baby under five years of After 0-12 Month In BPS Ny. Tutik Sri Pratiwi Amd.Keb of Countryside of Padang Asri of Subdistrict of Jatirejo Mojokerto.

Farahatin Zakiya

Gift immunize imprecise can generate various problem and cause of the happening of a disease or death of baby. Immunizes is an effort to get the impenetrability to a disease by including germ or germ product in weakening or in killing into body.
This research target is know the relation of parent knowledge with the gift compliance immunize at baby in countryside of Padang Asri of sub district of Jatirejo of regency Mojokerto.
This research device method is analytic with the approach of cross sectional. Its population is 82 parent having baby which have age to 0-12 month in sub district of Jatirejo Mojokerto and big of sample 68 respondent. Gathering data in doing by checklist and documentation and also analyze its data use the correlation of sperman rank with the program SPSS with the meaning level α = 0,05.
Result of research show the parent knowledge of about immunizing enough (45,6%). Result of statistical test at knowledge factor assess the P = 0,289 < α = 0,05 meaning knowledge factor influence the gift immunize at baby in BPS Ny. Tutik Sri Pratiwi, Amd.Keb of countryside of Padang Asri of sub district of Jatirejo of regency Mojokerto. While for the factor of compliance assess the p = 0,017 < α = 0,05 meaning compliance factor influence the gift immunize at baby in BPS Ny. Tutik Sri Pratiwi, Amd.Keb of countryside of Padang Asri of sub district of Jatirejo of regency Mojokerto.
Become to earn in concluding that progressively goodness of knowledge of parent and parent compliance hence complete progressively gift immunize at baby. Will parent more paying attention to gift immunize to its baby that is about equipment schedule will immunize which is in passing to its baby.


Keyword : knowledge and compliance


BAB  1
PENDAHULUAN


1.1 Latar Belakang
Kesehatan merupakan masalah yang penting dalam sebuah keluarga, terutama yang berhubungan dengan balita dan anak.  Mereka merupakan harta yang paling berharga sebagai titipan Tuhan Yang Maha Esa, juga dikarenakan kondisi tubuhnya yang mudah sekali terkena penyakit.  Oleh karena itu, balita dan anak merupakan prioritas pertama yang harus dijaga kesehatannya (Wijaya, 2005). Untuk mempertahankan kesehatan anak dapat dilakukan dengan memberikan imunisasi, yaitu proses, cara, perbuatan menjadikan kebal terhadap penyakit.  Sedangkan dalam ilmu kedokteran imunisasi diartikan sebagai membentuk kekebalan tubuh terhadap sesuatu penyakit dengan memberikan antigen atau vaksin kepada balita dan anak (Wijaya, 2005).
Berdasarkan Survei Kesehatan Rumah Tangga (SKRT) 2001, penyebab langsung kematian ibu diantaranya adalah : Tetanus Neonatorum (10%) yang bisa menurunkan terhadap balita yang dilahirkannya.  Sehingga balita yang baru lahir harus diberikan vaksin imunisasi agar dapat menjaga kekebalan tubuhnya.  Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari menyatakan, 1,7 juta anak Indonesia meninggal karena tidak mendapat imunisasi lengkap.  Jumlah 1,7 juta itu merupakan seperlima dari balita di Indonesia.  Pemerintah, kata Siti, menargetkan dalam dua tahun ke depan bisa mengimunisasi 4.725.470 anak.  Jumlah ini diambil dari 7 provinsi, yaitu DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera Utara, dan Sulawesi Selatan.  Imunisasi ini juga meliputi 63 kabupaten dan kota dari provinsi tersebut. "Cakupan imunisasi di daerah itu masih rendah," (http://www.tempointeraktif. com, 2009).  Berdasarkan data yang berhasil dihimpun panitia Pekan Imunisasi Nasional (PIN) pusat bulan Desember 2005, Propinsi Papua masih berada dalam  urutan  terbawah.  Dari hasil cakupan PIN dengan jumlah balita yang di imunisasi sebanyak 143.948 balita atau 50,3% dan yang tidak di imunisasi sebanyak 1.142.231 balita atau 49,7% (Wahyuhono, 2005).  Dari data kejadian di bps ny.tutik sri pratiwi A.md.keb desa padang asri kecamatan jatirejo mojokerto, terdapat 12 balita yang tidak mendapatkan imunisasi lengkap dari 82 balita (kohort,Maret 2010)
Imunisasi bermanfaat untuk mencegah masuknya kuman penyakit yang disebabkan oleh virus dan bakteri yang bisa menyebabkan cacat atau kematian.  Apabila balita tidak diberi imunisasi ataupun tidak mendapatkan imunisasi yang lengkap, balita tersebut akan rentan terhadap suatu penyakit yang dapat mengganggu kesehatannya.  Vaksin pada imunisasi yang pemberiannya hanya satu kali atau yang mempunyai daya perlindungan yang panjang seperti vaksin BCG dan campak, keterlambatan pemberian vaksin dari jadwal yang sudah ditentukan akan meningkatkan risiko tertularnya penyakit yang dapat dicegah.  Sedangkan untuk vaksin yang diperlukan dosis ganda untuk mempertahankan titer antibodi atau proteksi, penundaan pemberian vaksinasi ulangan akan menurunkan kadar proteksi sehingga akan meningkatkan risiko terkena penyakit yang ingin dicegah (Musa, 2001).  Banyak faktor yang mempengaruhi pemberian imunisasi yaitu, pemahaman tentang instruksi, kualitas interaksi, isolasi sosial dan keluarga, keyakinan, sikap dan kepribadian.
Pemahaman dan kepatuhan ibu dalam program imunisasi pada balita atau anak tidak akan menjadi halangan yang besar jika pendidikan, pengetahuan orang tua yang memadai tentang hal itu diberikan.  Untuk meningkatkan pengetahuan orang tua dan kepatuhan ibu dalam memberikan imunisasi pada balitanya, diperlukan bimbingan dan penyuluhan dari petugas kesehatan yang lebih intensif tentang imunisasi.  Selain itu juga diperlukan dukungan dari orang tua,keluarga dan lingkungan agar ibu lebih aktif dalam membawa anaknya ke posyandu untuk memperoleh imunisasi secara lengkap.  Berdasarkan masalah tersebut di atas, maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul “Hubungan Pengetahuan Orang Tua Dengan Kepatuhan Pemberian Imunisasi Pada Balita Usia 0-12  Bulan Di BPS Ny.Tutik Sri Pratiwi A.md.keb Desa Padang Asri Kecamatan Jatirejo Mojokerto”.
1.2  Rumusan Masalah
Dalam penelitian ini peneliti memberi pengetahuan. Pengetahuan yang dimiliki orang tua akan berpengaruh terhadap kepatuhan orang tua dalam pemberian imunisasi yang baik,cukup dan kurang.Semakin tinggi pengetahuan orang tua maka respon kepatuhan terhadap pemberian imunisasi dapat berkurang .Dengan demikian dari beberapa faktor yang mempengaruhi kepatuhan orang tua. Penulis ingin mengetahui hubungan pengetahuan orang tua dengan kepatuhan pemberian imunisasi pada balita usia 0-12 bulan .
Berdasarkan uraian dalam latar belakang diatas dapat dirumuskan masalah sebagai berikut. Adakah hubungan Pengetahuan Orang Tua Dengan Kepatuhan Pemberian Imunisasi Pada Balita Usia 0-12 bulan ?

1.3 Tujuan Penelitian
1.3.1 Tujuan umum
Menganalisa hubungan Pengetahuan Orang Tua Dengan Kepatuhan Pemberian Imunisasi Pada Balita Usia 0-12 Bulan Di BPS Ny.Tutik Sri Pratiwi A.md.keb Desa Padang Asri Kecamatan Jatirejo Mojokerto.
1.3.2 Tujuan khusus
1.   Mengidentifikasi pengetahuan orang tua tentang imunisasi pada balita usia
 0-12 bulan.
2.   Mengidentifikasi kepatuhan orang tua dalam pemberian imunisasi dasar pada balita usia 0-12 bulan.
3.   Menganalisis hubungan pengetahuan dengan kepatuhan orang tua dalam pemberian imunisasi dasar pada balita usia 0-12 bulan.
1.4 Manfaat Penelitian
1.4.1 Bagi responden
Dapat memberikan informasi pada responden tentang manfaat pemberian imunisasi pada balita, sehingga responden lebih berpartisipasi dalam pemberian imunisasi.
1.4.2 Bagi peneliti
Untuk menambah wawasan bagi peneliti mengenai hubungan pengetahuan dengan kepatuhan ibu dalam pemberian imunisasi.  Dan juga sebagai pengalaman dalam melakukan penelitian untuk menerapkan ilmu yang didapatkan peneliti di bangku kuliah.
1.4.3 Bagi profesi kebidanan
Sebagai bahan masukan dalam meningkatkan pemberian imunisasi pada balita usia 0-12 bulan.meningkatkan peran bidan dalam meningkatkan mutu pelayanan pada masyarakat secara profesional.
I.4.4. Bagi petugas kesehatan
Agar hasil penelitian dapat memberikan masukkan kepala petugas kesehatan tentang pentingnya informasi dan penjelasan kepada orang tua agar bersedia membawa anaknya ke tempat pelayanan kesehatan terdekat untuk mendapat imunisasi.
1.4.5 Bagi penelitian selanjutnya
Diharapkan bagi peneliti selanjutnya dapat digunakan sebagai data dasar untuk melaksanakan dan membimbing masyarakat sekitar agar mengetahui dan melaksanakan pemberian imunisasi menurut pentingnya pemberian imunisasi dasar pada balita usia 0-12 bulan.
1.5 Batasan Penelitian
Dalam penelitian ini, peneliti hanya meneliti tentang Hubungan Pengetahuan Orang Tua Dengan Kepatuhan Pemberian Imunisasi Pada Balita        Usia 0-12 Bulan Di BPS Ny.Tutik Sri Pratiwi A.md.keb Desa Padang Asri Kecamatan Jatirejo Mojokerto”.

BAB  4
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

            Pada bab ini penulis akan memaparkan keadaan lokasi penelitian,sehingga dengan berdasarkan keadaan itu dapat diketahui gambaran umum wilayah penelitian yang meliputi keadaan umumpenelitian,data geografi,data demografi dan data sasaran.Selain itu data hasil penelitian meliputi data pengetahuan orang tua dengan kepatuhan pemberian imunisasi yang dapat membantu mengidentifikasi segala hal yang berkaitan dengan penelitian ini.
            Adapun data gambaran umum wilayah penelitian yang kami jadikan bahan pendukung pada penelitian ini adalah sebagai berikut :
4.1  Gambaran umum Tempat Penelitian
Bidan praktek swasta Ny. Tutik Sri Pratiwi, Amd. Keb. berdiri sejak tahun 1996 berada di  Desa Padang asri Kecamatan Jatirejo Kabupaten Mojokerto, dengan batas-batas wilayah sebagai berikut :
Sebelah Barat    adalah           =  desa koripan
Sebelah selatan                        =  desa Kaloran
Sebelah utara                           =  desa sumbersari
Sebelah timur                          =  desa tempel.
Di desa Padang asri sudah terdapat saluran listrik yang masuk, jalan masih makadam dan ada sebagian yang sudah beraspal, jarak antara Puskesmas induk dengan desa Padang asri ± 14 km, dan dengan pustu ± 2 km. Pelayanan yang ada di BPS diantaranya yaitu Imunisasi,pelayanan keluarga berencana (KB), Antenatal Care (ANC), persalinan, kontrol nifas dan balai pengobatan untuk penyakit ringan. Jumlah pasien setiap harinya rata-rata 20 pasien yang berasal dari Desa Padang asri,koripan. Adapun jumlah responden dari penelitian ini adalah 68 responden dilakukan mulai bulan Agustus 2010.  
4.2 Hasil Penelitian
Hasil penelitian akan menyajikan data yang diambil dari data umum dan data khusus pada 68 orang ibu yang berperan sebagai keluarga dalam kepatuhan pemberian imunisasi pada balita usia 0-12 bulan di BPS Ny.Tutik Sri Pratiwi A.md.Keb Desa Padang Asri Kec.Jatirejo Kabupaten Mojokerto.

4.2.1 Data umum
Data umum menggambarkan karakteristik responden di BPS Ny.Tutik Sri Pratiwi A.md.Keb Desa Padang Asri Kec.Jatirejo Kabupaten Mojokerto yang meliputi usia, pendidikan dan pekerjaan.
4.2.1.1 Karakteristik usia responden
Tabel 4.2        Distribusi Usia Responden di BPS Ny.Tutik Sri Pratiwi A.md.Keb Desa Padang Asri Kec.Jatirejo Kabupaten Mojokerto tahun 2010.
no
Usia
Frekuensi
Persentase ( % )
1
<  20 tahun
5
7,35
2
20 - 30 tahun
44
64,70
3
>  30 tahun
19
27,94
                   Total
68
100
         Sumber : Data Primer.


Tabel 4.1 di atas dapat diketahui bahwa sebagian besar usia responden adalah usia dewasa muda antara 20–30 tahun, yaitu sebesar 44 responden (64,70 %).  Hal ini disebabkan karena usia 20-30 tahun merupakan usia reproduksi sehat, sehingga persentasenya paling banyak dalam distribusi usia responden di BPS Ny.Tutik Sri Pratiwi A.md.Keb Desa Padang Asri Kec.Jatirejo Kabupaten Mojokerto.Sedangkan distribusi usia responden < 20 tahun persentasenya paling sedikit, yaitu 7,35 %.  Hal ini disebabkan usia < 20 tahun merupakan usia remaja, sehingga banyak aktivitas yang dicurahkan di bidang  pendidikan dan belum memikirkan untuk berumah tangga. 
4.2.1.2 Karakteristik pendidikan responden
Tabel 4.2        Distribusi Frekuensi Pendidikan Responden di BPS Ny.Tutik Sri Pratiwi A.md.Keb Desa Padang Asri Kec.Jatirejo Kabupaten Mojokerto Tahun 2010.
no
Pendidikan
Frekuensi
Persentase ( % )
1
SD
12
17,65
2
SMP
15
22,09
3
4
SMA
Akademi / PT
39
2
57,35
2,94
Total
68
100
        Sumber : Data Primer.

Berdasarkan Tabel 4.2 di atas dapat diketahui bahwa sebagian besar pendidikan responden pada tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA), yaitu sebesar 39 responden (57,35 %).  Hal ini disebabkan karena pendidikan merupakan syarat mutlak untuk meningkatkan pengetahuan seseorang, sehingga banyak responden yang termotivasi untuk menuntut ilmu setinggi mungkin.  Sedangkan distribusi frekuensi pendidikan responden di tingkat Akademi atau Perguruan Tinggi persentasenya paling sedikit, yaitu hanya 2,94 %.  Hal ini disebabkan pendidikan perguruan tinggi membutuhkan biaya yang tidak sedikit sedangkan sosial ekonomi keluarga responden tidak mampu untuk memenuhinya, sehingga pendidikan responden mayoritas hanya setingkat SMA yang dapat dicapai sehubungan dengan faktor ekonomi keluarga responden.
4.2.1.3 Karakteristik pekerjaan responden
Tabel 4.3        Distribusi Frekuensi Pekerjaan Responden di di BPS Ny.Tutik Sri Pratiwi A.md.Keb Desa Padang Asri Kec.Jatirejo Kabupaten Mojokerto Tahun 2010.
no
Pekerjaan
Frekuensi
Persentase ( % )
1
Ibu rumah tangga
29
42,65
2
Wiraswasta
16
23,53
3
4
Swasta
PNS
19
4
27,94
5,88
             Total
68
100

     Sumber : Data Primer.

Tabel 4.3 di atas dapat diketahui bahwa sebagian besar pekerjaan responden adalah ibu rumah tangga, yaitu sebesar 29 responden (42,65 %).  Hal ini disebabkan karena mayoritas responden menginginkan mengasuh balitanya sendiri, sehingga tidak terpikirkan untuk melakukan aktivitas menambah kebutuhan ekonomi keluarga.  Sedangkan distribusi frekuensi pekerjaan responden yang paling sedikit adalah pekerjaan PNS, yaitu sebesar 5,88 %.  Hal ini disebabkan peluang untuk diterimanya sebagai PNS sangat kecil sekali dibandingkan dengan jumlah pencari kerja yang melamar sebagai PNS, sehingga kesempatan kerja PNS dengan taraf pendidikan responden mayoritas setingkat SMA persentasenya paling sedikit.
  
4.2.2 Data khusus
Data ini menggambarkan tentang distribusi pengetahuan orang tua dalam pemberian imunisasi pada balita usia 0-12 bulan, kepatuhan orang tua dalam pemberian imunisasi pada balita usia 0-12 bulan dan hubungan pengetahuan orang tua dengan kepatuhan pemberian imunisasi pada balita usia 0-12 bulan.
4.2.2.1 Karakteristik pengetahuan orang tua dalam pemberian imunisasi pada balita usia 0-12 bulan
Tabel 4.4        Distribusi Frekuensi Responden tentang pengetahuan orang tua dalam Pemberian Imunisasi pada Balita Usia 0-12 Bulan di BPS Ny.Tutik Sri Pratiwi A.md.Keb Desa Padang Asri Kec.Jatirejo Kabupaten Mojokerto Tahun 2010.
no
Pengetahuan orang tua pada balita usia 0-12 bulan
Frekuensi
Persentase ( % )
1
Kurang
8
11,76
2
Cukup
31
45,59
3

Baik

29

42,65
             Total
68
100

    Sumber : Data Primer

Tabel 4.4 di atas dapat diketahui bahwa sebagian besar pengetahuan orang tua responden memberikan imunisasi lengkap pada balita usia 0-12 bulan, yaitu sebesar 29 responden (42,65 %) dari 68 responden yang di teliti yang pengetahuannya orang tuanya baik.
4.2.2.2 Karakteristik kepatuhan pemberian imunisasi pada balita usia 0-12 bulan
Tabel 4.5        Distribusi Frekuensi Responden tentang Kepatuhan Pemberian Imunisasi pada Balita Usia 0-12 Bulan di BPS Ny.Tutik Sri Pratiwi A.md.Keb Desa Padang Asri Kec.Jatirejo Kabupaten Mojokerto Tahun 2010.
no
Kepatuhan pemberian imunisasi pada balita 0-12 bulan
Frekuensi
Persentase ( % )
1
Tidak patuh
15
22,09
2
Patuh
53
77,94




                   Total
68
100

          Sumber : Data Primer.

Tabel 4.5 di atas dapat diketahui bahwa sebagian besar responden patuh dalam pemberian imunisasi pada balita usia 0-12 bulan, yaitu sebanyak 53 responden (77,94 %) dari 68 responden yang di telitih yang patuh.
4.2.2.3 Hubungan pengetahuan orang tua dengan kepatuhan pemberian imunisasi pada balita usia 0-12 bulan
Tabel 4.6        Tabulasi Silang pengetahuan orang tua dengan Kepatuhan Pemberian Imunisasi pada Balita Usia 0-12 Bulan di BPS Ny.Tutik Sri Pratiwi A.md.Keb Desa Padang Asri Kec.Jatirejo Kabupaten Mojokerto Tahun 2010.



No



Pengetahuan orang tua
Kepatuhan Pemberian Imunisasi pada Balita Usia 0-12 Bulan


Total

Tidak patuh
Patuh
%
%
%

1.

2.

3.

Kurang

Cukup

Baik

8

7

0

100

22,60

0

0

24

29

0

77,40

100

8

31

29

100

100

100
Total
19
22,10
49
72,10
68
100
Sumber : Data Primer.

Tabel 4.6 di atas menunjukkan bahwa responden yang pengetahuan orang tuanya dalam pemberian imunisasi kurang, tidak patuh dalam pemberian imunisasi pada balita usia 0-12 bulan, yaitu sebanyak 8 responden (100 %), sedangkan responden yang pengetahuan orang tuanya dalam pemberian imunisasi cukup, tidak patuh dalam pemberian imunisasi pada balita usia 0-12 bulan, yaitu sebanyak 7 responden (22,60 %) dan yang pengetahuan orang tuanya dalam pemberian imunisasi lengkap, patuh dalam pemberian imunisasi pada balita usia 0-12 bulan, yaitu sebanyak 29 responden (100 %)
4.2.2.4 Analisis hasil penelitian
Untuk mengetahui hubungan pengetahuan orang tua dengan kepatuhan pemberian imunisasi pada balita usia 0-12 bulan digunakan analisis data melalui komputerisasi dengan menggunakan uji sperman rank  pada taraf signifikan sebesar 5 %.
Dari uji tersebut didapatkan koefisien korelasi sebesar 0,618 dengan taraf signifikan sebesar 0,001 yang lebih kecil dari a 0,05, sehingga H0 ditolak atau H1 diterima yang berarti bahwa ada hubungan antara pengetahuan orang tua dengan kepatuhan pemberian imunisasi pada balita usia 0-12 bulan. 
Menurut Sugiono (2006 : 186) untuk menentukan besarnya keeratan hubungan dapat dilihat pada tabel pedoman dalam menentukan koefisien korelasi (skala Guilford) sebagai berikut.
Tabel 4.7        Pedoman untuk Pemberian Interpretasi Terhadap Koefisien Korelasi Berdasarkan Skala Guilford.
Interval Koefisien
Tingkat Hubungan
0,00     -     0,199
0,20     -     0,399
0,40     -     0,599
0,60     -     0,799
0,80     -     1,000
Sangat rendah
Rendah
Sedang
Kuat
Sangat kuat
Sumber : Data Sekunder.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa dari hasil tersebut di atas menunjukkan adanya hubungan yang kuat antara pengetahuan orang tua dengan kepatuhan pemberian imunisasi pada balita usia 0-12 bulan, yaitu mempunyai hubungan yang signifikan atau nyata karena berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa jika pengetahuan orang tua dalam pemberian imunisasi kurang dan cukup, maka tidak patuh dalam pemberian imunisasi pada balita usia 0-12 bulan, sedangkan pengetahuan orang tua yang dalam pemberian imunisasinya lengkap, akan patuh dalam pemberian imunisasi pada balita usia 0-12 bulan. 
4.3 Pembahasan
Dari hasil analisis data didapatkan hubungan yang kuat antara pengetahuan orang tua dengan kepatuhan pemberian imunisasi pada balita usia 0-12 bulan di BPS Ny.Tutik Sri Pratiwi A.md.Keb Desa Padang Asri Kec.Jatirejo Kabupaten Mojokerto yang dilaksanakan pada bulan Agustus 2010 akan dilakukan pembahasan sebagai berikut
4.3.1 pengetahuan orang tua dalam pemberian imunisasi pada balita usia 0-12 bulan
Berdasarkan hasil analisis penelitian dengan menggunakan daftar pertanyaan dari 68 responden yang menjadi sampel penelitian, maka dapat diketahui bahwa sebagian besar responden pengetahauan orang tuanya dalam pemberian imunisasi pada balita usia 0-12 bulan lengkap, yaitu sebanyak 29 responden (42,65 %).  Hal ini disebabkan oleh sudah lengkapnya imunisasi yang diberikan pada balita usia 0-12 bulan, yaitu imunisasi BCG, HB 1, DPT/HB Combo 1, 2 dan 3, Polio 1, 2, 3 dan 4 serta campak. 
Menurut Duvval (2003), orang tua merupakan sekumpulan orang yang dihubungkan oleh ikatan perkawinan yang bertujuan untuk meningkatkan dan mempertahankan budaya yang umum, meningkatkan perkembangan fisik, mental, emosional dan sosial.  Sedangkan menurut Samik (2002), imunisasi merupakan usaha memberikan kekebalan pada bayi dan anak dengan memasukkan vaksin ke dalam tubuh agar tubuh membuat zat anti untuk mencegah terhadap penyakit tertentu.  Vaksin adalah suatu produk biologik yang terbuat dari kuman, komponen kuman atau racun kuman yang telah dilemahkan atau dimatikan dan berguna untuk merangsang kekebalan tubuh seseorang.
Perawatan kesehatan keluarga adalah tingkat perawatan kesehatan masyarakat yang ditujukan dan dipusatkan pada keluarga sebagai unit atau kesatuan yang dirawat dengan sehat sebagai tujuannya dan melalui perawatan sebagai sarananya (Wijaya, 2005).  Pemberian imunisasi pada balita usia 0-12 bulan merupakan salah satu bentuk perawatan keluarga, dimana imunisasi bermanfaat untuk mencegah masuknya kuman penyakit yang disebabkan oleh virus dan bakteri yang bisa menyebabkan cacat atau kematian.  Apabila balita tidak diberi imunisasi ataupun tidak mendapatkan imunisasi yang lengkap, balita tersebut akan rentan terhadap suatu penyakit yang dapat mengganggu kesehatannya.  Hal tersebut terlihat dari usia responden yang masih produktif dengan tingkat pendidikan setingkat SMA mempunyai pengetahuan yang cukup tentang kesadaran kemampuan untuk hidup sehat, sehingga pemberian imunisasi pada balita usia 0-12 bulan diberikan secara lengkap.  Hal tersebut dapat disimpulkan bahwa pengetahuan orang tua sangat berpengaruh positif terhadap pemberian imunisasi pada balita usia 0-12 bulan.  Orang tua dalam pemberian imunisasi balitanya disarankan untuk mengikuti petunjuk dan jadwal yang telah ditetapkan. 
4.3.2 Kepatuhan pemberian imunisasi pada balita usia 0-12 bulan
Berdasarkan hasil analisis penelitian dengan memberikan kuesioner dari 68 responden yang menjadi sampel penelitian, maka dapat diketahui bahwa sebagian besar responden patuh dalam pemberian imunisasi pada balita usia 0-12 bulan, yaitu sebanyak 53 responden (77,94 %).  Hal ini disebabkan oleh ketaatan balita usia 0-12 bulan dalam kedatangan melaksanakan imunisasi sesuai anjuran.  
Menurut Niven (2000), kepatuhan merupakan sejauh mana perilaku pasien sesuai dengan ketentuan yang diberikan oleh profesional kesehatan.  Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan antara lain faktor demografi, penyakit, psikososial dan pengetahuan orang tua.
Secara alamiah setiap orang tua pasti akan melindungi balitanya, karena belum memiliki kemampuan untuk memenuhi kebutuhan dan menjaga dirinya dari penyakit.  Oleh sebab itu sebegian besar orang tua balita responden dalam mengasuh balitanya sangat perhatian dalam pemberian imunisasi, sehingga balita terhindar dari penyakit.  Hal tersebut terlihat dari usia responden yang masih produktif dengan tingkat pendidikan setingkat SMA mempunyai wawasan yang cukup tentang kesehatan sehingga patuh dalam pemberian imunisasi pada balitanya.  Tingkat pendidikan responden merupakan salah satu aspek yang mempengaruhi pola pikir dalam menentukan kepatuhan pemberian imunisasi, karena semakin tinggi tingkat pendidikan seseorang diharapkan dapat berpikir lebih baik yang berkaitan dengan kesehatan balitanya.  Responden yang berpendidikan tinggi relatif lebih cepat dalam melaksanakan anjuran tentang pemberian imunisasi pada balitanya.  Begitu pula sebaliknya mereka yang berpendidikan rendah, agak sulit dan memakan waktu yang relatif lama untuk mengadakan perubahan.  Hal tersebut dapat disimpulkan bahwa pendidikan seseorang pada umumnya mempengaruhi cara berpikirnya.  Makin tinggi tingkat pendidikannya makin dinamis sikapnya terhadap hal-hal baru.  Sehingga dalam pemberian imunisasi balita disarankan keluarga agar patuh sesuai anjuran kesehatan dan jangan mempunyai sifat yang masih terlalu tradisional.
4.3.3 Hubungan pengetahuan orang tua dengan kepatuhan pemberian imunisasi pada balita usia 0-12 bulan
Berdasarkan uji statistik dengan uji sperman rank pada taraf signifikan a = 0,05 didapatkan koefisien korelasi sebesar 0,289 dengan taraf signifikan sebesar 0,001.  Sugiono (2006 : 186) mengatakan bahwa angka korelasi ( r ) antara 0,60-0,799 menunjukkan korelasi yang kuat.  Maka dapat disimpulkan bahwa dalam penelitian terdapat hubungan yang kuat antara pengetahuan orang tua dengan kepatuhan pemberian imunisasi pada balita usia 0-12 bulan di. BPS Ny.Tutik Sri Pratiwi A.md.Keb Desa Padang Asri Kec.Jatirejo Kabupaten Mojokerto. Hal ini disebabkan oleh usia responden yang mayoritas usia reproduksi sehat dengan tingkat pendidikan yang setaraf menengah atas. 
Orang tua memiliki peranan penting dalam memelihara dan meningkatkan kesehatan anggota keluarga maupun masyarakat.  Seperti pendapat yang diungkapkan Marby (2004),  bahwa orang tua memiliki pengaruh dalam berbagai tindakan kedokteran yang akan dilakukan, termasuk diagnosis, pencegahan, pengobatan, dan perawatan. Selain itu pengetahuan mengenai tumbuh kembang balita juga sangat penting diketahui orang tua agar tercapai pertumbuhan dan perkembangan yang optimal, termasuk didalamnya imunisasi.  Pada umumnya tanggung jawab untuk mengasuh balita diberikan pada orang tua.  Pengetahuan orang tua tentang dampak anak yang tidak mendapat imunisasi dipengaruhi oleh faktor pendidikan, tingkat penghasilan dan kebiasaan.  Sehingga dengan adanya faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat pengetahuan ibu diharapkan adanya perubahan perilaku yang diharapkan dapat terwujud dalam pemberian imunisasi pada balitanya. 

BAB  5
KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan
Berdasarkan penelitian pada bulan Agustus 2010 di bps ny.tutik sri pratiwi A.md.keb desa padang asri kecamatan jatirejo kabupaten mojokerto dapat disimpulkan sebagai berikut :
1.   pengetahuan orang tua terhadap pemberian imunisasi pada balita usia 0-12 bulan hampir setengahnya yang pengetahuan memberikan imunisasi Baik sebanyak 29 responden 42,65 % .
2.   Kepatuhan pemberian imunisasi pada balita usia 0-12 bulan sebagian besar patuh  sebanyak 53 responden 77,94 % .
3.   Ada hubungan yang kuat antara pengetahuan orang tua dengan kepatuhan pemberian imunisasi pada balita usia 0-12 bulan di  Bulan di BPS Ny.Tutik Sri Pratiwi A.md.Keb Desa Padang Asri Kec.Jatirejo Kabupaten Mojokerto.
5.2 Saran
5.2.1 Bagi responden
Orang tua diharapkan dapat lebih aktif dalam menambah pengetahuan tentang pemberian imunisasi pada balita usia 0-12 bulan baik dari media cetak, elektronik maupun melalui penyuluhan-penyuluhan oleh petugas kesehatan, sehingga taat dalam kedatangan melaksanakan imunisasi balitanya sesuai anjuran.
5.2.2 Bagi peneliti
Perlu ditingkatkan aktivitas peneliti dalam pembelajaran dan pelaksanaan penelitian serta aplikasi ilmu yang telah didapatkan selama menjalani perkuliahan. 
5.2.3 Bagi profesi kebidanan
Dengan hasil penelitian ini diharapkan bidan dapat meningkatkan kinerjanya dalam mensosialisasikan tentang pentingnya pemberian imunisasi pada balita usia 0-12 bulan secara lengkap dengan banyak menambah pengetahuan orang tua tentang pengetahuan terhadap pemberian imunisasi pada balita usia 0-12 bulan melalui penyuluhan dan konseling.
5.2.4 Bagi penelitian selanjutnya
Perlu dikembangkan penelitian yang lebih lanjut tentang faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan pemberian imunisasi pada balita usia 0-12 bulan, baik faktor internal maupun faktor eksternal.  Sebaiknya dengan menggunakan sampel yang lebih besar agar data-data yang diperoleh benar-benar valid.

0 komentar:

Poskan Komentar