Sabtu, 22 Juni 2013

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU HAMIL DENGAN KEPATUHAN DALAM MENGKONSUMSI TABLET Fe DI BPS NY. SITI HASUNAH CANDI-SIDOARJO


ABSTRAK
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU HAMIL DENGAN KEPATUHAN DALAM MENGKONSUMSI
TABLET Fe DI BPS NY. SITI HASUNAH
CANDI-SIDOARJO

KULITA NUR AINI

Fe merupakan obat penambah darah yang dibutuhkan oleh ibu hamil. Haemoglobin berfungsi sebagai pengikat oksigen yang sangat dibutuhkan untuk metabolisme sel. Tablet Fe sangat dibutuhkan pada saat hamil, karena ibu hamil sangat memerlukan tambahan zat besi untuk meningkatkan jumlah sel darah merah dan membentuk sel darah merah janin dan plasenta. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan ibu hamil dengan kepatuhan dalam mengkonsumsi tablet Fe di BPS Ny. Siti Hasunah, Amd.Keb Candi Sidoarjo
Desain penelitian analitik – cross sectional. Populasi semua ibu hamil yang periksa di BPS Ny. “S” Desa Durung Bedug kec. Candi Kab. Sidoarjo yang berjumlah 40 orang dengan sampel sebanyak 40 orang, tehnik total sampling. Instrumen penelitian kuesioner. Variabel Independen tingkat pengetahuan ibu hamil dan Variabel dependen kepatuhan dalam mengkonsumsi tablet Fe. Analisa data uji statistik Chi square tingkat signifikan 0,05 menggunakan SPSS 16 for windows.
Hasil penelitian didapatkan bahwa dari 21 responden yang memiliki pengetahuan kurang, 19 (47,5%) diantaranya tidak patuh mengkonsumsi tablet Fe. terdapat 7 (17,5%) responden yang mempunyai pengetahuan baik patuh mengkonsumsi tablet Fe. Berdasarkan hasil uji chi square dengan SPSS 17 didapatkan bahwa x2 hitung > x2 table = 23,598 > 5,991 ditolak, artinya ada hubungan antara tingkat pengetahuan ibu hamil dengan kepatuhan dalam mengkonsumsi tablet Fe di BPS Ny. Siti Hasunah, Amd.Keb Candi Sidoarjo.
Diharapkan ibu hamil untuk lebih aktif menggali informasi tentang tablet Fe dengan cara bertanya pada tenaga kesehatan, membaca buku, menonton televisi dan sebagainya sehingga ibu hamil tahu dan mengerti akan pentingnya konsumsi tablet Fe.


Kata Kunci : Pengetahuan, Kepatuhan, Tablet Fe


ABSTRACT

THE CORRELATION BETWEEN LEVEL OF KNOWLEDGE PREGNANT MOTHER WITH COMPLIANCE IN CONSUMING TABLET Fe
IN BPS NY. SITI HASUNAH CANDI-SIDOARJO

KULITA NUR  AINI

Fe is blood adder drug required by pregnancy mother. Functioning haemoglobin as a real oxygen fastener required for cell metabolism. Tablet Fe hardly required at the time of pregnancy, because pregnant mother stood in need of addition of ferrum to increase red blood count and forms foetus red blood cell and placenta. Purpose of research to know relation between level of knowledge of pregnant mother with compliance in consuming tablet Fe in BPS Ny Siti Hasunah, Amd.Keb Candi Sidoarjo
Analytic research design - cross sectional. Population of all pregnancy mothers investigating in BPS Ny. "Siti Hasuna" Countryside Durung Bedug District. Temple Sub-Province. Sidoarjo which amounts to 40 with sample 40, technics totalized sampling. instrument of Questionaire research. Independent Variable level of knowledge of pregnant mother and Variabel dependent compliance in consuming tablet Fe. Statistic test file analysis Chi square level of signifikan 0,05 using SPSS 16 for windows
Result of research 21 responders has knowledge is less, 19 ( 47,5%) between it to disobey consumes tablet Fe. there is 7 ( 17,5%) responder having obedient good knowledge consumes tablet Fe. Based on test result chi square with SPSS 17 it is got that x2 calculate > x2 table = 23,598 > 5,991 refused, mean there is relation between level of knowledge of pregnant mother with compliance in consuming tablet Fe in BPS Ny Siti Hasunah, Amd.Keb Candi Sidoarjo.
Expected pregnant mother to be more active digs information about tablet Fe by the way of asking to health energy, reads book, watchs television etcetera so that pregnancy mother knows and understands for the importance of consumption of tablet Fe.

Keyword : Knowledge, Compliance, Tablet Fe

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar belakang
Fe merupakan obat penambah darah yang dibutuhkan oleh ibu hamil. Haemoglobin berfungsi sebagai pengikat oksigen yang sangat dibutuhkan untuk metabolisme sel. Jika ibu kekurangan Fe selama hamil, maka persediaan zat besi pada bayi saat dilahirkan pun tidak akan memadai, padahal zat besi sangat dibutuhkan untuk perkembangan otak bayi di awal kelahirannya. Kekurangan Fe sejak sebelum hamil bila tidak diatasi dapat mengakibatkan ibu hamil menderita anemia. Tablet Fe sangat dibutuhkan pada saat hamil, karena ibu hamil sangat memerlukan tambahan zat besi untuk meningkatkan jumlah sel darah merah dan membentuk sel darah merah janin dan plasenta. Masalah - masalah yang di hadapi bangsa Indonesia sekarang ini adalah masih tingginya angka kematian ibu.(Soekirman, 2000) Masalah gizi di Indonesia yang belum teratasi, salah satunya adalah anemia. Anemia masih merupakan masalah pada wanita indonesia sebagai akibat kekurangan Fe. Banyak wanita Indonesia tidak memperdulikan ataupun kurang memahami aspek kekurangan Fe. Di ukur dari ketepatan jumlah tablet yang di konsumsi ketepatan cara mengkonsumsi tablet Fe, frekuensi tablet perhari. Pemberian tablet Fe merupakan salah satu upaya penting dalam mencegah dan menanggulangi anemia khususnya zat besi. Sedangkan pengetahuan ibu juga sangat berpengaruh, khususnya tentang tablet Fe. Semakin ibu mengerti tentang fungsi tablet Fe maka ibu hamil akan mengkonsumsi tablet Fe secara teratur.

Badan kesehatan Indonesia kesehatan dunia  WHO bahwa prevalensi ibu-ibu hamil yang mengalami kekurangan Fe sekitar 35-75%, serta semakin meningkat seiring dengan pertambahan usia kehamilan. Di Indonesia prevalensi anemia pada kehamilan masih tinggi yaitu sekitar 40,1 % (SKRT 2003). Cakupan pemberian tablet Fe di Indonesia sebesar 69,14%. Sedangkan di propinsi jawa timur pada tahun 2006 cakupan pemberian tablet Fe sekitar 76,27% dari jumlah bumil 690,28, jumlah tersebut lebih tinggi di bandingkan dengan tahun 2005. Di Sidoarjo cakupan pemberian tablet Fe pada tahun 2006 sekitar 64,5%. (http/www.Dinkes jatim.co.id, 2007). Berdasarkan dari studi pendahuluan pada bulan  April  2010 di BPS Ny. Siti Hasunah Kecamatan Candi Kabupaten Sidoarjo didapatkan ibu hamil 30 orang sebanyak  25 orang (83%)  ibu hamil patuh dalam mengkonsumsi tablet Fe dan 5  orang (17%)  ibu hamil tidak patuh mengkonsumsi tablet Fe.
Salah satu dari beberapa faktor, tidak langsung penyebab kematian itu adalah kekurangan Fe, persalinan risiko kematian maternal, prematuritas, BBLR, dan post partum lebih sering di jumpai pada wanita yang kekurangan Fe. Jika persediaan Fe minimal, maka setiap  hemodilusi atau pengenceran dengan peningkatan volume 30% sampai 40% yang puncaknya pada kehamilan 32 sampai 34 minggu. Jumlah peningkatan sel darah 18% sampai 30 dan hemoglobin sekitar 19%.bila hemoglobin ibu sebelum sekitar 11 gr% maka fisiologis dan Hb ibu akan menjadi 9,5 sampai 10%. Akan tetapi dalam kenyataan tidak semua ibu hamil yang mendapatkan tablet Fe secara rutin, hal ini biasanya disebabkan karena faktor ketidaktahuan pentingnya tablet Fe untuk kehamilannya. Kurangnya pengetahuan ibu hamil tentang tablet Fe juga mengakibatkan ibu tidak mengkonsumsi Fe seacara rutin. Dampak yang diakibatkan minum tablet Fe penyerapan atau respon tubuh terhadap tablet zat besi kurang baik sehingga tidak terjadi peningkatan kadar Hb sesuai dengan yang diharapkan. Faktor ini yang berhubungan dengan anemia adalah adanya infeksi penyakit bakteri, parasit, usus seperti cacing tabang, malaria. Faktor sosial ekonomi yang rendah juga memang peranan penting kaitannya dengan asupan gizi ibu selama hamil (http:// www.bppsdm.depkes.go.id 2006).
Untuk memenuhi kebutuhan akan zat besi selama hamil, ibu harus mengkonsumsi  tablet Fe sekitar 45-50 mg sehari. Kebutuhan ini dapat terpenuhi dari makanan yang kaya akan zat besi, seperti daging berwarna merah, hati, kuning telur, sayuran berdaun hijau, kacang-kacangan, tempe, roti, dan sereal. Tetapi jika Bidan menemukan ibu hamil yang menunjukkan gejala anemia biasanya akan memberikan suplemen zat besi berupa tablet Fe, biasanya dikonsumsi satu kali dalam sehari. Suplemen tablet besi juga diberikan pada ibu hamil yang menganut pola makan vegetarian. Untuk penyerapan zat besi, ibu hamil vegetarian hanya cukup makan buah-buahan yang banyak mengandung vitamin C (Ridwanaminuddin 2007).      

1.2 Rumusan Masalah
Apakah ada hubungan tingkat pengetahuan ibu hamil dengan kepatuhan dalam mengkonsumsi tablet Fe di BPS Ny. “S” desa Durung bedug kecamatan Candi kabupaten Sidoarjo?


1.3  Tujuan Penelitian
1.3.1 Tujuan umum
 Mengetahui hubungan tingkat pengetahuan ibu hamil dengan kepatuhan dalam mengkonsumsi tablet Fe di BPS Ny. “S” desa Durung bedug kecamatan Candi kabupaten Sidoarjo.
1.3.2 Tujuan khusus
1.      Mengidentifikasi tingkat pengetahuan ibu  tentang tablet Fe di BPS Ny.”S” Desa Durung bedug kecamatan candi kabupaten Sidoarjo.
2.      Mengidentifikasi kepatuhan ibu tentang tablet Fe di BPS Ny.”S” Desa Durung bedug kecamatan candi kabupaten sidoarjo.
3.      Menganalisis hubungan tingkat pengetahuan ibu terhadap pemberian tablet Fe pada ibu hamil berdasarkan pendidikan di BPS Ny.”S” Desa Durung bedug kecamatan candi kabupaten sidoarjo.

1.4  Manfaat penelitian
1.4.1 Bagi responden
 Meningkatkan pengetahuan ibu hamil mengenai kepatuhan dalam mengkonsumsi tablet Fe sehingga agar tidak terjadi anemia pada kehamilan.

1.4.2 Bagi peneliti
Memperoleh informasi dan mengetahui secara langsung tentang tingkat pengetahuan ibu hamil dengan kepatuhan dalam mengkonsumsi tablet Fe.


1.4.3 Bagi profesi kebidanan
Sebagai acuan bidan dalam memberikan asuhan kebidanan pada ibu hamil   dalam menkonsumsi tablet Fe, serta meningkatkan mutu pelayanan kebidanan pada ibu hamil terutama dalam penberian tablet Fe.
1.4.4 Bagi penelitian selanjutnya
Bahan atau sumber ini dapat di jadikan bahan kajian untuk penelitian selanjutnya yang berkaitan dengan tablet Fe yang dapat mempengaruhi faktor-faktor kepatuhan dalam mengkonsumsi tablet Fe.

1.5 Batasan penelitian
Dalam penelitian ini, penelitian hanya meneliti tingkat pengetahuan ibu hamil tentang kepatuhan dalam mengkonsumsi tablet Fe berdasarkan tingkat pengetahuan dan tidak meneliti faktor yang mempengaruhi tingkat pengetahuan ibu seperti karakteristik, informasi, dan lingkungan.


 
BAB 4
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.1   Gambaran Lokasi Penelitian
BPS Ny. Siti Hasunah, Amd.Keb Candi Sidoarjo yang terletak di Desa Magersari Kecamatan Magersari Kabupaten Sidoarjo. Adapun batasan wilayah BPS Ny. Siti Hasunah, Amd.Keb Candi Sidoarjo meliputi:
Utara              : Desa Lebo
Selatan           : Desa Sudimoro
Barat              : Desa Modong
Timur              : Desa Jambangan

4.2  Hasil Penelitian
4.2.1    Data Umum
4.2.1.1 Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Umur
Tabel 4.1         Distribusi Frekuensi Umur Responden di BPS Ny. Siti Hasunah, Amd.Keb Candi Sidoarjo tanggal 3 – 24 Agustus 2010

No
Umur
Jumlah
Persentase (%)
1.
< 20 tahun
12
30,0
2.
20-35 tahun
23
57,5
3.
> 35 tahun
5
12,5

Total
40
100
Sumber Data: Primer, 2010
Berdasarkan Tabel 4.1 dapat diketahui bahwa lebih dari separuh responden berumur 20 – 35 tahun sejumlah 23 responden (57,5%).





29
 
 

4.2.1.2 Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Pendidikan
Tabel 4.2         Distribusi Frekuensi Pendidikan Responden di BPS Ny. Siti Hasunah, Amd.Keb Candi Sidoarjo tanggal 3 – 24 Agustus 2010

No
Pendidikan
Jumlah
Persentase (%)
1.
SD
14
35,0
2.
SLTP
17
42,5
3.
SLTA
6
15,0
4.
PT
3
7,5

Total
40
100
Sumber Data: Primer, 2010
Berdasarkan Tabel 4.2 dapat diketahui bahwa hampir setengah responden berpendidikan SLTP sejumlah 17 responden (42,5%).

4.2.1.3 Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Pekerjaan
Tabel 4.3         Distribusi Frekuensi Pekerjaan Ibu di BPS Ny. Siti Hasunah, Amd.Keb Candi Sidoarjo tanggal 3 – 24 Agustus 2010

No
Pekerjaan
Jumlah
Persentase (%)
1.
Petani
5
12,5
2.
3.
4.
5
Swasta
Wiraswasta
PNS
Tidak Bekerja
6
7
3
19
15,0
17,5
7,5
47,5

Total
40
100
Sumber Data: Primer, 2010
Berdasarkan Tabel 4.3 dapat diketahui bahwa hampir setengah responden tidak bekerja sejumlah 19 responden (47,5%).

4.2.1.4 Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Jumlah anak
Tabel 4.4 Distribusi Frekuensi Jumlah anak  Responden di BPS Ny. Siti Hasunah, Amd.Keb Candi Sidoarjo tanggal 3 – 24 Agustus 2010

No
Jumlah Anak
Jumlah
Persentase (%)
1.
1
23
57,5
2.
2
11
27,5
3.
3
4
10,0
3.
> 3
2
5,0

Total
40
100
Sumber Data: Primer, 2010
Berdasarkan Tabel 4.4 dapat diketahui bahwa lebih dari separuh  responden hamil yang pertama kali sejumlah 23 responden (57,5%).
4.2.2        Data Khusus
4.2.2.1 Pengetahuan Ibu Hamil tentang Tablet Fe di BPS Ny. Siti Hasunah, Amd.Keb Candi Sidoarjo
Tabel 4.5 Pengetahuan Ibu Hamil tentang Tablet Fe di BPS Ny. Siti Hasunah, Amd.Keb Candi Sidoarjo tanggal 3 – 24 Agustus 2010

No
Pengetahuan
Jumlah
Persentase (%)
1.
Baik
7
17,5
2.
Cukup
12
30,0
3.
Kurang
21
52,5

Total
40
100
Sumber Data: Primer, 2010
Berdasarkan Tabel 4.5 dapat diketahui bahwa lebih dari separuh responden mempunyai pengetahuan kurang tentang tablet Fe sebanyak 21 responden (52,5%).

4.2.2.2 Kepatuhan dalam Mengkonsumsi Tablet Fe
Tabel 4.6 Distribusi Frekuensi Kepatuhan dalam Mengkonsumsi Tablet Fe di BPS Ny. Siti Hasunah, Amd.Keb Candi Sidoarjo tanggal 3 – 24 Agustus 2010

No
Kepatuhan
Jumlah
Persentase (%)
1.
Patuh
18
45,0
2.
Tidak Patuh
22
55,0

Total
40
100
Sumber Data: Primer, 2010
Berdasarkan Tabel 4.6 dapat diketahui bahwa lebih dari separuh responden tidak patuh mengkonsumsi tablet Fe sebanyak 22 (55,0%).








4.2.2.3 Hubungan Tingkat Pengetahuan Ibu Hamil Dengan Kepatuhan dalam Mengkonsumsi Tablet Fe
Tabel 4.7         Tabulasi Silang Hubungan Pengetahuan Ibu Hamil Dengan Kepatuhan Dalam Mengkonsumsi Tablet Fe di BPS Ny. Siti Hasunah, Amd.Keb Candi Sidoarjo tanggal 3 – 24 Agustus 2010
Pengetahuan
Kepatuhan Mengkonsumsi Tablet Fe

Patuh
Tidak patuh
Total

%
%
%
Baik
7
17,5
0
0
7
17,5
Cukup
9
22,5
3
7,5
12
30,0
Kurang
2
5,0
19
47,5
21
52,5
Total
18
45,0
22
55,0
40
100








Sumber Data: Primer, 2010

Berdasarkan Tabel 4.7 didapatkan bahwa dari 21 responden yang memiliki pengetahuan kurang, 19 (47,5%) diantaranya tidak patuh mengkonsumsi tablet Fe. terdapat 7 (17,5%) responden yang mempunyai pengetahuan baik patuh mengkonsumsi tablet Fe. Sedangkan 12 responden yang berpengetahuan cukup, 9 (22,5%) diantaranya patuh mengkonsumsi tablet Fe.
Berdasarkan hasil uji chi square dengan SPSS 17 didapatkan bahwa ρ < α yaitu  0,000 < 0,05 maka H0 ditolak, artinya ada hubungan antara tingkat pengetahuan ibu hamil dengan kepatuhan dalam mengkonsumsi tablet Fe di BPS Ny. Siti Hasunah, Amd.Keb Candi Sidoarjo.

5.3  Pembahasan
5.3.1        Pengetahuan Ibu Hamil
Tabel 4.5 dapat diketahui bahwa lebih dari separuh responden mempunyai pengetahuan kurang tentang tablet Fe sebanyak 21 responden (52,5%).
Seseorang yang berpengetahuan kurang akan cenderung tidak patuh dalam mengkonsumsi tablet Fe, mereka menganggap bahwa konsumsi tablet Fe tidak akan bermanfaat apa-apa dan jika ibu tidak teratur mengkonsumsi tablet Fe tidak akan berefek yang buruk pada ibu maupun janin dalam kandungan.
Pengetahuan adalah berbagai gejala yang ditemui dan diperoleh manusia melalui pengamatan inderawi. Pengetahuan muncul ketika seseorang menggunakan indera atau akal budinya untuk mengenali benda atau kejadian tertentu yang belum pernah dilihat atau dirasakan sebelumnya. Misalnya ketika seseorang mencicipi masakan yang baru dikenalnya, ia akan mendapatkan pengetahuan tentang bentuk, rasa, dan aroma masakan tersebut (Meliono, 2008).
Pengetahuan dipengaruhi oleh umur. Tabel 4.1 menunjukkan bahwa lebih dari separuh responden berumur 20 – 35 tahun sejumlah 23 responden (57,5%) diantaranya mempunyai pengetahuan kurang tentang tablet Fe.
Umur yang produktif ini menyebabkan responden matang dalam memilih dan menyaring materi atau informasi yang diterima karena bertambahnya umur seseorang akan mempengaruhi kemampuan intelektual dalam menerima informasi. Sebaliknya ibu yang mempunyai umur yang masih muda atau < 20 tahun maka responden akan mempunyai sedikit kemampuan dalam menyaring informasi yang baru didapat sehubungan dengan tablet Fe. Walaupun responden berumur produktif, akan tetapi hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berpendidikan dasar yaitu SD dan SMP.
Menurut Notoatmodjo (2003) menyatakan bahwa semakin cukup umur, tingkat kematangan dan kekuatan seseorang akan lebih matang dalam berpikir dan bekerja.
Pengetahuan juga dipengaruhi oleh pendidikan, hal ini dilihat pada Tabel 4.2 didapatkan hampir setengah responden berpendidikan SLTP sejumlah 17 responden (42,5%) dan SD sebanyak 14 (35,0%) responden.
Rendahnya pendidikan akan berpengaruh terhadap daya serap atau penerimaan informasi yang masuk apalagi informasi yang bersifat baru dikenal responden termasuk perihal tablet Fe. Selain itu tingkat pendidikan seseorang akan mempengaruhi pandangannya terhadap sesuatu yang datang dari luar. Orang yang mempunyai pendidikan tinggi akan memberikan tanggapan yang lebih rasional dibandingkan dengan orang yang berpendidikan rendah atau tidak berpendidikan sama sekali. Informasi dapat diperoleh dari bangku sekolah, dan lingkungan sekitar semakin banyak informasi yang diperoleh ibu hamil tentang tablet FE maka pengetahuan yang dimiliki akan semakin meningkat.
Teori yang dikemukakan oleh Wipres (2007), menyatakan bahwa makin tinggi pendidikan seseorang makin mudah menerima informasi sehingga makin banyak pula pengetahuan yang dimiliki.
Pengetahuan yang kurang juga dipengaruhi oleh jumlah anak, Tabel 4.4 didapatkan bahwa lebih dari separuh responden hamil ke 1 sejumlah 23 responden (57,5%).
Responden yang belum mempunyai pengalaman kehamilan menyebabkan responden tidak mengetahui dan tidak mengerti tentang pentingnya mengkonsumsi tablet Fe.
Pengalaman merupakan sumber pengetahuan atau suatu cara untuk memperoleh kebenaran dan pengetahuan. Hal ini dilakukan dengan cara mengulang kembali pengalaman yang diperoleh dalam memecahkan masalah yang dihadapi di masa lalu. Orang yang memiliki pengalaman akan mempunyai pengetahuan yang baik dibandingkan dengan orang yang tidak memiliki pengalaman dalam segi apapun (Azwar, 2008).
Oleh karena itu penyampaian informasi pada waktu kehamilan khususnya tentang pentingnya mengkonsumsi tablet Fe sangat penting untuk dapat merubah perilaku masyarakat terutama pada ibu hamil. Pelatihan bagi tenaga kesehatan dan kader masyarakat tentang konseling tablet Fe sangat diperlukan guna menunjang peningkatan pengetahuan ibu hamil tentang tablet Fe.

5.3.2        Kepatuhan dalam Mengkonsumsi Tablet Fe
Tabel 4.6 dapat diketahui bahwa lebih dari separuh responden tidak patuh mengkonsumsi tablet Fe sebanyak 22 (55,0%). Kepatuhan ibu dalam mengkonsumsi tablet Fe dipengaruhi oleh pekerjaan, Tabel 4.3 didapatkan hampir setengah responden tidak bekerja sejumlah 19 responden (47,5%).
Ibu yang tidak bekerja menyebabkan ibu tidak mempunyai kesempatan untuk bertukar informasi dengan atasan dan rekan kerja yang mempunyai pengetahuan dan pengalaman berbeda dalam mengkonsusmsi tablet Fe. Fenomena yang ada dimasyarakat bahwasannya ibu hamil hanya menggunakan waktu luang di rumah untuk menonton televisi yaitu acara sinetron dan ibu tidak berusaha untuk menari informasi tentang tablet Fe seperti bertanya pada tenaga kesehatan dan ibu hamil lain.
Pekerjaan adalah serangkaian tugas atau kegiatan yang harus dilaksanakan atau diselesaikan oleh seseorang sesuai dengan jabatan atau profesi masing-masing. Status pekerjaan yang rendah sering mempengaruhi tingkat pengetahuan seseorang (Notoatmodjo, 2003).
Kepatuhan ibu hamil dalam mengkonsumsi tablet Fe dipengaruhi oleh jumlah anak, Tabel 4.4 didapatkan bahwa lebih dari separuh responden hamil ke 1 sejumlah 23 responden (57,5%).
Responden yang baru pertama kali hamil menyebabkan ibu tidak tahu dan tidak mengerti tentang cara mengkonsumsi tablet Fe. Kebanyakan ibu tidak mau mengkonsumsi tablet Fe disebabkan efek dari tablet Fe yaitu perasaan mual sehingga ibu malas untuk meminum tablet Fe. Hal ini dikarenakan ibu tidak mempunyai pengalaman kapan dan bagaimana cara mengkonsumsi tablet Fe agar ibu tidak merasakan mual.
Pengalaman merupakan batasan seseorang untuk melakukan sesuatu dengan mengulang kembali pengalaman yang dimiliki. Orang yang memiliki pengalaman akan mempunyai perilaku yang positif dibandingkan dengan perilaku sebelumnya (Azwar, 2008).

5.3.3        Hubungan Tingkat Pengetahuan Ibu Hamil Dengan Kepatuhan dalam Mengkonsumsi Tablet Fe
Berdasarkan Tabel 4.7 didapatkan bahwa dari 21 responden yang memiliki pengetahuan kurang, 19 (47,5%) diantaranya tidak patuh mengkonsumsi tablet Fe. terdapat 7 (17,5%) responden yang mempunyai pengetahuan baik patuh mengkonsumsi tablet Fe. Sedangkan 12 responden yang berpengetahuan cukup, 9 (22,5%) diantaranya patuh mengkonsumsi tablet Fe.
Berdasarkan hasil uji chi square dengan SPSS 17 didapatkan bahwa ρ < α yaitu  0,000 < 0,05 maka H0 ditolak, artinya ada hubungan antara tingkat pengetahuan ibu hamil dengan kepatuhan dalam mengkonsumsi tablet Fe di BPS Ny. Siti Hasunah, Amd.Keb Candi Sidoarjo.
Kepatuhan ibu hamil dalam mengkonsumsi tablet Fe ditentukan oleh pengetahuan, sikap, kepercayaan, tradisi, dan sebagainya dari orang atau masyarakat yang bersangkutan. Disamping itu ketersediaan fasilitas, sikap dan perilaku para petugas kesehatan terhadap pelayanan kesehatan juga akan mendukung dan memperkuat terbentuknya perilaku.
Seseorang tidak patuh mengkonsumsi tablet Fe disebabkan karena orang tersebut tidak atau belum mengetahui tentang manfaat tablet Fe dan dampak jika tidak teratur mengkonsumsi tablet Fe. Tetapi mungkin juga karena kurangnya dukungan dari suami dan keluarga dalam mengkonsumsi tablet Fe. Pengetahuan ibu hamil yang baik tentang tablet Fe maka cenderung patuh dalam mengkonsumsi tablet Fe. Sebaliknya ibu yang memiliki pengetahuan kurang tentang tablet Fe maka tidak patuh dalam mengkonsumsi tablet Fe.
Pengetahuan atau kognitif merupakan domain yang sangat penting untuk terbentuknya tindakan seseorang (overt behavior). Karena dari pengalaman dan penelitian ternyata perilaku yang didasari oleh pengetahuan akan lebih langgeng dibandingkan dengan perilaku yang tidak didasari oleh pengetahuan (Notoatmodjo, 2003).





 
BAB 5
KESIMPULAN DAN SARAN

5.1  Kesimpulan
1.    Pengetahuan ibu hamil tentang tablet Fe di BPS Ny. Siti Hasunah, Amd.Keb Candi Sidoarjo adalah kurang sebanyak
2.    Kepatuhan ibu hamil dalam mengkonsumsi tablet Fe di BPS Ny. Siti Hasunah, Amd.Keb Candi Sidoarjo adalah tidak patuh sebanyak
3.    Hasil uji chi square didapatkan bahwa x2 hitung > x2 table = 23,598 > 5,991 maka H0 ditolak, artinya ada hubungan antara tingkat pengetahuan ibu hamil dengan kepatuhan dalam mengkonsumsi tablet Fe di BPS Ny. Siti Hasunah, Amd.Keb Candi Sidoarjo.

5.2  Saran
5.2.1    Bagi Responden
Bagi ibu hamil untuk lebih aktif menggali informasi tentang tablet Fe dengan cara bertanya pada tenaga kesehatan, membaca buku, menonton televisi dan sebagainya sehingga ibu hamil tahu dan mengerti akan pentingnya konsumsi tablet Fe.
5.2.2    Bagi Peneliti
Mahasiswa lebih aktif dalam menggali sumber belajar tentang tablet Fe sehingga dapat meningkatkan pengetahuan dan pemahaman dalam mengaplikasikan teori di lapangan.

5.2.3        Bagi Profesi Kebidanan
Tenaga kesehatan khususnya bidan lebih meningkatkan mutu pelayanan dalam melakukan penyuluhan pada ibu hamil saat melakukan pemeriksaan kehamilan (antenatal care) sehingga ibu mengerti dan patuh mengkonsumsi tablet Fe.
5.2.4        Bagi Penelitian Selanjutnya
Dapat melakukan penelitian lanjutan mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan ibu hamil mengkonsumsi tablet Fe.


0 komentar:

Poskan Komentar