Sabtu, 22 Juni 2013

STUDI KORELASI ANTARA ASUPAN NUTRISI DENGAN PRODUKSI ASI DI BPS. NY. ENY SETYOWATI Amd.Keb DESA NOGOSARI KEC. ROWOKANGKUNG KAB. LUMAJANG


ABSTRAK

STUDI KORELASI ANTARA ASUPAN NUTRISI DENGAN PRODUKSI ASI DI BPS. NY. ENY SETYOWATI Amd.Keb DESA NOGOSARI
 KEC. ROWOKANGKUNG KAB. LUMAJANG

Andria Yuliawati
            Setiap ibu menyusui berharap dapat menyusui bayinya sebanyak dan selama mungkin dalam hal ini nutrisi dan gizi memegang peranan penting dalam hal menunjang produksi ASI yang maksimal, makanan ibu menyusui berpedoman pada menu seimbang 4 sehat 5 sempurna sebanyak 6 kali perhari, minum 3 liter air perhari. Kebanyakan masyarakat tidak mengerti tentang pentingnya asupan nutrisi terhadap produksi ASI, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antara asupan nutrisi dengan produksi ASI pada ibu menyusui di Desa Nogosari Kec. Rowokangkung Kab. Lumajang.
            Desain penelitian ini menggunakan metode corelational populasinya sebanyak 50 orang ibu yang mempunyai bayi, metode sampling yang digunakan adalah simpel random sampling , sampel dalam penelitian ini sebanyak 44 orang ibu yang mempunyai bayi di Desa Nogosari Kec. Rowokangkung Kab. Lumajang, Pengumpulan data dengan kuesioner yang menggunakan skala ordinal. Hasil penelitian ini disajikan dalam bentuk tabel.
Hasil penelitian Studi Korelasi Antara Asupan Nutrisi Dengan Produksi ASI di Desa Nogosari Kec. Rowokangkung Kab. Lumajang sebagian besar ibu menyusui sebanyak 28 (63,64%) orang asupan nutrisinya berada pada kriteria cukup, dan sebanyak 23 (52,27%) orang, produksi ASInya berada pada kriteria cukup.
            Dari hasil penelitian studi korelasi antara asupan nutrisi dengan produksi ASI, diharapkan bagi tenaga kesehatan bisa memberikan penyuluhan tentang pentingnya asupan nutrisi dengan produksi ASI agar masyarakat khususnya ibu menyusui dapat memahami pentingnya asupan nutrisi terhadap produksi ASI.

Kata kunci : Asupan nutrisi, Produksi ASI


ABSTRACT
THE STUDY CORRELATION BETWEEN NUTRIENT INTAKE WITH BREAST MILK PRODUCTION IN BPS. NY. ENY SETYOWATI
Amd.Keb DS. NOGOSARI KEC. ROWOKANGKUNG
KAB. LUMAJANG

Each nursing mothers hoping to breastfeed her baby as much and as long as possible in this case nutrition and nutrition play an important role in terms of supporting a maximum milk production, breastfeeding mother's diet based on 4 healthy balanced menu 5 perfect 6 times per day, drink 3 liters of water per day. Most people do not understand about the importance of nutrition on milk production, the purpose of this study was to determine whether there is relationship between nutrient intake with milk production in nursing mothers in the village of Nogosari Kec. Rowokangkung Kab. Lumajang.
The design of this study using the method corelational population of 50 mothers who have babies, the sampling method used was simple random sampling, sampling in this study were 44 mothers who had babies in the village of Nogosari Kec. Rowokangkung Kab. Lumajang, collecting data with questionnaires that use ordinal scale. The results of this study are presented in table form.
The results Correlation Studies Between Intake of Nutrients With Nogosari Village milk production in the district. Rowokangkung Kab. Lumajang most nursing mothers as much as 28 (63.64%) of nutritional intake is in the criteria fairly, and as many as 23 (52.27%) of people, her milk production is at sufficient criteria.
From the results of research studies the correlation between nutrient intake with milk production, is expected for the health workers can provide counseling about the importance of nutritional intake with milk production for the public, especially nursing mothers to understand the importance of nutrition on milk production.

Key words: nutrient intake, milk production

BAB1
PENDAHULUAN

1.1              Latar Belakang
Setiap ibu menyusui berharap dapat menyusui bayinya sebanyak dan selama mungkin dalam hal ini nutrisi dan gizi memegang peranan penting dalam hal menunjang produksi ASI yang maksimal. Untuk menu sehari – hari ibu menyusui bisa berpegang pada pedoman 4 sehat 5 sempurna dan seimbang.  Karena beberapa zat gizi mempunyai sifat saling mempengaruhi yang sangat menguntungkan. Maka, ibu menyusui dapat makan apa saja dan tidak ada pantangan. Ibu menyusui umumnya makan 6 kali sehari sesuai dengan frekuensi menyusui bayinya, karena setiap habis menyusui ibu akan merasa lapar           (http://corpusalienum.multiply.com, 2009 ). Selain cukup makan, ibu menyusui dianjurkan pula banyak minum sedikitnya 3 liter air setiap hari , anjurkan ibu untuk minum setiap kali menyusui dan mengkonsumsi tambahan 500 kalori tiap hari (Wiknjosastro, dkk. 2006 : 128)
               Menurut surve SDKI tahun 2002 oleh Nutrition & Health Surveillance System (NSS) kerjasama dengan Balitbangkes dan Helen Keller Internasional di perkotaan dan pedesaan  menunjukkan cakupan nutrisi ibu menyusui yang terpenuhi di perkotaan antara 4% sampai 12 % sedangkan di pedesaan 4% sampai 25 %, Sebagai gambaran data pemberian ASI berdasarkan SDKI 2007, Angka Cakupan ASI Eksklusif 6 bulan di Indonesia hanya 32,3%, masih jauh dari rata – rata dunia, yaitu 38%. Sementara itu saat ini jumlah bayi dibawa   6 bulan yang di beri susu formula meningkat dari 16,7% pada tahun 2002 menjadi 27,9% pada

tahun 2007 (http://www.menegpp.co.id, 2009). Berdasarkan data yang ada setelah peneliti mengadakan pengamatan di Bps Ny. Eny Setyowati Desa Nogosari pada bulan Maret 2010 di peroleh 20 ibu menyusui semua bayinya namun hanya 5 orang yang produksi ASInya maksimal sehingga kebutuhan ASI pada bayinya dapat terpenuhi secara optimal, dan yang 15 orang ibu mengalami masalah pada produksi ASI antara lain 11 orang karena asupan nutrisi, 1 orang payudara bengkak (mastitis), 2 orang puting susu tenggelam dan pendek.
            Masalah yang dapat di timbulkan dari ibu menyusui adalah produksi  ASI yang tidak maksimal, sehingga banyak bayi yang kebutuhan nutrisinya kurang karena ibu tidak dapat memberikan ASI maksimal yang sesuai dengan kebutuhan nutrisi bayi. Salah satu penyebab produksi ASI tidak maksimal disebabkan karena asupan nutrisi ASI  ibu yang kurang baik, menu makanan yang tidak seimbang dan juga mengkonsumsi makanan yang kurang teratur sehingga produksi ASI tidak mencukupi untuk diberikan pada bayi. Dengan demikian bayi yang tidak mendapatkan ASI yang optimal akan mudah jatuh sakit karena antibody di dalam tubuh bayi yang belum terbentuk dengan sempurna dan optimal.
            Untuk mencapai keberhasilan dalam produksi ASI maka diperlukan kerja sama antara keluarga dan tenaga kesehatan dalam pemberian penyuluhan pada ibu menyusui tentang pentingnya asupan nutrisi yang baik terhadap produksi ASI. Dan sebaiknya sejak awal para ibu sudah mengkonsumsi makanan yang bergizi seimbang untuk menunjang produksi ASI. Dari uraian di atas peneliti ingin melakukan penelitian tentang studi korelasi antara asupan nutrisi dengan produksi ASI di Bps Ny. Eny Setyowati desa Nogosari Kec. Rowokangkung Kab. Lumajang.
1.2              Rumusan Masalah
Adakah korelasi antara asupan nutrisi dengan produksi ASI di Bps Ny. Eny Setyowati desa Nogosari Kec. Rowokangkung Kab. Lumajang ?

1.3              Tujuan Penelitian
1.3.1        Tujuan umum
Mengetahui adanya korelasi antara asupan nutrisi dengan produksi ASI di Bps Ny. Eny Setyowati desa Nogosari Kec. Rowokangkung Kab. Lumajang
1.3.2         Tujuan khusus  
1.         Mengidentifikasi asupan nutrisi pada ibu menyusui di Bps Ny. Eny Setyowati desa Nogosari  
2.         Mengidentifikasi produksi ASI pada ibu menyusui di Bps Ny. Eny Setyowati desa Nogosari
3.         Menganalisa korelasi antara asupan nutrisi dengan produksi ASI di Bps Ny. Eny Setyowati desa Nogosari

1.4            Manfaat Penelitian                                                                
1.4.1   Bagi responden
Dengan diadakannya penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi terhadap masyarakat khususnya bagi ibu menyusui tentang pentingnya asupan nutrisi terhadap produksi ASI.
1.4.2    Bagi peneliti
            Penelitian ini memberikan masukan bagi praktisi agar dapat menambah pengetahuan tentang pengaruh asupan nutrisi terhadap produksi ASI.
1.4.3    Bagi profesi kebidanan
            Diharapkan penelitian ini memberikan masukan bagi profesi dalam mengembangkan perencanaan kebidanan yang akan dilakukan dalam mengatasi masalah asupan nutrisi pada ibu menyusui.
1.4.4    Bagi penelitian selanjutnya
Diharapkan hasil penelitian ini dapat bermanfaat bagi peneliti selanjutnya dan  peneliti selanjutnya dapat  meneliti tentang produksi ASI yang berhubungan dengan status gizi pada bayi.

1.5            Batasan Penelitian
Peneliti hanya meneliti mengenai korelasi antara asupan nutrisi ibu dengan produksi ASI, sedangkan tentang  pentingnya produksi ASI terhadap pemenuhan gizi pada bayi tidak dilakukan penelitian.
BAB 4
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.1 Gambaran Umum Lokasi Penelitian
              Penelitian ini dilakukan di Bps Ny. Eny Setyowati Amd.Keb Desa Nogosari Kec. Rowokangkung Kab. lumajang dengan jumlah penduduk, luas dan batasan wilayah sebagai berikut:
              Jumlah penduduk     : 3.606 orang
              Luas wilayah             : 365.903 Ha
              Batas sebelah barat   : Desa Mangunsari
              Batas sebelah timur   : Desa Sumbersari
              Batas sebelah utara   : Desa Tekung
              Batas sebelah selatan : Desa Kalipepe
Fasilitas BPS sebagai berikut :
              Ruang periksa        : 1 ruangan
              Tempat periksa       : 2 bad
              Lemari                    : 1 lemari arsip, 1 lemari obat
              Meja dan kursi       : 1 meja, 3 kursi kecil dan 1 kursi panjang
           Alat ukur BB/TB   : 2 timbangan dewasa dan bayi, 2 alat ukur TB
Menurut hasil penelitian didapatkan 44 ibu yang mempunyai bayi dan menyusui.
              Hasil penelitian akan di bagi menjadi dua bagian meliputi data umum dan data khusus. Data umum berupa karakteristik responden yang meliputi umur dan pendidikan. Data khusus yang meliputi Asupan Nutrisi dengan produksi ASI.

4.1.1Data Umum
              Data umum terdiri atas karakteristik responsen yang meliputi :
1.    Karakteristik Responden Menurut Umur
Tabel 4.1      Karakteristik Responden Menurut Umur di Desa Nogosari Kec. Rowokangkung Kab. Lumajang Bulan Juli 2010

NO
Umur
Frekuensi
Persentase (%)
1
15-20
3
6,28
2
21-25
7
15,91
3
26-30
14
31,82
4
31-35
13
29,54
5
36-40
7
15,91
Jumlah
44
100
                                Sumber : Data primer 2010
Dari Tabel 4.1 diatas di dapatkan hampir setengahnnya 14 (31,82 %) responden sebagian besar berumur 26 - 30 tahun.
2.    Karakteristik Responden Menurut Tingkat Pendidikan
Tabel 4.2      Karakteristik Responden Menurut Tingkat Pendidikan di Desa Nogosari Kec. Rowokangkung Kab. Lumajang Bulan Juli 2010

NO
Tingkat Pendidikan
Frekuensi
Persentase (%)
1
SD
10
22,73
2
SLTP
16
36,36
3
SLTA
18
40,91
Jumlah
44
100
                                Sumber : Data primer 2010
Dari Tabel 4.2 di atas di dapatkan hampir setengahnya 18 (40,91 %) responden sebagian besar lulusan SMA


4.1.2 Data Khusus
1. Asupan Nutrisi
Tabel 4.3      Karakteristik responden menurut Asupan Nutrisi ibu menyusui di Desa Nogosari Kec. Rowokangkung Kab. Lumajang bulan Juli 2010

NO
Asupan Nutrisi
Frekuensi
Persentase (%)
1
Baik
7
15,91
2
Cukup
28
63,64
3
Kurang
9
20,45
Jumlah
44
100
                                Sumber : Data primer 2010
Dari Tabel 4.3 diatas di dapatkan sebagian besar 28 (63,64 %) responden melakukan asupan nutrisi cukup.
2. Produksi ASI
Tabel 4.4      Karakteristik responden menurut produksi ASI di Desa Nogosari Kec. Rowokangkung Kab. Lumajang Pada bulan Juli 2010

NO
Poduksi ASI
Frekuensi
Persentase (%)
1
Baik
11
25
2
Cukup
23
52,27
3
Kurang
10
22,73
Jumlah
44
100
                                Sumber : Data primer 2010
Dari  Tabel 4.4 di atas di dapatkan sebagian besar 23 (52,27 %) responden memiliki produksi ASI Cukup.
3.    Perhitungan data antara variabel independen dengan dependen
Tabel 4.5  Karakteristik responden menurut studi korelasi antara asupan nutrisi dengan produksi ASI

Produksi ASI
Asupan nutrisi
Baik
Cukup
Kurang
Jumlah
f
%
f
%
f
%
f
%
Baik
7
100
0
0
0
0
7
100
Cukup
4
14,28
23
82,15
1
3,57
29
100
Kurang
0
0
0
0
9
100
9
100
Jumlah
11
23
10
44
Sumber : Data primer 2010



Dari tabel 4.5 diperoleh bahwa sebagian besar 7 (100%) responden yang asupan nutrisi dan produksi ASInya baik, responden yang asupan nutrisi dan produksi ASInya cukup 23 (28,15%) dan 9 (100%) yang asupan nutrisi dan produksi ASInya kurang.
4.1.3 Hasil Penelitian
              Dari hasil uji spearman rank studi korelasi antara asupan nutrisi dengan produksi ASI dengan ╬▒ = 0.05, sehingga Z hitung ≥ Z tabel maka Ho ditolak artinya ada perbedaan yang signifikan antara asupan nutrisi dengan produksi ASI.

4.2 Pembahasan
4.2.1 Asupan nutrisi
              Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan terhadap 44 responden didapatkan 7 (15,91 %) responden yang asupan nutrisinya berada pada kriteria Baik, 28 (63,64%) responden yang asupan nutrisinya barada pada kriteria Cukup dan 9 (20,45%) responden yang asupan nutrisinya barada pada kriteria Kurang. Jadi ibu menyusui di Desa Nogosari Kec. Rowokangkung Kab. Lumajangsudah mengetahui tentang asupan nutrisi yang baik karena sebagian besar asupan nutrisinya sudsh berada pada kriteria cukup.
              Dari hasil penelitian di Desa Nogosari Kec. Rowokangkung Kab. Lumajang didapatkan sebagian besar asupan nutrisi ibu menyusui berada dikriteria cukup, karena sebagian besar ibu menyusui sudah mulai banyak mengerti tentang pentingnya asupan nutrisi saat menyusui, hal ini dapat disebabkan oleh 2 faktor yaitu faktor pendidikan dan faktor usia karena semakin tinggi pendidikan dan usia semakina dewasa maka pengetahuan dan pengalaman ibu menyusui akan semakin luas. Sehingga ibu menyusui dapat mengerti tentang asupan nutrisi yang baik untuk dikonsumsi oleh ibu menyusui, dalam penelitian ini ditemukan sebagian besar ibu menyusui berpendidikan SLTA yaitu 18 (40,91 %) responden dan sebagian besar usianya antara 26-30 tahun 14 (31,82%) sehingga di Desa Nogosari Kec. Rowokangkung Kab. Lumajang sebagian besar pemenuhan asupan nutrisi ibu menyusui berada dikriteria cukup.
              Pada waktu menyusui ibu harus makan-maknan yang cukup agar mampu menghasilkan ASI yang cukup bagi bayinya, memulihkan kesehatan setelah melahirkan dan memenuhi kebutuhan nutrisi yang ,meningkat karena kegiatan sehari-hari yang bertambah. Ibu menyusui memerlukan zat gizi lebih banyak dari pada saat hamil. Banyaknya makanan ibu menyusui disesuaikan umur bayi dan kebutuhan gizi ibu ( Dep. Kes RI 2002 )
              Dalam penelitian ini masih didapatkan 9 (20,45%) pemenuhan asupan nutrisi ibu menyusui masih kurang, maka dari data tersebut di Desa Nogosari Kec. Rowokangkung Kab. Lumajang masih perlu diberikan penjelasan pada masyarakat khususnya ibu manyuasui tentang asupan nutrisi yang baik untu ibu menyusui.
4.2.2 Produksi ASI
              Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dengan penyabaran kuesionerterhadap 44 responden didapatkan data  11 (25% ) responden yang produksi ASInya berda pada kriteria Baik, 23 (52,27%) responden yang produksi ASInya berda pada kriteria Cukup dan 10 (22,73%) responden yang produksi ASInya berada pada kriteria Kurang. Jadi sebagian besar produksi ASI ibu menyusui berada pada kriteria cukup.
              Dari hasi penelitian di Desa Nogosari Kec. Rowokangkung Kab. Lumajang didapatkan sebagian besar ibu menyusui yang produksi ASInya berada dikriteria cukup karena sebagian besar usia ibu menyusui masuk pada kriteria usia dewasa antara 26-30 tahun yaitu 14 (31,82%) responden dan pada usia tersebut merupakan usia yang matang untuk mempunyai seorang bayi dan mempunyai paengalaman yang lebih dari pada usia yang lebih muda sehingga usia ibu yang lebih dewasa akan dapat lebih mengerti tentang bagaimana cara agar produksi ASInya bisa lancar dan kebutuhan ASI pada bayinya dapat tercukupi.
              ASI diproduksi sebagai hasil kerja hormon-hormon dan reflek-reflek yang berperan. Pada waktu hamil terjadi perubahan-perubahan, antara lain terbentuknya lebih banyak kelenjar susu sehingga payudara membesar, sebagai persiapan untuk menyusui. Segera setelah persalinan, perubahan hormonal menyebabkan payudara mulai memproduksi ASI. Dimulai dari hisapan bayi pada puting susu, dua jenis reflek memproduksi dan mengeluarkan ASI sesuai kebutuhan bayi (Dep.Kes.RI 2002)
              Dari data penelitian di atas didapatkan sebagian ibu menyusui 10 (22,73%) responden yang kriteria produksi ASInya kurang, maka pada masyarakat Desa Nogosari Kec. Rowokangkung Kab. Lumajang  khususnya ibu menyusui perlu dilakukan penyuluhan tentang bagaimana cara agar produksi ASI ibu menyusui bisa lancar.
4.2.3 Korelasi antara asupan nutrisi dengan produksi ASI
              Berdasarkan hasil dari perhitungan data penelitian studi korelasi antara asupan nutrisi dengan produksi ASI didapatkan Z hitung ≥ Z tabel maka Ho ditolak dan H1­­­­­­­­­­­­­ di terima, hal ini menunjukkan adanya korelasi antara asupan nutrisi dengan produksi ASI.
              Dari hasil penelitian ini didapatkan data bahwa ada korelasi antara asupan nutrisi dengan produksi ASI, tetapi masih ada sebagian yang asupan nutrisi dan produksi ASInya berada pada kriteria kurang. Hal itu bisa disebabkan oleh faktor usia dan pendidikan, karena sebagian kecil ibu mrnyusui di Desa nogosari Kec. Rowokangkung Kab. Lumajang masih berpendidikan rendah 10 (22,73%) dan ada juga sebagian kecil yang usianya masih berada pada usia muda 15-20 tahun yaitu 3 (6,28%) responden, semakin rendah pendidikan dan semakin muda usia maka pengalaman dan kesiapan ibu un tuk mempunyai seorang bayi masih kurang sehingga ibu kurang mengerti tentang pentingnya asupan nutrisi terhadap produksi ASI.
              Kebutuhan nutrisi selama laktasi didasarkan pada kandungan nutrisi air susu dan jumlah nutrisi penghasil susu. Ibu menyusui disarankan memperoleh tambahan zat makanan 800 Kkal yang digunakan untuk memproduksi ASI dan untuk aktifitas ibu itu sendiri. Nutrisi pada ibu menyusui sangat erat kaitannya dengan produksi air susu, yang sangat dibutuhkan untuk tumbuh kembang bayi. Bila pemberian ASI berhasil dengan baik, maka berat badan bayi akan meningkat, integritas kulit baik, tonus otot serta kebiasaan makan yang memuaskan. Ibu menyusui tidaklah terlalu ketat dalam mengatur nutrisinya, yang terpenting adalah makanan yang menjamin pembentukan air susu yang berkualitas dalam jumlah yang cukup untuk memenuhi kebutuhan bayi (www.lusa leave a comment go to comment ; 2009)
              Dari hasil penelitian ini didapatkan dta bahwa ada korelasi antara asupan nutrisi dengan produksi ASI, tetapi masih ada sebagian kecil ibu menyusui yang asupan nutrisi dan produksi ASInya masih berada pada kriteria kurang jadi di Desa Nogosari Kec. Rowokangkung Kab. Lumajang masih perlu diberikan penyuluhan bagi masyarakat khususnya ibu menyusui tentang pentingnya asupan nutrisi terhadap produksi ASI agar ibu menyusuaui bisa menjaga pemenuhan asupan nutrisinya sehingga produksi ASInya bisa lancar dan pemenuhan ASI pada bayinya dapat terpenuhi.

BAB 5
KESIMPULAN DAN SARAN
 
5.1. Kesimpulan
1.      Sebagian besar Asupan Nutrisi ibu menyusui di Desa Nogosari Kec. Rowokangkung Kab. Lumajang  tergolong cukup yaitu 28 (63,64%) responden.
2.      Sebagian besar Produksi ASI ibu menyusui di Desa Nogosari Kec. Rowokangkung Kab. Lumajang tergolong cukup yaitu 23 (52,27%) responden.
3.      Ada hubungan antara asupan nutrisi dengan produksi ASI.

5.2 Saran
5.2.1 Bagi responden
Dengan hasil penelitian ini para responden khususnya ibu menyusui dapat memahami pentingnya asupan nutrisi yang dapat berpengaruh terhadap produksi ASInya.
5.2.2 Bagi peneliti
Hasil penelitian ini dapat di gunakan sebagai masukan  untuk meningkatkan pengetahuan tentang hubungan antara asupan nutrisi ibu yang menyusui terhadap produksi ASI.

5.2.3 Bagi profesi kebidanan
Dengan hasil penelitian ini dapat di tindaklanjuti dengan mengadakan penyuluhan-penyuluhan tentang pentingnya asupan nutrisi ibu yang menyusui terhadap kelancaran produksi ASI, sehingga dapat dilakukan penelitian lebih lanjut.
5.2.4 Bagi peneliti selanjutnya
            Diharapkan hasil penelitian ini dapat dijadikan pedoman untuk meneliti lebih lanjut tentang pentingnya produksi ASI terhadap pemenuhan gizi pada bayi.



0 komentar:

Poskan Komentar